Category Archive Laporan Utama

Menginovasi Pendidikan Tinggi

“Kurikulum Transdisipliner dan Model Belajar Berbasis
Kehidupan”

Penulis: Budiharto/Moh. Ian Fajrin

Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd
Rektor UM

Era revolusi industri 4.0 ini, dunia dilanda macam-macam revolusi baik revolusi digital, revolusi industri, dan revolusi pengetahuan yang berubah dengan kecepatan tinggi. UM sebagai perguruan tinggi harus mengikuti perubahan jaman. Guna mengetahui seperti apa kiat UM untuk menyongsong perubahan ini, tim Majalah Swara Pendidikan UM telah melakukan wawancara khusus kepada Rektor UM, Prof. Dr. AH Rofi’uddin, M.Pd.

novasi belajar adalah jantung terdalam pendidikan, bahkan ulu hati bersenyawanya pendidikan. Tanpa inovasi belajar, pendidik-an akan kehilangan elan vital, bahkan kemudian “mati gaya”,  ketika menolak atau tidak  sanggup melakukan inovasi belajar di dalam kehidupannya. Misalnya, kebudayaan dan peradapan besar di dunia telah “mati gaya” dan punah karena tidak mampu berinovasi. Contohnya kebuda-yaan dan peradapan suku maya, Yunani kuno, maupun organisasi-organasasi koporatis, sosial budaya, politik-pun meredup ketika tak sanggup berinovasi.

Read More

UM Inovasi Prasarana & Sarana Pembelajaran

“Kalau Ingin Belajar yang Inovatif itu,
ya di UM”

Penulis: Budiharto

Kemajuan suatu negara saat ini di landasi dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan melahirkan sebuah inivasi baru. Hal yang sama juga dialami oleh Universitas Negeri Malang (UM) yang selalu berupaya untuk berinovasi dalam pembalajaran. Inovasi pembelajaran ini tidak hanya di kurikulum saja, namun juga di prasarana dan sarana pembelajaran, baik gedung, ruang belajar, laboratorium yang dulu bersifat konvensional sekarang dirancang dengan teknologi modern yang bisa mendukung berbagai macam model-model pembelajaran . Untuk mengulas hal tersebut Tim Majalah Swara Pendidikan telah melakukan wawancara khusus dengan Wakil Rektor II UM, Prof. Dr. Heri Suwigyo, M.Pd, di ruang kerjanya.

Prof. Dr. Heri Suwigyo, M.Pd

Read More

Pengembangan Inovasi Belajar di Universitas Negeri Malang

Penulis : Suhardi

Drs. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed., Ph.D.
Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan
dan Pembelajaran (LP3) UM

Universitas Negeri Malang (UM) telah mengantisipasi dampak revolusi industri 4.0 terhadap pembelajaran. Bersamaan dengan diperolehnya mandat dari Kemenristekdikti,  UM mengembangkan Center of Excellence (CoE) Inovasi Belajar sejak Financial Agreement antara Rektor UM dengan Islamic Development Bank (IDB) pada Rabu, 18 Mei 2016, di Jakarta International Convention Center (JCC). Untuk melaksanakan mandat tersebut UM melakukan 4 program dalam satu kesatuan yaitu (1) Pengembangan kurikulum berbasis kapabilitas, (2) Pengembangan sistem manajemen akademik, (3) Pengembangan lanskap belajar, riset inovasi belajar, dan konsorsium riset, serta (4) Pengembangan staf.

Read More

Kunjungan Dubes Tiongkok, Pererat Kerjasama UM-Tiongkok

Malang. Duta Besar (Dubes) Tiongkok untuk Indonesia H.E. Xiao Qian berkunjung ke Universitas Negeri Malang  (UM),  Kamis 14 Maret 2019. Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan kerja Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia ke Jawa Timur.

Read More

Prof. Dr. Hariyono, M.Pd

E-Learning dan Kurikulum Berbasis Kehidupan Langkah Awal UM Kembangkan Pusat Iptek Nasional

Wawancara dengan Wakil Rektor I UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., Terkait Pengembangan UM sebagai Pusat Unggulan Iptek Nasional Dalam Bidang Inovasi Pembelajaran.

Sebagai sebuah perguruan tinggi yang terkenal mencetak calon-calon guru yang berbakat dan terampil di bidangnya, Universitas Negeri Malang (UM) bertekad untuk mengembangkan diri sebagai pusat unggulan iptek nasional. Pengembangan iptek nasional ini lebih dikhususkan ke dalam bidang inovasi pembelajaran.

Read More

Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd

Kawah Condrodimuko Menuju Pusat Unggulan Iptek Bidang Inovasi Pembelajaran

Wawancara Rektor UM

Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd

Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd

Menjadi pusat unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) di bidang inovasi pembelajaran merupakan predikat yang bakal disandang Universitas Negeri Malang (UM). Hal ini juga merupakan kebijakan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Read More

Prof. Dr. Wahjoedi, M.E.

Sarana dan Prasarana Pendukung Learning Innovation

Prof. Dr. Wahjoedi, M.E.

Prof. Dr. Wahjoedi, M.E.

Pengembangan Universitas Negeri Malang (UM) sebagai Pusat Unggulan IPTEK Nasional Bidang Inovasi Pembelajaran terus dilakukan, termasuk pada sarana dan prasarana. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) perlu ditunjang dengan sarana prasarana yang memadai agar visi UM sebagai unggulan dan rujukan bisa berjalan selaras.

Read More

Dr. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed

Menapaki Tangga Pusat Unggulan Iptek Bidang Inovasi Pembelajaran

Wakil Rektor IV UM

Dalam rangka meningkatkan kualitas riset di perguruan tinggi Indonesia, Universitas Negeri Malang (UM) siap menjalankan mandat baru sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) bidang Inovasi belajar.

Kemristekdikti melalui Pinjaman Hibah Luar Negeri Islamic Development Bank (PHLN IDB) Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti menyelenggarakan Proyek Pengembangan Empat Universitas (Project 4 in 1), yang salah satunya menunjuk kampus UM.
Proyek Pengembangan 4 Universitas ini diharapkan selesai dalam jangka waktu 4 (empat) tahun yang pada tahun 2016 diawali dengan persetujuan pendanaan IDB dan penandatanganan Financial Agreement pada 18 Mei 2016.

Dr. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed

Dr. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed

Adapun tujuan PUI ini adalah meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan, sumberdaya, dan jaringan iptek dalam bidang-bidang prioritas spesifik agar terjadi peningkatan relevansi dan produktivitas serta pendayagunaan iptek dalam sektor produksi untuk menumbuhkan perekonomian nasional dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Rektor IV UM, Dr. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., pada kesempatan wawancara dengan Tim Swara Pendidikan UM, menyampaikan bahwa sejauh ini UM sudah mengembangkan inovasi belajar melalui penelitian di dua lembaga yang dimiliki yaitu Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3).

“Menjadi pusat unggulan itu sebenarnya proses kerja yang panjang. step pertama dimulai dari pusat studi di lembaga yang telah mempunyai tema riset tertentu, kemudian dari tema riset tersebut dibentuk konsorsium. Konsorsium ini bekerja dengan kelompok-kelompok riset dari lembaga/perguruan tinggi yang lain. setelah konsorsium itu terbentuk barulah bisa merumuskan untuk membuat suatu pusat unggulan iptek”, jelasnya

Bapak yang sekaligus dosen kimia ini menambahkan, bahwa untuk mencapai proses tersebut tidak bisa dilakukan dengan serta-merta. UM menargetkan hal ini dapat tercapai pada tahun 2019 mendatang. Pada saat ini fokus UM menyiapkan segala bentuk produk-produk yang dapat dihasilkan dari para civitas akademika.

“Kita akan meminta masing-masing fakultas untuk membuat produk-produk inovasi apa saja yang sudah dihasilkan. Hal itu nantinya yang digunakan sebagai base-line kita. Bisa juga penelitian yang dikumpulkan dan dijadikan suatu buku yang berisi tentang teori, model, maupun bagaimana penerapannya sebagai penjelas bahwa itu merupakan hasil inovasi dan dapat dipergunakan oleh orang lain”, lanjutnya.
Sebagai perguruan tinggi pendidik, Universitas Negeri Malang (UM) mempertahankan keunikannya sebagai penyedia sumber daya manusia yang menyiapkan pendidik anak bangsa. Apabila target ini dapat berjalan sesuai rencana, maka kontribusi UM sebagai pusat unggulan dapat dinikmati seluruh dunia pendidikan Indonesia.

Grafik Target Pencapaian PUI yang direncanakan bakal goal tahun 2019

Grafik Target Pencapaian PUI yang direncanakan bakal goal tahun 2019

Penulis : Nike V. Yuarko/ Suhardi

Rektor UM, Prof AH. Rofi’uddin, M.Pd

Pandangan Rektor UM terhadap Pendidikan di Indonesia

Dengan Berkarya untuk Bangsa, UM Mengkhidmatkan Diri Sebagai Pendidik Generasi Penerus Negeri

Kualitas pendidikan di Indonesia masih heterogen. Pemerataan pendidikan yang selama ini digalakkan, belum sepenuhnya menyentuh daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T). Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pemangku kebijakan stakeholder untuk mengentaskan permasalahan pendidikan.

Secara kuantitas, jumlah guru di Indonesia relatif terpenuhi. Ada sekitar tiga juta guru, untuk pelajar usia enam sampai dengan delapan belas tahun, atau sekitar sembilan puluh juta orang. Secara rasio, jumlah ini sudah ideal tetapi, apakah kualitasnya juga sudah terpenuhi?

Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti

Rek tor UM, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd memberikan cindera mata kepada Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti (Dirjen SDM Kemeristek Dikti)

Tidak dipungkiri bahwa guru-guru berkualitas baik rata-rata berada di Pulau Jawa dan wilayah perkotaan di tiap-tiap daerah. Begitu juga sarana dan prasarana sekolah yang tidak sepadan antara satu dengan yang lainnya. Kondisi demikian, akan mempersulit penerapan kebijakan standar kelulusan di negeri ini. Hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu adalah tenaga akademik, ditunjang sarana dan prasarananya, setelah itu baru standarisasi lulusannya.

Namun semua rencana akbar ini akan hanya menjadi sebatas wacana, jika tidak segera dimulai pelaksanaannya di lapangan. Tentunya akan banyak melibatkan semua pihak, mulai dari peran perguruan tinggi sebagai penyuplai sumberdaya manusia, masyarakat sebagai objek yang dikembangkan, dan pemerintah sebagai penyedia sumber dana. Tiga komponen ini harus dapat berkolaborasi demi kelangsungan pendidikan di negeri ini.

Sebagai langkah konkrit dalam keikutsertaannya mengabdi kepada negeri, Universitas Negeri Malang (UM) telah mendedikasikan diri sebagai penyedia sumber daya tenaga pendidik untuk dapat didistribusikan ke daerah-daerah. UM telah menerima mahasiswa kerjasama seperti Lembaga Pengembangan Amungme dan Kamoro (LPMAK), dan Program Afirmasi Pendidikan (ADIk Papua). Program itu dimaksudkan untuk memberikan pembelajaran yang berkualitas kepada putra/putri daerah yang nantinya akan mengabdi untuk daerahnya. Selain itu UM juga tergabung dalam program pemenuhan tenaga pengajar untuk daerah 3T melalui program Sarjana Mengajar untuk Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T).

Selain itu, program Teachers Quality Improvement Program(TEQIP) yang tersebar pada enam kabupaten dari lima provinsi juga diharapkan mampu mengangkat performa tutor dan instruktur di daerah. Sasaran TEQIP 2015 meliputi Provinsi Sumatera Barat (Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman), Provinsi Kalimantan Tengah (Kabupaten Kota Waringin Timur), Provinsi Sulawesi Tenggara (Kota Kendari), Provinsi Maluku (Kabupaten Maluku Tenggara), dan Provinsi Papua Barat (Kabupaten Fak-Fak). Hal ini dimaksudkan untuk peningkatan kualitas guru. Para guru yang selama ini masih kurang berinteraksi dengan anak didik, didorong untuk mencoba memperhatikan anak-anak didik sebagai manusia seutuhnya. Banyak guru ketika memasuki ruang kelas, yang dibayangkan adalah materinya, tidak pernah membayangkan bagaimana siswanya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa seorang siswa yang tidak menyukai suatu mata pelajaran, biasanya diawali dengan ketidaksenangan terhadap gurunya.

Di samping itu, Universitas Negeri Malang tidak hanya fokus pada permasalahan dalam negeri. Sebagai institusi perguruan tinggi yang mengemban Tri Dharma perguruan tinggi, UM juga merumuskan program kerjasama dengan berbagai universitas di luar negeri. Hal ini dimaksudkan mempersiapkan kualitas pembelajaran yang ada di UM. UM giat menjalin nota kesepahaman dengan berbagai universitas di luar negeri dalam bidang riset, pertukaran pelajar, maupun pertukaran tenaga dosen.

Selama ini UM sudah melaksanakan Critical Language Scholarship (CLS), Darmasiswa, In Country, Summer Camp, dan sebagainya. Semua upaya itu dilakukan dalam rangka publikasi kebudayaan dan pembelajaran yang ada di Indonesia untuk masyarakat mancanegara. Hal tersebut yang akan terus dipupuk dan dikembangkan dalam waktu mendatang. Seperti halnya program CLS yang selama ini disuplai dari berbagai kampus di Amerika. Rencananya UM akan mengunjungi kampus-kampus tersebut untuk menguatkan kesepahaman dan mencari hal yang bisa dikolaborasikan kembali. (Har)

 

Tags, , ,

Wakil Dekan I FIK UM

Tidak Hanya Sumbang Prestasi Nonakademik

Fakultas Ilmu Keolahragaan UM

Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) memang identik dengan aktivitas olahraga, karena ini yang menjadi ciri khas tersendiri, yang selama ini telah melahirkan atlet-atlet yang bertalenta. Dalam berbagai kejuaraan olahraga di kancah nasional, FIK UM selalu unjuk gigi.

Dalam upaya mengembangkan pendidikan, FIK UM telah merancang kurikulum pendidikan yang memadukan bidang akademik dan nonakademik. Kurikulum ini dibuat untuk memberikan ruang kepada mahasiswa agar memiliki prestasi yang seimbang. Diharapkan, proses pembelajaran yang dilakukan dapat bervariasi.

Pandangan Wakil Dekan I FIK UM, Dr. Sapto Adi, M.Kes tentang kegiatan Akademik FIK

Wakil Dekan I FIK UM

Wakil Dekan I FIK UM Dr. Sapto Adi, M.Kes

FIK Universitas Negeri Malang (UM) siap mendukung Rencana Strategis (Renstra) UM. Sebagai fakultas yang membidangi olahraga, FIK tetap mengunggulkan bidang olahraga sebagai identitas fakultas. Keunggulan inilah yang menjadi ciri khas dan pembeda dengan fakultas yang lain di UM.

Hal tersebut tidak serta merta membuat FIK meninggalkan bidang akademik. Sebagai Insan akademis di lingkungan pendidikan, FIK merancang sistem pembelajaran dan pengajaran yang tepat. Rancangan ini tertuang dalam pembuatan bahan ajar. Direncanakan ada 11 buku ajar yang sedang dikerjakan oleh para dosen. Terdapat delapan bahan ajar yang diterbitkan, dan sudah diaplikasikan sebagai media pengajaran dalam satu tahun ini. Tujuh diantaranya merupakan buku pegangan untuk mahasiswa. Bahan ajar ini tentunya ditulis dalam koridor Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang dirancang oleh UM. FIK menerbitkan bahan ajar berdasarkan kurikulum yang sudah di revisi pada tahun 2015, sambil menunggu pedoman kurikulum dari universitas. Meskipun demikian, FIK tidak merasa khawatir akan adanya perubahan, karena idealnya bahan ajar akan dievaluasi setiap tahun. Apabila ada perubahan, bahan ajar tersebut akan disesuaikan dengan kurikulum terbaru berdasarkan pedoman universitas.

Selain itu sebagai suplemen dalam pembelajaran FIK melakukan seminar dan kuliah tamu pada empat jurusan yang ada. Tujuannya memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi mahasiswa dan berlatih dalam mengorganisasi kegiatan (event), sehingga hal ini dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk menjadi event organizer (EO). Penyelenggarakan seminar juga dimaksudkan untuk pembelajaran para dosen dilingkungan FIK, agar kualitas dosen dan proses pembelajaran semakin meningkat dan berkualitas.

Peningkatan Kualitas Dosen melalui Penelitian

Selain peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa melalui penulisan bahan ajar, FIK juga memberikan kesempatan kepada dosen untuk meningkatkan kualitas diri melalui penelitian. Fakultas memberikan kesempatan kepada seluruh dosen terutama yang sudah PNS untuk melakukan penelitian. Ada 12 judul penelitian kelompok (terdiri dari 3 orang termasuk ketua) yang dikerjakan oleh dosen FIK pada tahun 2015 sehingga hampir semua dosen terlibat dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan oleh para dosen di empat jurusan Yaitu Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan, Ilmu Keolahragaan, Pendidikan Kepelatihan Olahraga, dan Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Pengabdian Fakultas Ilmu Keolahragaan kepada Masyarakat

Selain bidang akademik FIK UM juga melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian tersebar pada masing-masing jurusan. Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga melakukan pengabdian dalam pembinaan atlet, Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat melakukan kegiatan penyuluhan dan pengobatan ringan terhadap masyarakat di Kabupaten Trenggalek, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan melakukan pengabdian ke sekolah-sekolah melalui program KPL dan KKN, serta Jurusan Ilmu Keolahragaan yang terjun ke masyarakat dalam pembinaan dan sosialisasi terhadap isu-isu olahraga nasional.

Program-program semacam ini dapat membentuk jiwa sosial mahasiswa sebagai pengabdi kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya sibuk dalam pembelajaran di bangku kuliah, tetapi dapat melakukan praktek langsung di lingkungan masyarakat. Memang pengabdian semacam ini tidak dapat dinilai dalam sudut pandang materi. Kebanyakan masyarakat menilai sebuah pengabdian dari sisi materi, tetapi implikasi dari pengabdian FIK adalah memberikan wawasan dan keilmuan kepada masyarakat agar pengetahuan mereka terhadap kesadaran tentang hidup sehat semakin tinggi.

Pada tahun 2015 FIK memberikan kesempatan bagi dosen semua jurusan untuk melakukan pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 judul pengabdian masyarakat dikerjakan secara kelompok sehingga banyak dosen yang terlibat. Tempat pengabdian kebanyakan di wilayah Malang Raya.

Kolaborasi FIK dengan Instansi Lain

Fakultas Ilmu Keolahragaan UM menyadari bahwa untuk menjadi besar dan berkembang perlu melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak lain. Bukan hanya dengan fakultas-fakultas internal UM, tetapi juga kerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah, dan Kebudayaan.

UM menjadi mitra dan berpartisipasi terhadap kedua lembaga negara tersebut sebagai instruktur dalam pembinaan klub-klub olahraga. Pembibitan dan regenerasi atlet menjadi fokus utama dalam menyangga reputasi atlet Indonesia ke depan. Oleh karena itu peran lembaga pendidikan diperlukan untuk mencari bakat dan pembinaan kemampuan atlet.

Dalam rangka penyediaan tenaga terampil untuk juri dan wasit, FIK UM mendidik dan memberikan pelatihan terhadap para pengadil lapangan ini. Aspek yang difokuskan dalan pelatihan adalah untuk selalu meng-update keilmuan di bidang olahraga.

Penyiapaan Tenaga Terampil

Sebagai peningkatkan mutu pelayanan terhadap pengajaran, FIK memberikan kesempatan kepada para dosen pengajar untuk menimba ilmu ke luar negeri (Australia) dengan mengambil program master seperti dr. Desi Ariwinanti dan di dalam negeri dengan mengambil program doktor seperti 1) Drs. Mahmud Yunus, M.Kes, 2) dr. Mohamad Yunus, M.Kes., 3) dr. Hartatik Ek

Wakil Dekan I FIK UM

Wakil Dekan I FIK UM Dr. Sapto Adi, M.Kes

o Wardani, M.Si Med., 4) Drs. Mua’rifin, M.Pd., 5) Drs. Lokananta THW, M.Kes., 6) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. Tempat studi lanjut kabanyakan di UNESA kecuali dr. Hartati di UB.(Har)

Tags,

Dekan Fakultas Teknik UM, Dr. Andoko, S.T., M.T.

Karya Monumental Untuk Bangsa dan Negara

Wawancara dengan Dekan Fakultas Teknik UM, Dr. Andoko, S.T., M.T.

Dalam kehidupan universitas kita mengenal dasar Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Berkarya untuk bangsa tentunya tidak dapat dilepaskan dari tiga bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Apabila karya-karya penelitian kita hebat, dalam arti bisa difungsikan, diaplikasikan, dan dipublikasikan bukan hanya di level nasional tetapi juga di tingkat Internasional, itulah sebenarnya wujud nyata kekaryaan kita. Kita ingin kekaryaan yang kita ciptakan selama ini bersifat monumental, diakui di level nasional maupun mendapatkan pengakuan dari dunia internasional baik lewat publikasi, konfrensi, maupun jurnal-jurnal ilmiah bertaraf internasional,” ujar Dr. Andoko, S.T., M.T.

Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, selama ini Fakultas Teknik (FT) telah banyak memanfaatkan teknologi tepat guna dalam membantu aktivitas masyarakat. Implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG) sebagai salah satu karya dosen FT, Dr. Muhammad Alfian Mizar, M.P., telah bany

Dekan Fakultas Teknik UM, Dr. Andoko, S.T., M.T.

Dekan Fakultas Teknik UM, Dr. Andoko, S.T., M.T.

ak mendapatkan pengakuan. Implementasinya di masyarakat sudah jelas dan banyak yang mengakui keunggulan dan kemanfaatannya. Hal ini merupakan salah satu bentuk wujud kepedulian dalam berkarya untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Di bidang pendidikan dan pengajaran tidak jauh berbeda, model-model pembelajaran yang dilakukan selama ini harus dapat mengakomodir kegiatan-kegiatan kejuruan. “Salah satu ranah pendidikan yang kita geluti selama ini adalah pendidikan kejuruan. Kita harus dapat menciptakan model-model pembelajaran tepat sasaran dan harus dapat dipublikasikan untuk menjadi rujukan bagi semua kalangan kejuruan. Masyarakat luas harus tahu bila FT UM memiliki model-model pembelajaran yang unggul dan inovatif. Dengan masyarakat luas tahu keunggulan model pembelajaran yang kita ciptakan, sejatinya hal ini merupakan bagian dari penciptaan karya dan pengabdian bagi masyarakat dan bangsa,” jelas Dekan FT UM ini.

Kesempatan ini tidak hanya diberikan seluas-luasnya kepada dosen, melainkan juga diberikan kepada mahasiswa lewat program pendidikan yang sedang dijalaninya berjalan untuk mengembangkan minat bakatnya agar dapat menghasilkan karya yang berguna bagi masyarakat dan bangsa. FT UM memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa yang ingin berkreasi dan mempresentasikan hasil karyanya baik di tingkat nasional maupun internasional. “Saat ini ada mahasiswa FT UM yang sudah mendapat panggilan ke Singapura. Salah satu mahasiswa FT UM peserta Pimnas 2015 yang telah berhasil mempresentasikan proposalnya, turut diundang untuk mempresentasikan proposalnya di tingkat internasional. Hal ini artinya kita juga memberikan peluang yang sama kepada mahasiswa. Bahkan saya berpesan kepada WD III agar menghimbau mahasiswa untuk tidak hanya melakukan hal-hal yang kecil, melainkan juga melakukan hal-hal yang besar. Mahasiswa kita harapkan dapat menjadi presenter-presenter dalam konferensi maupun pertemuan di level internasional di bidang program studinya masing-masing,” ujar Dosen Teknik Mesin ini

Rekan-rekan kita di Pegawai Laboran Pendidikan (PLP) juga mendapatkan kesempatan sebesar-besarnya untuk mengembangkan diri dalam ilmu yang digelutinya selama ini. “Baru-baru ini ada empat orang PLP yang diundang untuk mempresentasikan proposalnya di tingkat internasional. Tidak hanya dosen, mahasiswa, dan PLP melainkan semua unsur yang ada di FT UM kita berikan kesempatan yang sama untuk menunjukkan eksistensinya dalam menciptakan suatu karya yang berguna bagi bangsa dan negara,” lanjutnya.

Dalam memberikan kesempatan kepada PLP, FT UM mengutamakan PLP yang mengajukan proposalnya untuk menjadi presenter, sedangkan yang hanya menjadi peserta konfrensi belum diutamakan. “Kami ingin mendorong semua unsur yang ada di FT untuk memiliki keahlian menjadi presenter di konfrensi, seminar, dan symposium baik nasional maupun internasional. Dengan semakin banyaknya proposal yang dipresentasikan oleh sivitas FT, maka akan banyak pula kemanfaatan yang bisa diperoleh oleh publik dari FT UM. Tahun 2015 ini di bidang pengabdian masyarakat telah nampak dengan jelas kebermanfaatan karya-karya tekhnologi tepat guna rancangan Dr. Alfian Mizar. Berbagai mesin tepat guna tersebut telah banyak membantu masyarakat dalam aktivitas sehari-hari di daerah yang menjadi lokasi pengabdian. Rancangan mesin ini jelas sekali implementasinya, sehingga dapat mengantarkan FT UM untuk lebih berkarya dalam membangun masyarakat ke arah yang lebih baik. Penelitian lain tidak kalah hebatnya ditemukan oleh Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng., Ph.D. yang telah menemukan Algoritma berkaitan dengan Artificial intelegence. Penemuannya telah dipresentasikan dalam forum-forum internasional, konferensi, seminar, dan symposium di berbagai negara. Arif Afandi merupakan asset berharga yang saat ini dimiliki oleh FT UM. Karya yang dihasilkannya ini dapat membawa kebanggaan bagi UM dan bangsa Indonesia di mata dunia Internasional. Ini artinya kami ingin menumbuhkan peneliti-peneliti lain seperti Arif Afandi. Hal ini merupakan karya yang monumental, karena ilmu yang sedang dikembangkan ini direspon oleh masyarakat dunia. Akan banyak masyarakat internasional yang akan mengapresiasi ilmu yang baru dikembangkan Arif Afandi ini. Mendatang kami akan mengembangkan dan menciptakan karya-karya monumental yang bermanfaat dan berguna bagi bangsa dan Negara,” harapnya.

Teknologi mesin memiliki kontribusi yang banyak dalam semua lini kehidupan. Kontribusi tersebut ada yang bisa dirasakan langsung dan ada yang belum terasa. “Kami sudah bekerjasama dengan sejumlah SMK di Jawa Timur, salah satu yang kita kerjasamakan adalah pendidikan dan pelatihan untuk menjadi calon kepala bengkel. Untuk meningkatkan kulaitas SDM yang ada di masing-masing SMK, mereka mendapat pelatihan khusus dari FT UM. SMK ini tersebar di Trenggalek dan Gempol Pasuruan. Secara umum bidang pendidikan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat mencoba untuk mendekatkan bahwa kami ada dan siap berkontribusi kepada mereka. Memberikan pengalaman dan sharing kepada mereka,” lanjutnya.

Selain itu FT UM juga bekerja sama dengan Direktorat SMK menelaaah buku-buku SMK. Ada sekitar 80 Buku SMK dengan kurikulum 13 yang sedang ditelaah oleh Tim FT UM. Kami juga melakukan sharing tenaga, dimana disaat dibutuhkan oleh Direktorat SMK kami akan menerjunkan tenaga dari jurusan yang sesuai. Banyak buku-buku tentang teknik mesin, teknik elektro, teknik sipil, teknik otomotif, teknik alat berat, dan survey pemetaan yang membutuhkan tenaga khusus dari FT UM untuk menelaah lebih lanjut masing-masing buku tersebut. Beberapa ilmu lain yang tidak dimiliki oleh FT UM seperti teknik budidaya ikan, kerang, kepiting, dan udang kami bekerjasama dengan perguruan tinggi lain yang memiliki tenaga terampil dibidangnya masing-masing.” Kami bekerjasama dengan Perguruan Tinggi lain dalam menyiapkan tenaga ahli yang berkompeten dalam menelaah buku-buku yang dipercayakan Direktiorat SMK. Dalam hal ini FT UM memiliki tugas untuk meriview semua buku-buku SMK yang telah ada, dan jumlahnya mencapai 80 buku,”urainya mengakhiri wawancara. (Ksr)

Tags, , ,

Wakil Dekan I FS UM, Dr. Primardiana HW. M.Pd

Siapkan Akreditasi Internasional Jurusan Bahasa Inggris Tingkat Asean

Wawancara dengan Wakil Dekan I FS UM, Dr. Primardiana HW. M.Pd

Hal istimewa yang kini tengah dipersiapkan oleh Fakultas Sastra adalah mempersiapkan akreditasi internasional Jurusan Bahasa Inggris tingkat Asean. Bekerja untuk bangsa dimulai dari bagaimana mempersiapkan calon pemimpim bangsa agar mendapatkan bekal yang lebih baik dari para dosen.

Kontrak kerja yang telah disepakati antara Dekan dan para Wakil Dekan merupakan langkah utama Dr. Primardiana dalam membangun Fakultas Sastra (FS) untuk berkarya. dalam meningkatkan kedisiplinan bagi dosen dan mahasiswa FS yang saat ini sedang gencar untuk menyusun Prosedur Operasional Baku (POB). Penyusunan POB pembelajaran sebagai strategi awal pemenuhan standar proses pembelajaran dirasakan sangat penting dalam pembangunan Fakultas Sastra saat ini.

Tahun ini, ada tiga Prodi S1 dan tiga Prodi S2 yang saat ini sedang menyusun borang institusi. Untuk itu saat ini FS sedang memfokuskan agar tim penyusun mendapatkan perhatian khusus dengan menyediakan fasilitas pendukung dalam penyusunan borang institusi, karena kedepan Fakultas Sastra ditargetkan untuk memperoleh Akreditasi A bagi Program Studi Bahasa Jerman dan Bahasa Indonesia.

Fakultas Sastra dalam Bidang Seni dan Kerjasama dengan Luar Negeri

Dalam bidang kerjasama dengan luar negeri FS memiliki banyak mahasiswa asing. Sebaliknya, ada beberapa Mahasiswa yang telah melaksanakan Kajian dan Praktik Lapangan (KPL) di UM yang berasal dari Universitas Yala Rajabhad (Thailand Selatan). Selanjutnya, ada sekitar 15 Mahasiswa dari Fakultas Sastra untuk melakukan praktek mengajar di sekolah-sekolah pada Thailand Selatan selama 4 bulan dan 9 orang mahasiswa lainnya juga melaksanakan PPL di Universitas Walailak selama 45 hari. Karena begitu baiknya hubungan stakeholder antara Fakultas Sastra dengan universitas luar negeri, FS mencanangkan untuk tahun depan mahasiswa dan dosen agar dapat mengikut pameran dalam memenuhi undangan yang telah diberikan oleh Yala Rajabhad University.

Pada bidang Seni, FS saat ini tengah bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Malang agar tahun ini dapat membawa beberapa orang mahasiswa untuk melaksanakan pentas seni tepatnya di Australia. Selain itu, untuk Jurusan Seni dan Desain sangat banyak karya dari mahasiswa seperti batik dan kriya yang diminati oleh mahasiswa asing. Tidak hanya diminati, mahasiswa asing yang sedang menempuh kuliah di UM juga diajarkan berbagai macam hal menarik seperti membatik, tari, dan kriya disamping pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai penutur asing.

Dalam Bidang Pengembangan Kompetensi Mahasiswa

Terkait dengan KKN (Kuliah Kerja Nyata) didalam kampus, FS ke depan akan mencanangkan untuk melaksanakan KKN di dalam kampus. Untuk kedepannya FS segera mencanangkan agar dapat bekerja sama dengan dekan setiap fakultas di UM. Dalam hal melayani mahasiswa semisal yang ingin meningkatkan TOEFL atau kemampuan bahasa ingrisnya mahasiswa sastra inggris dapat memberikan sebuah pelatihan kepada mahasiswa lainnya kemampuan berbahasa Inggris yang baik.

Terakhir, dalam strateginya FS juga telah merencanakan mulai tahun depan akan mewajibkan setiap mahasiswa dapat menguasai dua bahasa berbeda. Dalam artian bahwa, ada mata kuliah lintas jurusan yang harus diambil oleh setiap mahasiswa. Dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) nantinya dijelaskan bahwa dalam perkuliahan disajikan dalam dua bahasa. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk menguasai dua bahasa asing sekaligus. (Ozy)

Tags

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial