Category Archive Laporan Utama

Tembus Skala Internasional Melalui Publikasi Ilmiah

Wawancara dengan Dekan FS UM, Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D

5Dekan Fakultas Sastra (FS) UM mengungkapkan hal senada. Menurut  Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D,  dirinya dan segenap jajaran fakultas melakukan koordinasi dengan tim terkait upaya untuk meningkatkan kualitas dan pengembangan  sumber daya manusia. FS melakukan upaya bagaimana mam-pu menembus jurnal bereputasi inter-nasional. Banyak juga cara untuk go internasional, misalnya dengan PPL atau KKN di luar negeri.

Terkait dengan rencana strategis salah satunya adalah menyemarakkan kegiatan yang dapat meningkatkan publikasi di tahun pertama kepemimpinan Rektor Rofi’uddin. Di samping itu juga melakukan workshop pendampingan agar dosen bisa menghasilkan proposal yang berkualitas. Luaran yang diharapkan adalah publikasi dalam bentuk artikel. Selain itu, FS juga memberikan dukungan penuh terkait program-program  kemahasiswaan untuk meningkatkan par-tisipasi dalam penulisan karya ilmiah seperti PKM. Bahkan staf akademik FS juga mengikuti pelatihan sebagai persiapan untuk Asian University Networking dalam hal peningkatan sarana dan prasarana.

IMG_2994Tak cukup sampai disitu, Prof. Utami nyatanya juga melihat peluang yang bagus untuk jurusan-jurusan di FS bisa “dijual” didunia internasional. Namun juga harus diimbangi dengan pemberian fasilitas seperti gedung khusus, galeri seni, hingga self access center.

Lalu apa yang diharapkan oleh Prof. Utami kedepan, sejauh ini mengupayakan berbagai fasilitas pen-dukung yang mampu meningkatkan kualitas dan pengembangan mahasiswa.

Rencana Strategis Fakultas Ilmu Pendidikan Sebagai Unggulan & Rujukan Peningkatan Kualitas FIP

Wawancara dengan Dekan FIP UM, Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd

4UM sebagai salah satu Universitas pendidikan mencetak pendidik atau guru. Guru bukan semata “diguguh dan dituru” menurut nasehat tua, namun guru dijadikan visi baru dari rektor terpilih periode 2015-2019. Upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui rencana strategis (RENSTRA) yang sudah ditetapkan agar selaras dengan visi dan misi perguruan tinggi UM sebagai GURU. “Untuk mewujudkannya diperlukan kerjama antara civitas akademik dengan masyarakat sebagai stakeholder. Menjadikan Fakultas Ilmu Pendidikan sebagai unggulan dan rujukan dapat dilihat dari proses pembelajaran, karya-karya yang produktif, serta pengabdian pada masyarakat. Khususnya mengarah pada bidang pendidikan, serta tata kelolah yang harus diutamakan, dilakukan secara profesional & akuntabel”, ujar  Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd dalam wawancara bersama tim Swara Pendidikan

Read More

Wakil Rektor IV UM, Dr. I Wayan Dasna, M.Si. ,M.Ed

UM Menjadi Partner Semua Pihak

Wawancara dengan Wakil Rektor IV UM, Dr. I Wayan Dasna, M.Si. ,M.Ed

3Banyak masyarakat yang masih mempunyai persepsi bila ingin menjadi guru maka kuliahlah di UM. Padahal dengan perluasan mandat, UM tidak hanya mendidik calon guru tetapi juga sarjana non-kependidikan. Hal ini menjadi tantangan untuk memajukan UM. Program-program peningkatan kualitas yang terkait dengan prodi non-kependidikan perlu memperoleh perhatian termasuk dalam pengembangan kerjasama dengan lembaga/instansi dan Dudi. Selama ini, kepercayaan Dudi terhadap kemampuan UM mengelola prodi kependidikan dapat diketahui dari kerjasama UM-Pertamina untuk meningkatkan kualitas guru sampai ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui program TEQIP.

Read More

“GURU” dalam kacamata Wakil Rektor III

Wawancara dengan Wakil Rektor III UM, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd

DSC_2577Era Baru melahirkan visi baru”. Bukanlah hal yang tabu dalam setiap pergantian kepemimpinan dalam suatu negara, lembaga ataupun organisasi lainnya bahwa bergantinya pimpinan tidak hanya akan merubah struktur kepengurusan suatu organisasi namun akan lahir pula visi yang menjadi pijakan bagi pimpinan baru untuk berubah dan berbenah. Universitas Negeri Malang (UM) sebagai salah satu universitas ternama di Indonesia yang didalamnya juga terdapat organisasi yang mengelolanya juga turut melahirkan visi baru sejak bergantinya pimpinan. Terwujudnya UM sebagai “GURU” Indonesia dan Asia Tenggara adalah visi Rektor UM, Ahmad Rofi’uddin.

Visi baru Rektor UM tentunya berdampak pula pada komponen-komponen utama yang terdapat dalamnya, salah satunya Mahasiswa. Dr. Syamsul Hadi, M.Pd. selaku Wakil Rektor 3 UM yang menangani bidang Kemahasiswaan menyampaikan bahwa dalam visi Rektor tentang terwujudnya UM sebagai “GURU” yang merupakan akronim dari Unggulan dan Rujukan terdapat 5 komponen penting dalam visi tersebut yaitu sumber daya manusia, pendidikan dan pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi, dan  kualitas mahasiswa.

Read More

Wakil Rektor II UM, Prof. Dr. Wahjoedi, M.E.,M.Pd

“GURU” Dalam Analogi Bidang Umum & Keuangan

Wawancara dengan Wakil Rektor II UM, Prof. Dr. Wahjoedi, M.E.,M.Pd

GURU yang dimaknai sebagai salah satu pilar The Learning University, yakni UM sebagai Learning Resource hingga saat ini menunjukaan adanya potensi besar untuk dapat berakselerasi menuju makna “GURU” sebagai perguruan tinggi Unggulan dan Rujukan terutama dalam bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang meliputi Dosen dan tenaga kependidikan yakni komponen penting dalam mewujudkan “GURU”

IMG_3399Dalam menangani bidang Keuangan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) serta Sarana dan Prasarana Prof. Dr. Wahjoedi, M.E., M.Pd  sebagai Wakil Rektor II yang menangani bidang umum dan keuangan adalah untuk mendukung tujuan Universitas Negeri Malang dalam VISI “GURU” yakni unggulan dan Rujukan bagi Asia Tenggara.

Tidak terlepas sekedar itu, dalam mewujudkan kualitas pendidikan dan pembelajaran di Universitas Negeri Malang memang harus ada dukungan dari Sumber Daya Manusia yang tinggi. Disamping itu,  Keuangan dan Sarana serta Prasarana juga harus diarahkan untuk menunjang terwujudnya UM sebagai “GURU” sehingga Tugas terpenting saat ini hingga tahun 2018 nanti adalah untuk menggerakkan 3 aspek tersebut agar dapat berfungsi secara maksimal guna menuju UM menjadi Unggul dan Rujukan bagi Negara-Negara Asia maupun Timur Tengah

Read More

Tantangan UM dalam Persaingan Menuju Kancah Internasional

Wawancara bersama Rektor UM Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd

IMG_9485Universitas Negeri Malang (UM) dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia. Secara kualitas tak perlu diragukan lagi. UM merupakan salah satu universitas dengan akreditasi A di Indonesia. Namun persaingan terus-menerus tak dapat dihentikan. Semua universitas-universitas di Indonesia berusaha keras berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Berikut adalah wawancara tim Swara Pendidikan di sela-sela kesibukan Prof. Rofi’uddin menjabat sebagai rektor UM periode 2014-2018.

Menjadikan UM sebagai GURU. Unggulan dan Rujukan. Hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Rofi’uddin menjawab tantangan UM kedepan untuk mampu menapak level internasional. Suatu universitas akan memiliki reputasi yang baik jika unggul dan menjadi rujukan universitas lain. Unggulan mencakup Tri Dhama Perguruan Tinggi yang termasuk dalam pengembangan dalam bidang pendidikan, pengajaran, dan penelitian karya-karya ilmiah dan publikasi media dan jurnal internasional maupun nasional. Unggul dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Hal ini dapat dilihat sejauh mana bentuk kontribusi perguruan tinggi terhadap lingkungan sekitar, masyarakat, dan mampu memberikan dampak positif dan suatu perubahan menuju ke yang lebih baik.

Read More

Memanusiakan Manusia dan Menjadikan Manusia Seutuhnya

Wawancara dengan Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd

2Membentuk perguruan tinggi yang menjadi unggulan dan rujukan tidak hanya menjadi visi dan misi Rektor UM saat ini, tetapi sudah menjadi visi misi lembaga. Keunggulan dan rujukan sudah lama diterapkan di Universitas Negeri Malang (UM) ini. Baik dalam aspek pendidikan, kurikulum, pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Prof. Dr. Hariyono, M.Pd selaku Wakil Rektor I mengatakan, “Saya sebagai Wakil Rektor I yang membidangi pendidikan dan akademik sedang membangun kelembagaan yang memiliki capacity building. Walaupun kita sudah memiliki beberapa prodi yang terakreditasi A, namun kita sebagai manusia yang terdidik jangan terlena oleh semuanya itu. Kita tidak boleh terlena oleh kemasan-kemasan, baik kemasan administrasi sampai kemasan akademik maupun promosi UM”

Hakikat pendidikan sebenarnya adalah memanusiakan manusia, untuk memanusiakan manusia tersebut dibutuhkan kejujuran dan kesahajaan. Dengan memanusiakan manusia kita dapat mengakui dan menghargai eksistensi orang lain dengan sesama manusia dan sebagai manusia itulah kita memiliki potensi untuk belajar di dunia pendidikan. Sehingga bila kita mendapatkan beberapa prodi di UM yang terakreditasi A kita boleh berbangga, tetapi hal itu bukan karena kemasan-kemasan akademik, melainkan benar-benar karena kita unggul dalam memanusiakan manusia.

Read More

Mewujudkan UM Menjadi Universitas Unggulan dan Rujukan

Pencanangan Universitas Negeri Malang (UM) menjadi kampus unggulan dan rujukan yang disingkat “GURU” menjadi tolak kebangkitan semua unit internal UM. Program menjadi universitas unggulan dan rujukan di kawasan Indonesia maupun di Asia Tenggara berdasarkan pada lima nilai yakni: visioner, kejujuran, keteladanan, kepedulian, dan profesionalitas.

IMG_9497Ada 5 (lima) tujuan strategis GURU, yakni pertama, memastikan setiap dosen dan tenaga kependidikan memiliki kesempatan untuk berkembang secara profesional dan berkarir sesuai bidang tugasnya; Kedua, memastikan mahasiswa mengembangkan kepribadian, memperoleh pendidikan dan pengalaman belajar yang berkualitas tinggi; Ketiga, dihasilkan dan terdesiminasikannya karya dosen dan mahasiswa di kawasan Indonesia dan Asia Tenggara; Keempat, terwujudnya hubungan kemitraan dengan pelibatan yang lebih intensif para mitra, pemangku kepentingan, dan alumni pada tingkat lokal, nasional, dan regional, dan internasional; Kelima, nasionalisasi dan regionalisasi program dan kegiatan yang dilaksanakan individu, unit kerja, dan universitas.

Untuk mengontrol semua proses kegiatan yang sudah dijalankan menuju tercapainya “GURU”, maka ada 5 (lima) tolok ukur. Tolok ukur ini sebagai pedoman evaluasi terhadap langkah-langkah yang sudah dan akan dilakukan. Kelima tolak ukur GURU yakni: pertama, pengakuan secara nasional dan regional terhadap keunggulan pendidikan di UM; Kedua, jumlah publikasi hasil-hasil penelitian pada terbitan periodik tingkat nasional dan internasional ditandai dengan meningkatnya sitasi publikasi karya dosen dan mahasiswa pada jurnal terakreditasi nasional dan jurnal internasional yang bereputasi. Ketiga, realisasi hubungan kemitraan dan kerjasama dengan ditandai meningkatnya jumlah dan variasi institusi mitra seperti: institusi pendidikan, pemerintah, dunia usaha/industri. Keempat, kualifikasi dan jabatan fungsional dosen terus berkembang ditandai dengan meningkatnya jumlah dosen yang berkualifikasi doktor dari perguruan tinggi bereputasi. Kelima, jumlah kegiatan yang bertaraf nasional dan internasional terus meningkat, seperti: kegiatan ilmiah, jumlah program studi yang terakreditasi secara internasional.
Terbitan Swara Pendidikan edisi kali ini mengangkat topik utama UM sebagai “GURU” (Unggulan dan Rujukan). Informasi yang disajikan pada edisi ini terkait pada kebijakan masing-masing unit kerja dalam mengimplementasikan langkah UM ke depan sebagai perguruan tinggi yang menjadi unggulan dan rujukan.
Semoga para pembaca, khususnya civitas akademika UM, dapat memahami visi UM dalam 5 tahun ke depan dan menyatukan langkah untuk mencapainya. Marilah kita bekerja dan terus bekerja untuk memajukan nusa dan bangsa Indonesia.

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial