Category Archive Pena

Kenangan yang Jauh dan Tersembunyi

Oleh: Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim

Sesaat sebelum memasuki rumah reyot ini, aku ingin menangisi setiap dindingnya. Kabut yang mengambang di pelupuk mata tak menyisakan sebaris harapan yang sempurna. Kadang kala degup-degup pedih yang menyergap lalu mengunciku dalam penyesalan. Pilihan kunci untuk melepaskan semua itu terkadang hanya menyisakan cara tersunyi memutus nadi dengan belati. Sebelum aku bertindak lebih jauh, Nini tergopoh-gopoh muncul dari dapur. 

Wajah muram yang digelayuti kesunyian lekang itu membuat kerutan-kerutan zaman di dahinya seperti mozaik yang tandus akan kesempatan. Wajah itu seketika berubah lebih segar ketika tersenyum tipis ke arahku.

Nini bergumam dalam bahasa ringgou  yang tak akan pernah bisa kubalas dengan bahasa yang sama, walau aku mengerti maknanya.

Read More

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial