Anton, Penggagas Smart Traffic Sign Games

Anton, Penggagas Smart Traffic Sign Games

Penulis: Salsabila Indana Zulfa

Anton Agus Setiawan, Merupakan alumni Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang (UM)

Jika berpendidikan adalah ibadah, maka berprestasi adalah dakwah sepenggal kata yang mengubah cara berpikir Anton Agus Setiawan yang saat ini telah menyandang gelar Sarjana Pendidikan itu. Anton adalah wisudawan berprestasi non-akademik pada wisuda ke-98 Universitas Negeri Malang. Berawal dari keinginan untuk membahagiakan dan meninggikan derajat kedua orang tuanya, Anton mulai termotivasi untuk menjadi salah satu mahasiswa berprestasi di UM. Pada tahun 2017, Anton mulai bertekad untuk memberikan hadiah terbesar kepada orang tuannya, yaitu dengan ia berdiri di atas podium Pilmapres bersama kedua orang tuanya untuk menerima penghargaan. 

Sejak awal ia menargetkan dirinya untuk memiliki satu hak cipta/paten guna bukti sumbangsih atas dirinya kepada masyarakat, sehingga sejak saat itu, ia fokus menekuni bidang invensi dalam pembuatan produk, penulisan karya ilmiah, dan semacamnya. Saat ini, Anton telah memiliki satu hak paten atas salah satu karyanya yakni Smart Traffic Sign Games yang terdaftar di Kemenkumham. Selain itu, Anton juga memiliki segudang prestasi dan penghargaan baik di dalam dan di luar negeri, seperti: juara 1 International Innovation in Teaching and Learning (I-INTEL) Competition 2019 di Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia, Best Delegate Comparative Study in Singapore 2019 and Community Empowerment Program di Tanjung Pinang, juara 1 PT Astra International Road safety Challenge 2016 di Jakarta, dan masih banyak lagi prestasi dan penghargaan yang diterimanya selama menjadi mahasiswa UM.

Prestasi dan penghargaan yang diterimanya tidak datang begitu saja, ia mendapatkannya dengan usaha keras dan doa. “Semua yang telah saya dapatkan membutuhkan niat yang kuat, niat kuat yang dimaksud ialah jangan hanya mengejar sebuah gelar saja, namun niatkanlah membuat inovasi sebagai pemuda pembaharu bangsa”, tuturnya. Selain itu, strategi yang ia sebutkan adalah untuk menggali potensi yang ada di dalam dirinya agar dapat berprestasi akademik dan non akademik, serta ia juga menyebutkan bahwa penguasaan bahasa asing sangat diperlukan untuk menunjang prestasinya selama ini.

Anton, yang merupakan salah satu penerima manfaat beasiswa aktivis nusantara angkatan 9 tahun 2019 ini menjelaskan alasannya sangat aktif dalam berorganisasi. Bukan hanya dikarenakan keinginannya menjadi salah satu Mawapres UM, namun alasan ia mengikuti beberapa organisasi dan kompetisi tujuannya untuk pressure dirinya agar terus produktif dan selalu melakukan hal-hal positif, jelas pemuda kelahiran Mojokerto itu.

Ia juga menjelaskan caranya membagi waktu dalam berorganisasi dan berprestasi yang dibaginya menjadi lima poin utama. Pertama, ikutilah organisasi/kompetisi dimana itu mendukung dan mengembangkan passion yang dimiliki, karena segala sesutau yang dilakukan berdasarkan passion tidak akan mudah bosan untuk mengulangnya setiap saat. Kedua, harus pandai menyesuaikan skala prioritas dengan cara mengklasifikasikan setiap hal ke dalam tiga kategori, yakni: penting dan mendesak, penting tetapi tidak mendesak, serta tidak penting dan tidak mendesak. 

Ketiga, harus berani keluar dari zona nyaman yang dapat memberikan pengalaman dan suasana baru dalam perjalanan hidup. Keempat, menye-lesaikan dengan cepat setiap tugas yang menjadi tanggumg jawab pribadi. Kelima, menjadi seorang influencer dan komunikator yang baik agar dapat menjalin kerja sama yang baik pula, ungkap Anton.

Dalam mewujudkan impiannya, alumni Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UM ini banyak mengalami hambatan tentunya. Hambatannya selama ini adalah, ia harus pandai mengatur dan menghidupkan semangatnya kembali dengan cara menya-lurkan hobi fotografi, memanah, dan futsal, serta ia juga harus mencari suasana baru untuk memyegarkan pemikirannya. Selain itu, Anton juga mengatakan hambatannya selama ini adalah dalam menstabilkan manajemen waktu yang telah dibuat dan skala prioritas yang telah disusun.“Jangan lupa untuk menjaga kesehatan diri kita, karena ini merupakan salah satu kunci penting dalam mencapai tujuan kita”, ucap pemuda berusia 23 itu.

“Tantangannya yang jelas kita harus mampu mempengaruhi, mengajak, dan melakukan regenerasi dari apa yang sudah saya dapatkan sekarang. Orang yang sukses bagi saya harus mampu membuat orang lain sukses juga”, imbuhnya   menjelaskan mengenai tantangan dan  hambatan yang dialaminya.

Pemuda yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi beasiswa S2 LPDP September ini, berpesan kepada mahasiswa UM untuk belajar dari masa lalu, dengan melakukan yang terbaik untuk hari ini dan membuat rencana untuk masa depan. Selain itu, ia juga berpesan untuk pene-rima beasiswa bidikmisi UM untuk memaksimalkan diri berkontribusi dalam  membangun bangsa dan memberi manfaat kepada masyarakat luas.

Tidak lupa, ia juga berharap kepada mahasiswa UM untuk tidak pernah lupa berdoa, karena kekuatan doa dan restu orang tua akan mengantarkan kita sebagai pribadi yang sukses serta ia juga berharap agar UM terus berkembang dan menjadi World Class University. Anton, juga mengucapkan rasa terima kasih kepada UM yang selama ini telah memfasilitasi dalam mewujudkan mimpinya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *







Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial