Category Archive Laporan Utama

WR I UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd memberikan cinderamata kepada narasumber

Revolusi Pendidikan Karakter Bangsa

Seminar Nasional Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia

WR I UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd memberikan cinderamata kepada narasumber

WR I UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd memberikan cinderamata kepada narasumber

Isu dekandensi moral dalam tataran kehidupan pribadi, masyarakat, bangsa dan negara telah menyita perhatian semua komponen bangsa Indonesia. Mereka prihatin terhadap melemahnya nilai-nilai luhurnya, padahal karakter suatu bangsa merupakan identitas yang melekat dalam jati diri bangsa ini. Peranan pendidikan diharapkan mampu memecahkan fenomena ini, dan menumbuhkan rasa kebangsaan.

Melihat latar belakang tersebut, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang menggelar Seminar Nasional dan Rapat Kerja Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI). Kegiatan dilangsungkan di Aula Utama Gedung A3 lantai 2 UM, pada Rabu s.d Kamis (28-29/10/2015).
Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd yang membuka acara tersebut menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila hendaknya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila selama ini kita sudah mempelajari Pancasila tapi tidak mengamalkannya, berarti Pancasila hanya sebagai wacana saja. Padahal yang terpenting adalah nilai-nilai Pancasila tersebut sebagai pandangan hidup yang harus diterjemahankan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap hasil seminar ini tidak hanya berhenti pada ruangan ini. Tetapi dapat rekomendasikan kepada Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, maupun KPK sebagai upaya memperkaya wawasan tentang paradigma pendidikan karakter bangsa dalam konteks masyarakat Indonesia”, harapnya

Materi yang disajikan oleh para narasumber yaitu Pencegahan Korupsi dengan Membangun Karakter Bangsa yang disampaikan oleh KPK, Strategi Pembangunan Pendidikan Kesadaran Hukum oleh Prof. Dr. Suko Wiyono, Paradigma Baru Pendidikan Karakter Bangsa oleh Prof. Dr. Udin S. Winataputra, MA, dan Nilai-nilai Esensial dalam Pendidikan Karakter Bangsa oleh Prof. Dr. Sapriya, M.Ed.

Selama ini pengembangan karakter luhur dan wawasan kebangsaan diwadahi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Aplikasinya disampaikan melalui pelajaran adaptif di sekolah. Hal kontradiktif yang masih terjadi adalah siswa masih mengalami pembelajaran PPKn yang tidak selaras dengan kondisi riil yang terjadi di luar kelas. Hal ini menjadikan persepsi bahwa apa yang telah disampaikan oleh seorang guru menjadi tidak bermakna. Oleh karena itu hasil seminar dan rapat kerja selama tiga hari ini diharapkan dapat mengemas gagasan dan paradigma baru dalam pendidikan, serta mengontruksi strategi pengembangan pendidikan di Indonesia. (Har)

Tags, ,

Salah satu kegiatan dalam seminar TEQIP berupa pameran dan simulasi media pembelajaran

Membangun Generasi Kreatif Melalui Pembelajaran Bermakna

Seminar Nasional TEQIP

Mendorong meningkatnya produktivitas guru-guru yang ditandai dengan makin banyaknya karya tulis para guru peserta Teachers Quality Improvement Program (TEQIP) yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Inilah salah satu cara UM berkaraya membangun bangsa.

Imbas Pelatihan TEQIP

“Peserta yang datang dari jauh-jauh sangat semangat ingin menyaksikan karyanya ditampilkan dalam Seminar Nasional ini. Meningkatnya kinerja guru dalam produtifitas yang ditandai makin banyaknya karya peserta TEQIP yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Kegiatan ini mampu mengimbas sehingga mereka berinisiatif menulis karya ilmiah. Meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, dan meningkatkan rasa senang siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal ini merupakan dampak dari pelatihan TEQIP. Para trainer telah medesiminasikan TEQIP kepada guru sampai ke daerah-daerah terpencil melalui kelompok kerja baru, atau program-program yang dibuat bersama Diknas daerah masing-masing. Kegiatan ini tidak berhenti dipelatihan TEQIP, juga mampu mengimbas ke kegaitan-kegiatan yang dilakukan di daerah masing-masing ,”ungkap Ketua LP3 UM, Dr. Sulton, M.Pd.

Meningkatkan Kualitas Guru Indonesia.

Sambutan Rektor UM dalam Seminar Nasional TEQIP

Sambutan Rektor UM dalam Seminar Nasional TEQIP

Rektor UM Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd memaparkan, ”Kita tahu, yang kita kerjakan ini mengimplementasikan Pembukaan Udang-undang Dasar 1945, yang merupakan terminologi yang menjadi pijakan kerja untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa. Kalau kita perhatikan pilihan kata mencerdaskan bangsa ini tampaknya dari para pendiri bangsa ini, pendahulu kita memikirnya jauh kedepan. Jadi bukan mencerdaskan aspek intelektualnya saja, tapi kehudupanya yang dicerdaskan. Dalam kehidupan ini memang didalamnya meliputi juga aspek religius, bagai mana sosialnya, bagaimana seluruh kecerdasan-kecerdasan hidup. Kita tahu bahwa dengan cerdasnya satu bangsa tentu implikasinya jauh, dengan kecerdasan diharapkan tingkat kemakmurannya tinggi, kesehatanya bagus, ujung-ujungnya peradapanya bagus. Itulah sebenarnya yang kita kerjakan bagaimana mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita ingin mengajak Bapak, Ibu semua dalam hal bagaimana mendorong kualitas pendidikan. Kita awali dari potret pendidikan kita. Indonesia ini memang membutuhkan tiga juta lebih orang guru. Jika TEQIP ini sudah mengimbas pada empat puluh ribu guru itu baru menyentuh satu persen dari seluruh guru di Indonesia. Dengan tiga juta guru ini upaya yang dilakukan oleh pemerintah sudah sangat bagus dari segi peraturan perundangan yang regulasinya mulai tahun dua ribu tiga. Ada sistem pendidikan nasional diikuti oleh regulasi-regulasi tujuannya satu bagaimana guru bisa menjadi lebih baik.”

Lebih lanjut, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd menambahkan bahawa proses pendidikan saat ini menutut pola berfikir bermutu tinggi. Begitu juga dalam otonomi pengembangan profesi. Orang yang paling tahu tentang bagaimana cara mengajar membaca permulaan SD kelas satu adalah guru SD kelas satu.

“Seorang guru yang baik adalah guru yang bisa menjadi inspirator, kalau bisa menginspirasi anak didiknya, tentu dalam hal baik. Kita perlu belajar bagaimani kita bisa menjadi inspirasi bagi anak didik kita supaya bisa menjadi manusia-manusia hebat. Begitu pula dengan kurikulum, dan seterusnya”, tambahnya

Selain menjadikan pendidikan ini maju, tentunya masih banyak pekerjaan rumah yang harus terselesaikan mendatang. Diantaranya merumuskan ulang standar kopetensi guru yang selama ini kurang jelas, menstandardkan teknologi, dan mempertajam instrumen alat ukur penilaian.

Program TEQIP yang dimotori oleh LP3 UM ini, bekerjasama dengan PT Pertamina. dalam penyelenggaraan Semiar Nasional ini diikuti 187 peserta di Hotel Purnama Batu. (bud)

Tags,

Dr. Hariyanto selaku Ketua Jurusan Seni dan Desain UM memberikan cinderamata kepada narasumber

Peran Strategis Seni dan Budaya dalam Membangun Kota Kreatif

Seminar Nasional Jurusan Seni dan Desain UM

Seminar Nasional ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2015 di Aula Utama A3 UM, diikuti oleh 209 peserta dari kalangan akademisi, para pemerhati seni dan desain dari delapan Propinsi di Indonesia. Hadir sebagai pembicara utama, Prof. Dr. Yasraf Amir Pilliang, M.A., dari ITB Bandung, Prof. Dr. Ayu Sutarto, dari Universitas Negeri Jember, Dr. Hariyanto, M.Hum dari Universitas Negeri Malang (UM).

Penyelenggaraan Seminar Nasional ini bertujuan mendorong dinamisasi seni dan desain, sehingga lebih bermakna yang pada gilirannya mampu meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan Nasional. Penguatan program pembangunan Nasional dalam koridor ekonomi kreatif, menempatkan seni, dan desain sebagai salah satu pilar utama. Pada koridor tersebut seminar ini di selenggarakan untuk memperkuat kebermaknaan seni dan desain dalam penguatan ekonomi kreatif, khususnya pengembangan kawasan kota-kota kreatif.

Membangun Kota Kreatif

Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang, M.A. memaparkan, ‘kota’ bukan sesuatu yang diam, statis, dan tak bergerak, melainkan ‘hidup’, berubah bahkan bertransformasi. Agar dapat berubah ke arah yang lebih baik, lebih tertata atau lebih nyaman, kota membutuhkan kebauran dan kemajuan: sistem, bentuk, susunan, gaya. Untuk mencapai kemajuan, kota memerlukan inovasi melalui kekuatan kreativitas, dengan mengeksplorasi segala sumberdaya dan kapasitas yang ada. Kekuatan kreativitas bertumpu pada individu, komunitas atau kelas kreatif, yang secara tanpa henti menghasilkan ide-ide baru. Kota yang mampu menggerakkan individu-individu kreatif dan sumberdaya yang ada untuk menghasilkan gagasan dan produk kreatif demi kemajuan, itulah ‘kota kreatif’.

Kreativitas bukan sesuatu yang berdiri sendiri, akan tetapi ada di dalam berbagai medan sosial, dengan segala kompleksitas bentuk dan nilai-nilainya. Kreativitas adalah aktivitas sosial-kebudayaan, karena kebudayaan dapat dipahami sebagai tindakan manusia dalam mengeksplorasi terus-menerus pikiran, gagasan untuk menciptakan karya-karya baru. Karena itu, menggali gagasan-gagasan kreatif di sebuah kota kreatif sama artinya dengan menggali dan mengembangkan gagasan-gagasan budaya baru yang memberikan kebaikan bagi masyarakat kota. Kota yang ‘hidup’ adalah kota yang selalu dibangun oleh spirit mencari sesuatu yang baru bagi peningkatan kualitas kota: konsep, produk, tanda dan makna.

Salah satu dimensi kebudayaan yang kasat mata di sebuah kota adalah ‘budaya visual’ (visual culture), yaitu bentuk kebudayaan yang dapat dilihat oleh mata. Dapat dikatakan, di abad yang di dalamnya citra-citra visual mendominasi wajah kota, dimensi visual sebuah kota adalah dimensi yang paling mendominasi pengalaman keseharian kita. Landmark sebuah kota ditandai oleh “indentitas visual” (visual indentity), yang membedakannya dengan kota-kota lain: gedung, monumen, menara, gerbang, plaza, alun-alun, masjid, gereja, taman kota, stadion, pasar, kanal, jembatan, dsb. Singkatnya, indentitas visual sebuah kota menunjukkan budaya visual yang melatarinya, serta bagaimana semuanya memberi makna pada kota sebagai jantung perdaban.

Mempersiapkan Pembangun Kota Kreatif Melaui Pendidikan.

“Para pendidik seni-budaya Indonesia pada saat ini masih disibukkan dengan pelaksaan dua kurikulum yaitu KTSP dan Kurikulum 2013 yang masih kontroversi. Selain memikirkan masalah perubahan kurikulum, mereka juga disibukkan oleh kegiatan administrasi (RPP, LKS, PLPG/PPG, UKG, UKG, dll.) yang menyita cukup banyak waktu. Perhatian para pendidik seni-budaya untuk pengembangan kurikulum dirasa kurang karena peran pendidik dalam kurikulum 2012 amat berkurang. Indonesia pada saat ini sudah menjadi bagian MEA dan terhubung dalam ekonomi global. Salah satu andalan ekonomi abad ke-21 adalah ekonomi kreatif yang lebih berfokus pada ekonomi budaya. Lembaga pendidikan ikut berperan serta dalam menyiapkan tenaga/lulusan yang siap bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain. Pendidikan seni-budaya memiliki peluang besar untuk ikut andil menyiapkan lulusan yang terampil. Globalisasi ekonomi dan budaya tidak hanya akan menuntut tenaga kerja harus trampil tetapi juga harus kritis terhadap produk budaya yang sebagian besar diwujudkan dalam bentuk citran dan artefak yang disebut sebagai “budaya visual”. Tugas pendidikan seni budaya baik pendidikan tinggi adalah menyiapkan tenaga kerja yang trampil dan kreatif serta kritis. Tenaga kerja yang trampil dan kreatif diharapkan dapat bersaing di pasaran, atau setidaknya dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Tenaga kerja yang kritis perlu disiapkan agar mereka dapat menyikapi secara bijak samua informasi dan hiburan yang terus diproduksi tanpa henti oleh berbagai media. Tenaga terdidik di bidang seni-budaya diharapkan akan mendukung terbentuknya kelas kreatif untuk mendukung industri kreatif,” ungkap Dr. Hariyanto, M.Hum. (Bud)

Tags

Kampus UM yang Asri

Mahasiswa UM Siapkan Diri Hadapi Dunia Kerja dalam Pelatihan Career Days 2015

Pusat Pengembangan Bimbingan dan Konseling Mahasiswa (P2BKM) LP3 UM menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Career Days bagi Mahasiswa UM Tahun 2015. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula LP3 pada 28 – 29 Oktober 2015, menghadirkan beberapa narasumber dari berbagai bidang pekerjaan yaitu: Didik Harianto, S.S.. bidang jurnalistik, Dra. Surayyah seorang Pengusaha Batik Madura, Drs. Hariadi, Akp bidang usaha kuliner/restoran, M. Nur Kholis Wahid, S.Pd., bidang usaha travel dan biro perjalanan, dan Ahadian T dari bidang usaha online shop.

Pelatihan yang diikuti oleh 95 orang mahasiswa dari berbagai fakultas di UM ini bertujuan agar mahasiswa memiliki kemampuan mengenali, memahami kemampuan diri, dan mampu menyiapkan diri masuk ke dunia kerja, sesuai dengan kemampuan, keterampilan dan minat bidang kerja serta kebutuhan pasar kerja. Secara khusus mahasiswa sebagai calon tenaga kerja dapat mengetahui secara langsung persyaratan kerja yang diperlukan oleh pihak perusahaan langsung dari sumbernya; memecahkan masalah karier terkait dengan proses rekruitmen dan pengembangan kariernya; serta mengenal minat dan bakat kerja.

Salah seorang pemateri Dra. Surayyah dalam materinya mengenai Batik Madura menyampaikan batik akan tetap bisa menjadi ikon budaya suatu daerah atau suatu negara jika negara tersebut mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap budayanya tersebut. “Hal yang paling utama untuk mempertahankan keberadaan ikon dan asset-asetnya bergantung pada pengusaha itu sendiri. Oleh karenanya dibutuhkan kekuatan karakter seorang pengusaha dan kekuatan finansial serta networking yang luas. Batik harus dipertahankan karena merupakan warisan bangsa sejak zaman kerajaan Majapahit. Sampai kini dengan perkembangan yang luar biasa dan perkembangan tata warna yang dimunculkan oleh kreatifitas seorang pengusaha telah memunculkan aneka corak batik yang beraneka ragam,” ujarnya.

Pemateri lain Drs. Hariadi, Akp yang menerangkan bidang usaha kuliner/restoran menyampaikan untuk memulai bisnis kuliner ini harus dimulai dengan satu tujuan. “Bisnis kuliner memerlukan perhatian penuh dan komitmen. Bisnis makanan dan minuman tidak dapat dikerjakan setengah hati, apalagi hanya untuk mengisi waktu luang,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan untuk memulai sebuah bisnis kuliner memerlukan modal dan standar kerja yang baik. “Permodalan dapat dilakukan melalui usaha patungan dengan keluarga atau teman, bisa juga dengan dana tabungan atau mencari dana pinjaman dari bank. Modal ini sangatlah penting bagi kelancaran diawal usaha anda. Selain permodalan, hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah seluruh standart suatu restoran sebaiknya dituangkan secara tertulis dan didokumentasikan dengan baik dan benar. Namun yang terpenting, harus diinformasikan kepada seluruh karyawan di restoran tersebut sehingga menjadi acuan mereka dalam bekerja,” paparnya.

Diharapkan dari pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari ini mahasiswa dapat membuat berbagai persiapan diri memasuki dunia kerja dan mampu menyesuaikan dirinya dengan kebutuhan pasar kerja. Peserta tidak hanya mendapatkan informasi langsung dari sumber bidang pekerjaan, tetapi juga mendapatkan fasilitas klinik konsultasi yang dalam implementasinya disesuaikan dengan peminatan dari seluruh peserta. Pelatihan yang berlangsung sejak pukul 07.00 – 15.45 ini berjalan lancar dan peserta sangat antusias selama mengikuti kegiatan. Mereka berharap agar kegiatan ini diadakan kembali di tahun yang akan datang. (Ksr)

Tags

Trio wakil UM yang mendapatkan medali emas pada Pimnas ke-28 di UHO Kendari

Trio Mahasiswa UM Raih Medali Emas Pimnas ke-28 di UHO Kendari

Tiga mahasiswa Universisitas Negeri Malang (UM) meraih medali emas pada acara pekan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Nukleon Jefri Nur, Desy Eka Ratnasari, dan Maulidiyah Rahmawati, merupakan tiga dari sembilan tim delagasi UM yang mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-28 yang diselenggarakan di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara pada tanggal 5 sampai 9 Oktober 2015.

Hasil kreativitas tiga tim ini berhasil menyisihkan puluhan tim dari universitas lain yang mengikuti kegiatan PKM. Karya tulis berjudul Bimbel Interaktif Aplikasi Android, yang diangkat tim pimpinan Maulidiyah berhasil meraih medali emas kategori Poster. Program kami mengangkat cara bimbingan belajar yang praktis. Bimbingan online ini dilengkapi dengan aplikasi yang bisa memudahkan interaksi antara siswa dan penuntunnya. Melalui aplikasi bernama Tutorial PR untuk bisa mengikuti bimbingngan belajar online itu. Siswa harus mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui website tutorialpr.com.”

Trio wakil UM yang mendapatkan medali emas pada Pimnas ke-28 di UHO Kendari

Trio wakil UM yang mendapatkan medali emas pada Pimnas ke-28 di UHO Kendari

Akses yang tidak dibatasi oleh waktu, menjadi salah satu kelebihan utama program bimbingan belajar online ini. “ Tidak ada jadwal khusus untuk mengakses forum matapelajaran, karena siswa dapat bertanya kapanpun mereka butuhkan selama terhubung dengan jaringan internet melalui jaringan aplikasi Android yang sudah dimiliki. Siswa juga mendapat penyelesaian yang cepat dan tepat dalam mengatasi kesulitan belajar, “papar Nukleon.

Delegasi PKM UM selain meraih tiga medali emas, dan dua medali perak. Medali perak diperoleh tim dari Khubailul yang menempati juara II kategori poster dengan mengangkat PKM-KC berjudul Rancang Bangun Menchester (Mesin Corn Sheler Tenaga Surya Ramah Lingkungan) dan Penghancur Bonggol. Latar belakang timnya membuat tersebut berangkat dari Indonesia sebagai negeri agraris. “Kami berlatar belakang dari orang desa, biasa melihat sawah luas yang ditanami jagung. Petani biasanya memanfaatkan limbah bonggol jagung untuk pengasapan kandang ternak. Kami berfikir untuk mencoba membuat suatu alat yang dapat memproses limbah tersebut menjadi lebih berguna, dengan Corn Sheller. Keunggulan mesin ini selain berfungsi merontokan biji jagung, juga berfungsi penghancur bonggol jagung. Mesin ini penggeraknya menggunakan panel tenaga surya tidak memerlukan bahan bakar sehingga ramah lingkungan tidak mengeluarkan polusi, tanpa biaya operasional,” tegasnya.

PKM K berjudul Roh Garuda, dari tim Ricky meraih medali perunggu. Roh Garuda merupakan produk cerita bergambar berbasisi sejarah Pancasila, dan sabagai ragam inovasi industri kreatif transmedia. Tim ini membuat animasi tentang lima karakter yang diangkat dari slogan Garuda Pancasila. “Ada lima karekter utama yakni, Bhi, Nekka, Tongga, Leika, dan Esa. Masing-masing nama dan model karakter itu berasal slogan Garuda Pancasila dari sila ke satu sampai sila kelima.”

Wakil Rektor III UM Dr. Syamsul Hadi, M.Pd mengukapkan bahwa, ” Tim telah mempersiapkan hal ini jauh hari sebelum kegiatan Pimnas berlangsung. Kami memang menyiapkan sembilan tim yang akan didelegasikan pada Pimnas ke-28 dengan sangat maksimal. Anggota tim dilakukan pendampingan sejak jauh hari termsuk dilakukan karantina. Karantina sembilan tim dilaksanakan sembilan hari di guest house UM. Pemdampingan semacam ini merupakan bentuk usaha kami untuk mengantar mereka menjadi juara”. (Bud)

Tags

Arif Nur Afandi ST. M.T MIA.Eng MIEE Ph.D

Ilmuwan UM Temukan Teknik Komputasi Terbaru

Arif Nur Afandi ST. M.T MIA.Eng MIEE Ph.D

UM adalah Perguruan Tinggi ke-4 dengan SDM terbaik menurut Kemenristek Dikti, didukung oleh banyak tenaga pengajar yang kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Salah satunya adalah Arif Nur Afandi ST. M.T MIA.Eng MIEE Ph.D telah tercatat di The Fourth Innovation of Newsletter of Scientific Research Publishing, Amerika, Arif telah menyampaikan orasi ilmiahnya di hadapan para guru besar dan seluruh sivitas akademika saat puncak Dies Natalis UM ke-61 di Graha Cakrawala tanggal 17 Oktober 2015. Orasi Ilmiah betajuk “Berkarya Membangun Bangsa; Diseminasi Global Inovasi, dari UM Merambah Dunia Menuju Reputasi internasional”.

Arif Nur Afandi ST. M.T MIA.Eng MIEE Ph.D

Arif Nur Afandi ST. M.T MIA.Eng MIEE Ph.D

Arif Nur Afandi menyampaikan beberapa gagasannya terkait UM ke masa mendatang. Diawali dengan penyampaiannya terhadap perjalanan panjang UM sejak 1954 lalu. Beliau mengajak seluruh yang hadir untuk melalukan diseminasi global ke dunia internasional dengan karya sesuai bidangnya masing-masing. Di dalam forum terhormat ini, pihaknya juga menyampaikan salah satu inovasi metode baru yang telah, sedang, dan terus Afandi pupulerkan ke mancanegara, yaitu algoritma Harvest Season Artifical Bee Colony (HSABC). Penemuannya yang saat ini sudah diakui dunia internasional tersebut adalah jenis teknik komputasi terbaru. Tidak heran jika karyanya itu masuk dalam The Fourth Innovation Of Newsletter Of Scientific Research Publishing Amerika Serikat Tahun 2013 lalu.

“Sejak algoritma HSABC saya ciptakan, metode baru ini terus saya kembangkan dan kaji kelebihannya, termasuk komparasinya dengan metode lain pada berbagai variasi aplikasi. Setelah melalui serangkaian proses pembuatan, penerapan, dan evaluasi, maka komputasi ini saya promosikan ke seluruh dunia melalui forum dan jurnal internasional. Promosi ini dilakukan secara gencar sejak kisaran akhir tahun 2012, dengan tujuan untuk memaparkan keunggulan performasi sekaligus mengenalkan prinsip-prinsip Algoritma HSABC sebagai pengetahuan baru dalam dunia ilmiah. Selain itu, juga ditujukan untuk memperluas peluang agar Alogaritma HSABC dapat dipelajari penerapannya di berbagai bidang dan di banyak negara. Secara umum, promosi global dilakukan untuk lebih mempopulerkan Algoritma HSABC di mancanegara,” terang Arif.

Penemuan ini tentunya untuk menambah penelitian-penelitian dosen UM yang selama ini terus produktif menghasilkan karya. Menurut data yang dia peroleh, tahun 2013 telah dihasilkan 165 judul penelitian pendanaan Dikti, tahun 2014 ada 179 judul, dan tahun 2015 ada 146 judul. ”Kalau potensi ini dikelola dengan benar, UM memiliki lumbung pubikasi yang luar biasa banyaknya. Dalam hitungan mentah, rata-rata setiap minggu mampu menerbitkan publikasi sekitar 4 artikel. Artinya, dengan hari kerja efektif Senin hingga Jumat, UM hampir mampu menerbitkan karyanya setiap hari. Apalagi jika seluruh potensi jurusan-jurusan disinergikan, saya yakin produktivitas UM akan menggeliat dengan cepat dan akan berdampak luas pada publikasi internasional ataupun nasional. (Ozy)

Tags

Fakultas Baru dengan Semangat Gapaian Internasional

Wawancara deng11an Dekan FPPsi UM, Prof. Fattah Hanurawan, M.Pd

Saat ini FPPsi  tengah memacu diri untuk publikasi internasional. Setidaknya untuk FPPsi saja menerbitkan minimal 1 publikasi internasional setiap tahunnya.

Read More

Mengembangkan Pembangunan Karakter dan Kecerdasan Sosial

10Wawancara dengan Dekan FIS UM, Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd

FIS UM saat ini memiliki seorang Dekan wanita pertama yaitu Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, memiliki visi dan misi untuk mengembangkan pembangunan karakter dan kecerdasan sosial. Dua hal ini diharapkan menjadi sebuah unggulan bagi FIS dalam mendorong kemajuan UM. Tujuan ini sejalan dengan apa yang disampaikan Rektor UM saat ini yaitu UM sebagai Rujukan dan Unggulan bagi institusi lain di Indonesia maupun Internasional, kemajuan dari FIS tentu didorong oleh kemajuan dari setiap program studi yang ada didalamnya. Tapi saat ini sebagai fasilitator yang menjembatani keinginan universitas kepada fakultas mulai mendorong agar masing-masing jurusan mulai mencari brand atau unggulan dari prodi yang ada.

Read More

Kembangkan Penelitian dan Jurnal Internasional

Wawancar9a dengan Dekan FIK UM, Prof. Dr. Winarno, M.Pd

Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) sebagai salah satu fakultas unggulan juga terus menapak menuju kemajuan dan keunggulan. Seperti yang diungkapkan oleh Dekan FIK, Prof. Winarno, M.Pd. Menurutnya FIK kini bukan semata-mata unggul dalam bidang non akademik, olimpiade, dan perlombaan saja. Kini mulai meningkatkan kompetensi pada bidang akademik. Hal ini menurutnya penting untuk menyeimbangkan kemampuan para mahasiswa FIK yang memang kebanyakan bergelut di bidang atlet.

Read More

FT UM Mantapkan Program Unggulan

Wawancara dengan Dekan FT UM, Dr. Andoko, S.T., M.T

8Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Malang (UM) semakin mantap dalam menapaki program-program unggulan yang dimiliki untuk mendukung tercapainya UM sebagai kampus Unggulan dan Rujukan di tingkat nasional dan internasional. Hal ini diperkuat dengan adanya kontrak antara Dekan dengan Rektor untuk mendukung program Rektor empat tahun kedepan

Pada kesempatan wawancara, Dekan FT UM, Dr. Andoko, S.T., M.T., menyampaikan bahwa  dengan adanya kontrak tersebut yang perlu ditingkatkan antara lain publikasi internasional, akreditasi program studi, dan HKI, apabila tidak tercapai sesuai target maka dekan atau pejabat yang telah menandatangani kontrak harus siap mundur dari jabatan.

Sampai saat ini pada Fakultas Teknik sebanyak 25 persen dosen telah berhasil menulis di jurnal internasional yang terindeks atau bisa dikatakan 35 orang dosen di tahun 2015 bisa menulis di jurnal Internasional.

Tahun 2015 ini Fakultas Teknik menargetkan 5 prodi terakreditasi dan dicanangkan 6 judul PKM masuk Pimnas. Pada tahun ini juga FT berkolaborasi dengan beberapa Negara untuk melakukan joint degree, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta beberapa untuk program kerjasama yang lain. Saat ini joint degree dilaksanakan di Taiwan karena sudah ada 8 orang dosen yang melaksanakan tugas belajar disana. Sementara itu program joint degree lain yang sedang disiapkan adalah pertukaran dosen dan mahasiswa di Jepang dan Australia.

Selain itu upaya lain yang dilakukan salah satunya dengan mewajibkan mahasiswa yang sedang memprogram tugas akhir atau skripsi mengumpulkan proposal PKM dari hasil penelitianya sehingga peluang menang akan lebih banyak lagi. (Tik/Nik)

“GURU” dalam pandangan Dekan Fakultas Ekonomi

Wawancara dengan Dekan FE UM, Prof. Dr. Budi Eko S., M.Pd, M.Si

7Dalam periode kepemimpinan Rektor Baru UM, Prof. Dr. Ah. Rofi’uddin, M. Pd yang mengusung program kerja UM sebagai “GURU” 4 tahun kedepan ini, seluruh jajaran sivitas akademika UM ikut berperan aktif dalam melaksanakan program kerja tersebut, salah satunya Fakultas Ekonomi (FE) dibawah komando Prof. Dr. Budi Eko S, M.Ed., M. Si, beberapa program kerja telah disusun dan sudah ada yang berlangsung.

Read More

FMIPA Siap Menjadi “Unggulan” & “Rujukan”

Wawancara dengan Dekan FMIPA UM, Dr. Markus Diantoro, M.Si

6Dalam mensukseskan visi dan misi Prof. Dr. Rofiudin M.Pd periode 2014-2019 dalam manjadikan UM sebagai “GURU” yakni ‘Unggulan’ dan ‘Rujukan’ bagi Asia dan Tenggara dan Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTBH) pada tahun 2017, Dr. Markus Diantoro, M.Pd., sebagai Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam  (FMIPA) akan melaksanakan dan meningkatkan berbagai macam hal dalam berbagai aspek kegiatan. Secara garis besar kontrak kerja bagi Rektor dan Dekan juga dilaksanakan bagi Ketua Jurusan untuk  menjadikan FMIPA sebagai Fakultas ‘Unggulan’ dan ‘Rujukan’.

Read More

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial