Category Archive Laporan Khusus

Ciptakan SIONLAP, Rochmad Fauzi Raih Juara III PLP Berprestasi Tingkat Nasional

Rochmad Fauzi, S.T.

Penulis : Kautsar Saleksa

Video https://www.youtube.com/watch?v=4_-G1blggEs

Di era yang semakin canggih ini, perkembangan teknologi informasi dan komputer banyak di manfaatkan Lembaga Pendidikan untuk mendukung kegiatan-kegiatannya. Kemudahan yang ditawarkan dalam mengelola data, informasi, layanan, dokumentasi dan pelaporan yang terstruktur, sistematis, yang dapat di akses secara online, dimanapun dan kapanpun, baik menggunakan komputer maupun handphone yang terhubung jaringan internet bisa dimanfaatkan Lembaga untuk mendukung proses-proses administrasi, seperti administrasi akademik, keuangan dan kepegawaian. Beberapa Lembaga Pendidikan juga memanfaatkan untuk memperkuat dan memperkaya  dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan pendi-dikan, penelitian dan pegabdian kepada masyarakat. Hal ini juga terpikirkan oleh Rochmad Fauzi, S.T., seorang Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dalam mengelola laboratorium yang ada di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Ia bersama tim menciptakan dan mengembangkan Sistem Informasi Online Laboratorium Pendidikan (SIONLAP). SIONLAP di desain dan dikembangkan untuk mengintegrasikan tugas dan kebutuhan Lembaga, stakeholder, dosen, laboran/PLP  dan mahasiswa di Jurusan Teknik Elektro, sehingga diberikan kemudahan untuk mengelola, mendapatkan dokumentasi, pelaporan, informasi dan layanan secara cepat dan tepat. SIONLAP ini mengantarkan Rochmad Fauzi meraih Juara III kategori PLP dalam penganugerahan Laboran berprestasi tingkat Nasional oleh Kemenristekdikti yang diselenggarakan di Hotel Haris Vertu, Jakarta Pusat pada Senin (29/10/2018).

Tampilan Aplikasi SIONLAP

Read More

Ciptakan Kabitaru untuk Anak Disabilitas

Penulis: Salsabila Indana Zulfa

Universitas Negeri Malang terkenal sebagai kampus pendidikan, dimana para calon pendidik anak bangsa banyak lahir dari UM. Sumbangsih UM kali ini pada bidang pendidikan dibuktikan dengan pengembangan Kabitaru. Kabitaru merupakan aplikasi android yang diperuntukkan untuk anak-anak disabilitas guna memenuhi kebutuhan edukasinya dalam bidang Bahasa Inggris. Aplikasi yang memiliki kepanjangan Kamus bahasa inggris Tunarungu ini, merupakan salah satu karya dari tim mahasiswa kebanggan UM yang akan mewakili UM pada ajang Pimnas di bidang PKM PSH.

Read More

Anak Bangsa Harus Inovatif “Paradigma dulu, kalau kamu besar mau jadi apa?; Sekarang, kalau besar mau berbuat apa?”

Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Bangsa Indonesia sekarang ini memasuki era pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Era pasar bebas ini jika dimaknai positif, disana terbentang peluang kerja yang sangat luas. Namun bisa sebaliknya, kalau bangsa Indonesia kalah dalam bersaing, maka akan menjadi pasar bagi produk mereka.

Mendikbud, Anies Bawesdan.

Mendikbud RI, Anies Bawesdan.

Read More

Apif Miptahul Hajji , S.T., M.T., M.Sc, Ph.D

Peningkatan Kualitas SDM melalui Soft Program IDB

Upaya peningkatan kualitas riset di perguruan tinggi Indonesia terus menerus dilakukan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Peningkatan kualitas riset ini salah satunya melalui penyelenggaraan Proyek Pengembangan Empat Universitas (Project 4 in 1) melalui pinjaman hibah luar negeri Islamic Development Bank (IDB).

Apif Miptahul Hajji , S.T., M.T., M.Sc, Ph.D

Apif Miptahul Hajji , S.T., M.T., M.Sc, Ph.D

Read More

Drs. Bambang Supriyanto, S.T., M.T.

Proyek IDB dorong wujudkan UM Learning Innovation

Direktur IDB UM

Drs. Bambang Supriyanto, S.T., M.T.

Drs. Bambang Supriyanto, S.T., M.T.

Sebagai salah satu anggota project 4-in-1 Islamic Development Bank (IDB) yang diberi mandat sebagai Center of Excellence for National Competitiveness khususnya dalam bidang learning innovation, Universitas Negeri Malang (UM) terus bekerja keras mewujudkan tujuan, baik melalui hard program maupun soft program.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Direktur IDB UM, Drs. Bambang Supriyanto, S.T., M.T., didampingi oleh satu orang skretaris, 5 orang person in charge (PIC), dan satu orang Chairman of Research Consortium (CRC) yaitu: Executive Secretary, Dr. Sintha Tresnadewi, M.Pd, PIC Programs: Syamsul Bachri, S.T., M.Sc., Ph.D., PIC Procurement, Dr. Nazriati , M.Si., PIC Civil Work, Drs. Eko Setyawan, S.T., M.T., PIC Finance Dr. Agus Timan, M.Pd., PIC Monev: Apif M. Hajji, S.T., M.T., M.Sc. Ph.D., dan Chairman of Research Consortium, Prof. Dr. Waras, M.Pd.
Kegiatan yang berkaitan dengan hard program terdiri dari pembangunan fisik berupa gedung yang dipusatkan di Jalan Simpang Bogor. Gedung ini seluas 44.874 meter persegi, dengan dua tower sembilan lantai.

Rancangan bangunan ini diarahkan untuk mendukung pengembangan pusat unggulan. Universitas Negeri Malang (UM) dimandati sebagai pusat unggulan dibidang Learning Innovation. Desain ruangan di dalamnya dirancang untuk pembelajaran abad 21.
Kegiatan soft program berkaitan dengan pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia)dan peningkatan kemampuan staf akademik. Para dosen/tenaga akademik yang berkaitan dengan pengembangan pusat unggulan ini akan mengikuti pendidikan/pelatihan baik dalam negeri maupun luar negeri, baik program degree dan nondegree.

Pengembangan Bidang Penelitian

Pengembangan riset dibagai menjadi dua kelompok yaitu; research grant dan research consortia. Research grant ini sudah ada 66 judul yang akan dilaksanakan selama tiga tahun 2017-2019. Tahun pertama ditahun 2017 akan dilaksanakan riset 20 judul, 2018 ada 20 judul, dan 2019 sebanyak 26 judul.

proyek IDBPenelitian consortia merupakan kolaborasi dari empat perguruan tinggi yaitu; Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Jember, Universitas Mulawarman, Balikpapan, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang Baten. Setiap perguruan tinggi mempunyai pusat unggulan masing-masing.

Judul-judul penelitian tersebut harus mengacu pada pusat unggulan. sehingga judul-judulnya/topik-topiknya juga sudah ditentukan. Topik-topik ini dirancang untuk menunjang pengembangan pusat unggulan UM. Hasil-hasil penelitian nanti jika dijurnalkan, dan menjadi buku diharapkan bisa menunjang pusat unggulan UM ini.

Dalam waktu mendatang semua hasil penelitian dan pengembangan staf akademik ini bisa menunjang pusat unggulan. Diharapkan setelah selesai Proyek IDB ini pada tahun 2019 pusat unggulan UM bisa terwujud.

Penulis : Ony Herdianto

Prof. Dr. Ach. Fatchan, M.Pd., M.P

Produk UM sebagai icon Bidang Pendidikan

Prof. Dr. Ach. Fatchan, M.Pd., M.P

Prof. Dr. Ach. Fatchan, M.Pd., M.P

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menjadi bagian penting dalam pengembangan riset di Universitas Negeri Malang (UM). LP2M UM menaungi tujuh pusat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, yakni (1) Pusat Penelitian dan Pengabdian Bidang Pendidikan (P3P), (2) Pusat Penelitian dan Pengabdian Bidang sain, Teknologi, Industri, dan Hki (PPSTI & HKI), (3) Pusat Penelitian dan Pengabdian Bidang Lingkungan Hidup dan Manajemen Bencana Alam (P3LHMBA), (4) Pusat Penelitian dan Pengabdian Bidang Jender dan Kependudukan (P3JK), (5) Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial, Humaniora, dan Olah Raga (P2SHOK), (6) Pusat Penelitian dan Pengabdian Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan (P3EK), dan (7) Pusat Penelitian dan Pengabdian Bidang Sumber Daya Wilayah dan Kuliah Kerja Nyata (P2SWKKN).

Read More

Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti (Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti)

Berkarya Membangun Perguruan Tinggi Yang Berkualitas

Membangun kehidupan Bangsa dan Negara tidak bisa lepas dari pembangunan manusia seutuhnya. Pembangunan manusia seutuhnya ada dua hal pokok yang harus dirubah menuju lebih baik. Visi Kemenristekdikti adalah terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptek dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa. Misi Kemenristekdikti, meningkatkan akses, relevansi, dan mutu pendidikan tinggi guna menghasilkan SDM yang berkualitas untuk mendukung daya saing bangsa. Semua tahu di dalam kalau suatu bangsa ingin maju memiliki daya saing yang handal.

Semua tahu apabila suatu bangsa ingin maju, maka harus memiliki daya saing yang handal, kita juga memiliki misi meningkatkan akses relevansi mutu pendidikan tinggi untuk menghasilkan sumber daya berkualitas, profesional, dan berkarakter. Kita bisa lihat bagaimana upaya, untuk meningkatkan kualitas iptek, sehingga mendapatkan nilai tambah produk. Singapura sebagai contoh negara yang kecil bisa maju oleh karena SDM-nya berkualitas.

Sebenarnya Indonesia juga memiliki putra terbaik dibidang teknologi, yaitu Prof. Dr. B.J. Habibie. Beliau lahir sebelum sejarah bangsanya, sudah mampu menciptakan pesawat yang mana negara Asean belum mampu, bahkan di Puspitek Serpong dikembangkan Stek airodinamic untuk pengecekkan pesawat-pesawat mancanegara, termasuk mobil-mobil mewah. Sebetulnya ini adalah potensi yang luar biasa.

Bayangkan kalau kita hanya mempunya pasir besi, berapa nilanya?, tetapi kalau menjadi pesawat, hal ini merupakan nilai tambah berlipat ganda. Kita harus berdaulat untuk teknologi, berdaulat untuk ilmu pengetahuan, berdaulat secara politik, untuk menjadi bangsa yang kuat dan disegani di dunia ini.

Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti

Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti

Tujuan terakhir kita adalah meningkatkan relevansi, Kuantitas, dan kualitas sumber daya manusia yang berpendidikan tinggi. Tanpa memiliki poporsi jumlah SDM yang berpendidikan tinggi, kita sulit bersaing di era sekarang ini. Oleh karena itu sasaran strategis Kemenristek Dikti ingin meningkatkan kualitas pembelajaran, dan kemahasiswaan (UKM) pendidikan tinggi. Diharapkan kedepan tidak ada lagi program studi yang dihentikan karena tidak sesuai syarat-syarat tertentu, baik masalah rasio SDM yaitu antara dosen dengan mahasiswa, pasal-pasal terkait dengan laporan-laporan rutin, ataupun masalah-masalah lainnya.

Meningkatnya relevansi kualitas ini menjadi hal yang sangat penting. UM sebagai institusi pendidikan harus mampu menumbuhkan kompetensi lulusannya. Saya mempunyai pengalaman menarik, beberapa kali mengetes lulusan perguruan tinggi, sebagai contoh Fakultas Ekonomi, saudara lulusan ekonomi apa? Akutansi, jawabnya. Kemudian saya tanya kembali, apa bedanya akuntasi barbasis Cash Base dengan berbasis aktual. Jawabnya, saya penah dengar pak tapi itu apa pak?, tambah balik tanya. Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Bagaimanapun kurikulum yang kita kembangkan di universitas harus betul-betul mencetak manusia-manusia yang dibutuhkan dalam proses pembangunan bangsa ini.
Meningkatnya produktivitas dari hasil research, seperti yang dihasilkan Prof. Efendy (Guru Besar Jurusan Kimia UM), hasilnya tidak harus disimpan di perpustakkan, harus dipublikasikan, selanjutnya inovasi tersebut harus dihilirisasi ke industri terkait

Merujuk Renstra Kemenristek Dikti, kita berkeinginan Universitas seperti UM tidak saja sebagai basic education (agen pendidikan), tetapi juga sebagai agen research, oleh karena itu kita berharap reserach- research di UM semakin bagus, semakin banyak, dan berkualitas. Tidak berhenti sampai di sini, sekarang ini universitas menjadi Agent of Culture, knowledge, technology transfer. Sebagai agen untuk mengembangkan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, selajutnya Agent Economic Development.

Menghadapi globalisasi kedepan, kita dihadapkan pada tantangan pasar bebas, ASEAN Free Trade Area (AFTA), dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Oleh karena itu perlu dipersiapkan strategi-strategi jitu untuk menjaga daya saing produk Indonesia di ASEAN. Produk-produk yang kita hasilkan harus unggul dan berkualitas secara baik. Kemaren, Singapura memboikot produk Indonesia, dengan alasan produk yang dihasilkan kurang ramah lingkungan. Jika hal ini benar, maka menjadikan evaluasi bagi kita untuk memperbaiki kualitas produk-produk ekspor Indonesia.

Saat ini Indonesia diuntungkan dengan bonus demografi. Usia produktif penduduk Indonesia lebih banyak daripada usia tua (tidak produkti). Oleh karena itu ini merupakan kesempatan yang baik untuk bangkit dan mengembangkan potensi-potensi sumber daya yang ada di Indonesia.

Jika dibandingkan dengan Singapura atau Jepang. Jepang pada saat ini banyak yang sudah lansia kemudian mereka memerlukan tenaga kontrak dengan Indonesia. Singapura nanti banyak lansia yang tidak produktif lagi, oleh karena itu Singapura mempunyai kebijakan kalau wanita berkeluarga mau hamil akan diberi insentif sementara di Indonesia sebainya tidak hamil, tetapi paling tidak diatur dengan KB.

Selanjutnya Bagaimana cara menciptakan penduduk muda yang berkualitas? Kita jauhkan pewaris masa depan ini dari masalah-masalah sosial seperti ketergantungan narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, dan lain-lain yang dapat merusak karakter pemuda Indonesia. Hal ini melibatkan semua elemen utamanya Dosen, Guru, para pendidik, serta kerjasama semua pihak untuk terus mengawasi dan memberikan pendidikan berkualitas. Sehingga SDM yang dihasilkan akan sesuai dengan yang kita inginkan.

Selain itu, perlu dikembangkan Life skill dan Skillholder, terutama skillholder yang dibutuhkan di negara maju. Global triad index dan competitive index Indonesia ketinggalan dibanding neraga-negara lain, kita harus memacu menjadi negara yang berpengaruh dan menjadi urutan ke tujuh dunia ditahun dua ribu tiga puluh ini. Oleh karena itu kita ingin fokuskan untuk kembangkan sepuluh sampai dua puluh perguruan tinggi (research university), juga bisa mengembangkan menjadi research. Dalam waktu tidak terlalu lama, saya percaya Rektor UM dan jajaranya, dan seluruh akademika bekerja bersama, bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja iklas untuk menjadilakan UM menjadi research university kedepan yang bergengsi.

Apabila perguruan tinggi masuk research university, keuntungannya adalah PT yang bersangkutan akan tambah anggaran. Seleksi akan dilakukan untuk sepuluh sampai dua puluh perguruan tinggi yang ada di Indonesia, dan kita harapkan masuk lima ratus rengking dunia. Selain PT research, PT pendidikan, juga Politeknik sangat ditunggu kiprahnya. sehingga harapannya para lulusan tidak hanya menghasilkan sarjana yang kaya teori, tetapi skill yang siap kontribusi dalam proses pembangunan.

Akhir-akhir ini ada beberapa perguruan tinggi yang tidak memiliki sumber daya yang cukup terpaksa harus dinonaktifkan. Tidak seimbangnya rasio antara dosen dengan mahasiswa menjadi masalah, terutama terhadap kualitas pembelajaran. Nonaktif artinya dihentikan sementara, kalau semua persyaratan dipenuhi akan kita aktifkan kembali. Sumberdaya keuangan, dan sarana dan prasarana juga tersedia dengan baik untuk memenuhi kegiatan pembelajaran yang efektif. Status dosen sekarang menjadi masalah antara dosen tetap, dan nontetap, dasen tetap nonPNS. Oleh karena itu Kementerian riset, teknologo dan Pendidikan Tinggi dalam rangka memepercepat terpenuhinya sumberdaya tersebut telah melakukan beberapa terobosan, diantaranya yaitu dengan mengeluarkan Permen Kemenristek Dikti nomor 26 tahun 2015 untuk bisa diakui sebagai dosen. Apabila ada anggota Polri, TNI punya keinginan mengkotribusikan pengalamannya dapat diakomodasikan sebagai dosen. kita bisa berikan nomor NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus), termasuk di bidang-bidang yang lain, seperti olahraga/seni, dan lain-lain.

Selain itu, profesi dosen jangan hanya S1 tapi minimal S2, untuk mengajar S1, dan yang mengajar S2 harus S3. Jabatan akademik ini harus dipenuhi. Pengembangan dosen terus diupayakan menjadi lebih baik. Kita punya program LPDP, Program doktor luar negeri. Hal ini menjadi kesempatan yang baik untuk mengembangkan sumberdaya yang didunia pendidikan kita. (Bud)

Tags

Dr. Yusuf Hanafi, S.Ag., M.Fil.I.

Berkarya dan Berprestasi Melalui Pengkajian Al Quran

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Al Quran Studi Club (ASC) terlahir dari kesuksesan kafilah UM dalam ajang MTQ Mahasiswa tingkat nasional tahun 2013. UKM ini masih terbilang baru bila dibandingkan dengan UKM yang lain, usianya pun masih dua tahunan. Berawal dari sebuah komunitas mahasiswa yang mengembangkan seni religi dalam bidang Al Quran.
Komunitas mahasiswa ini berasal dari lintas fakultas dan jurusan di UM yang memiliki kesamaan pandangan untuk belajar dan mengembangkan minat bakat ilmu Al Quran, untuk melestarikan seni budaya Bangsa Indonesia melalui membaca Al Quran, Qiroati Al Quran, menghafal Al Quran hingga menulis indah Al Quran.

Sebagai penghargaan UM atas pencapaian sebagai juara umum MTQ Mahasiswa tingkat nasional tahun 2013, Rektor UM saat itu Prof. Dr. Suparno, M.Pd.mengizinkan berdirinya UKM baru yang bernama Al Quran Studi Club yang disingkat ASC. Pada saat itu UM memiliki kebijakan bahwa UKM yang telah ada tidak boleh bertambah. Hal ini merupakan kebijakan khusus, sehingga bisa dikecualikan dari kebijakan tidak boleh ada penambahan UKM baru.

Anggota ASC sendiri merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas di UM yang memiliki minat bakat di bidang seni Al Quran dan pendalaman serta pemahaman isi kandungan Al quran. Hal ini karena memang MTQ tersebut bila wilayahnya dipetakan terbagi menjadi tiga bagian. Pertama adalah membaca – Tilawah dan Tartil, menulis – kaligrafi dan karya tulis ilmiah Al Quran. Kedua adalah menghafal – Khifdhil Quran dan memahami isi kandungan Al Quran – Fahmil Quran. Ketiga adalah bidang seni suara dalam melantunkan Al Quran.

Selama ini ada banyak pertanyaan yang muncul di masyarakat bila berkaitan dengan MTQ. Tidak sedikit yang menanyakan Al Quran kok diperlombakan?. Padahal Al Quran adalah sebuah kitab suci yang bila dilombakan akan hilang kesakralannya. Intinya ada tudingan bahwa MTQ ini ingin mendesakralisasikan Al Quran. “Menurut pandangan saya hal itu kurang tepat, malah sebaliknya MTQ ini berusaha mensyiarkan Al Quran. Dalam konteks mahasiswa saya melihat ketika mahasiswa yang nota bene generasi muda memiliki energi dan jiwa muda yang besar kalau tidak disalurkan dengan benar, maka energi tersebut bisa dibawa kepada hal-hal yang kurang bermanfaat. Saya melihat ketika mahasiswa berkiprah di ASC dan mengikuti even-even pengembangan dan pembumian Al Quran di bumi Nusantara, maka energi mereka berubah menjadi energi yang positif,”ujar Dr. Yusuf Hanafi, S.Ag., M.Fil.I.,

Mendatang diharapkan mereka dapat menjadi generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan dapat berkontribusi untuk bangsa dan Negara.Secara lebih filosofis hal ini merupakan upaya untuk mengalihkan kesan bahwa mahasiswa yang lebih dekat dengan agama itu cenderung akan memilih garis keras dalam pendekatan keagamaan. Walaupun tidak menjamin 100% benar, ada indikasi yang kuat mereka yang aktif di ASC ini adalah mereka yang moderat, yang memiliki komitmen pada empat pilar kebangsaan. Hal ini merupakan perwujudan berkarya untuk bangsa, dimana menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan dan nilai nasionalisme.

“Jauh sebelum ASC ini berdiri kajian Al Quran lebih cenderung diarahkan pada kajian tafsir, dan tafsir ini kemudian menjadi tafsir subyektif kelompok tertentu. Contoh ada salah satu ormas islam yang mendominasi pemahaman dan tafsir Al Quran di UM. Sehingga mahasiswa menjadi produk yang berpikiran anti NKRI, anti Pancasila, bahkan juga ingin mendirikan Negara khilafah. Hal ini terjadi karena tafsir Al Qurannya dibawa kearah tersebut,” lanjutnya.

Adanya ASC ini mahasiswa tidak diajak untuk berfikir sesuatu yang diluar proporsinya, melainkan diajak ke hal-hal yang bersifat terapan. Salah satunya melalui cara membaca Al Quran, menghafal Al Quran, dan memahami isi kandungan Al Quran. Saat ini wujud nyata yang dapat dilihat oleh pimpinan UM adalah setiap hari jumat sore suasana di masjid Al Hikmah UM seperti suasana di pesantren, beberapa tempat di masjid digunakan untuk mengkaji Al quran oleh mahasiswa mulai dari training untuk pengajar Al Quran, bimbingan baca tulis Al Quran, sampai kegiatan memperbagus bacaan Al Quran dan pelatihan Qiroah. Semua kegiatan yang dilakukan ini merupakan program ASC yang terbukti mendukung terciptanya kekaryaan untuk masyarakat dan bangsa.

Secara inklusif yang terinternalisasi kedalam masing-masing individu, akhlak mereka itu berbeda dengan kebanyakan mahasiswa yang lain. Sebagai contoh testimoni para sopir yang mengantarkan kafilah UM berlaga di kejuaraan MTQ. Menurut para sopir tersebut ada banyak perbedaan saat mengantarkan kafilah UM dibandingkan dengan kelompok yang lain. Mahasiswa tersebut cenderung bersikap diam, menjaga kesopanan dan kesantunan. Hal ini juga dapat kita lihat saat mahasiswa berinteraksi dengan civitas akademik UM, akhlaknya bisa dikatakan akhlak santri yang Qurani.

Kemanfaatan mahasiswa peserta MTQ yang juga anggota ASC ini seringkali dimintai tolong oleh masyarakat, “Contohnya ketika ada dosen UM yang memiliki binaan pesantren mahasiswa, tetapi kekurangan pengajar, Dalam hal ini kami mengirimkan beberapa mahasiswa untuk menjadi pengajar di pesantren tersebut. Kami terbiasa dengan back up dan droping pengajar baca tulis Al Quran kepada masyarakat,” terangnya.

Kemanfaatan lain yang saat ini digagas oleh mahasiswa ASC adalah After School Program (ASP). Program ini berbasis penitipan anak, dimana dengan program ini dosen dan karyawan UM dapat menitipkan putra putrinya seusai pulang sekolah dan mendapatkan tambahan ilmu tentang Al Quran. Program ini memang baru berjalan, dan belum ada evaluasi terkait pelaksanaannya. Setidaknya program ini dapat membantu civitas akademik UM yang pada saat jam kerja anaknya sudah pulang sekolah. Dimasukkan penitipan anak tidak tepat karena bukan bayi lagi, maka ini adalah solusi praktis. Intinya dalam program ini akan diajarkan pembinaan karakter, pembiasaan karakter religius, bidang penalaran. Saat ini tempatnya berada di Jl. Surakarta, bersebelahan dengan Penitipan Anak Dharma Wanita. Para pengajar dalam program ini adalah mahasiswa terseleksi dan merupakan mantan peserta lomba MTQ. Hal ini dapat dilihat dari sisi kualitas dan output yang terukur.

Mahasiswa yang dulu merupakan peserta debat kandungan AL Quran dalam bahasa Inggris, menjadi pembimbing bahasa Inggris. Mahasiswa yang dulu mewakili UM dalam bidang desain komputer Al Quran bisa mengajarkan tentang komputer dan robotika. Ilmu yang ada cukup bervariatif dan memiliki banyak peminat.

“Mendatang kita meyakini bahwa prestasi tidak akan hadir secara instan. Semuanya itu berawal dari pembinaan. ASC ini adalah sebuah akademi, tempat pembinaan dan penempaan mahasiswa yang akan berlaga di ajang MTQ baik tingkat perguruan tinggi, tingkat regional, maupun nasional. Dengan pembinaan dan penempaan yang baik kita dapat berharap sebuah prestasi. Prestasi tentu bukan suatu hasil akhir, karena hidup ini tidak hanya sekedar persaingan, lebih dari itu hidup diisi untuk pembinaan karakter,” harapnya . “Pasca meraih predikat juara umum saat pertama kali, saya hadir ditengah tengah peserta MTQ dan memotivasi mereka untuk berjuang keras, berlatih keras, saatnya melakukan pembinaan, dan pelayanan dengan harapan kita dapat mengulang prestasi sebelumnya menjadi juara umum MTQ Mahasiswa tingkat nasional,” himbaunya (Ksr).

Tags, ,

Pancasila Sebagai Benteng dari Berkembangnya Radikalisme di Indonesia

Wawancara dengan Ketua Laboratorium Pancasila UM
Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M.Pd., MH

Peran Pusat Pengkajian Pancasila dalam mendukung pelaksanaan UM menjadi unggulan dan rujukan bagi institusi lain di Indonesia ,maupun luar negeri.

apasila atau yang biasa disebut Laboraturium Pancasila pada awalnya didirikan pada tahun 1967 yang dipelopori oleh beberapa dosen IKIP Malang. Salah satu diantaranya adalah Let. Kol. Darji Darmodiharjo, SH yang pada waktu itu menjabat sebagai Rektor IKIP Malang ke-5 pada tahun 1966 – 1970. Motivasi dan dasar pikiran didirikannya Lapasila pada saat itu didorong untuk melaksanakan cita-cita orde baru dan keinginan luhur serta kesadaran tanggung jawab untuk menegakkan pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

Read More

Standar Penjaminan Mutu (SPM): Maksimalkan Aktifitas Prodi

IMG_4188UM baru saja memperoleh akreditasi baru untuk prodi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (PJK) dan Pendidikan Sejarah. Menurut ketua SPM, Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd hal ini tak luput dari kerja maksimal yang dilakukan oleh prodi tersebut. Terpenting adalah bagaimana melakukan aktifitas maksimal dengan harapan memperoleh skor maksimal.

“Bagaimana prodi tampil mencerminkan prodi yang maksimal dengan harapan skor yang maksimal. Tidak dengan akal akalan,” tegas Imam.

Langkah yang ditempuh UM sejauh ini pada  awal tahun 2015 adalah lokakarya penulis borang. Baik untuk penulis borang prodi maupun borang pengelola. Kemudian dilakukan koordinasi.

Kemudian borang yang disusun prodi, dikirim ke SPM. Akan dilakukan dua penelaahan oleh reviewer internal lintas bidang studi, dan ditelaah secara teknis oleh tim SPM. Dilanjutkan oleh masukan dari keduanya dan dikembalikan ke prodi. Selanjutnya dicermati lagi. Jika ada kesalahan akan diperbaiki. Kemudian digandakan. Dalam proses penggandaan diupayakan dengan kualitas maksimal. Artinya tidak boleh difotokopi dengan tampilan borang harus cukup meyakinkan.

Cukup berbeda dengan tahun lalu, proses penggandaan dan pengiriman dilakukan oleh akademik, tapi kini dilakuakan oleh  SPM. Hal ini agar prose lebih efektif dengan hasil yang lebih maksimal.

“Dengan pola seperti itu akan dikenali borang mana yang sudah dikirim, yang sudah ditelaah,” lanjut dosen Fakultas Sastra ini.

Pada umumnya ada dua hal yang harus dicermati. Pertama, kecermatan pada saat penyusunan. Misal pada bagian tertentu harus ada tiga komponen, tapi hanya dua. Kedua dari sisi kelengkapan dokumen. Biasanya dari pihak prodi terkesan tidak mau menginputkan seluruh dokumen dan data-data pendukung.

Pendukung berbasis TIK sangat  diharapkan kedepan untuk memaksimalkan basedata sehingga segala sesuatu yang dibutuhkan didalam borang akan mudah diperoleh dan ditunjukkan. Dari sini kita dapat mengetahui berapa jurnal internasional yang dipublish.

Sejauh ini UM memiliki prodi dengan akreditasi  A 31 prodi, akreditasi B dengan 53 prodi, sedangkan terdapat 4 prodi yang masih berakreditasi C. Dalam periode kepemimpinan Prof. Rofi’uddin ini bisa tercapai 85% akreditasi A.

Imam juga mendorong prodi yang belum melakukan akreditasi untuk segera melakukan akreditasi karena juga berkaitan dengan citra dan kualitas prodi tersebut. (Ren)

Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Negeri Malang (UM) Dr. H. Sulton, M.Pd

LP3 UM Bersinergi dalam Pencapaian “Guru” Indonesia dan Asia Tenggara

1Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Negeri Malang (UM) Dr. H. Sulton, M.Pd, menyiapkan rumusan strategi LP3 ke depan, menyongsong pencapaian kampus UM sebagai unggulan dan rujukan di khawasan Asia Tenggara. Saat ditemui di ruang kerjanya (26/6) yang bertempat di Gedung H-8 Lantai 1 UM, Alumni S3 Teknologi Pembelajaran UM ini memaparkan misi LP3.

Read More

Publikasi Karya Ilmiah LP2M Siap ke Klaster Mandiri

Peran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang (UM) telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di masyarakat. Ada dua fokus yang dikembangkan lembaga ini, yaitu sebagai pusat pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat. LP2M UM merupakan integrasi dari Lembaga Penelitian (Lemlit) dan Lembaga pengabdian kepada Masyarakat (LPM). Integrasi ini dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 30 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Malang (UM).

Read More

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial