Category Archive Seputar Kampus

Twin building sebagai pendukung Program PUI-DLI ISDB project 4 in 1

Penulis: Moh. Ian Fajrin

Menristekdikti RI, Prof. H. Moh. Nasir, Ph.D., Ak. menandatangani prasasti soft opening GKB project 4 in1 IsDB UM

IDB merupakan lembaga keuangan multilateral yang didirikan oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk meningkatkan kualitas kehidupan sosial ekonomi negara anggota dan masyarakat muslim di negara bukan anggota dengan berlandaskan prinsip-prinsip Syariah. Jadi, tujuan IDB adalah untuk mendorong pembangunan ekonomi dan kemajuan sosial negara-negara anggota dan masyarakat muslim baik secara perorangan maupun bersama-sama sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Produk dari IDB itu sendiri sama seperti Bank Syari’ah, yaitu ada Mudharabah, Ijarah, Istishna’, Musyarakah, IMBT, Equity Participation, HRD and Project Finance, Technical Assistance, Research and Training.

Read More

Suasana Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UM 2016

UM Kenalkan Kehidupan Kampus kepada 6.748 Mahasiswa Baru

Suasana Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UM 2016

Suasana Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UM 2016

Memasuki masa aktif perkuliahan semester gasal tahun 2016, Universitas Negeri malang (UM) mengadakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) bagi mahasiswa baru. Kegiatan yang digelar mulai pukul 06.00 hingga 13.00 ini diikuti oleh 6614 mahasiswa dari program S1 dan 134 mahasiswa dari program Diploma. Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dan kalangan yang berbeda ini terlihat sangat antusisa mengikuti kegiatan PKKMB yang dilaksanakan di Graha Cakrawala UM sejak 15 – 20 Agustus 2016.

Pada pengenalan kehidupan kampus ini materi yang akan disampaikan yaitu seputar pengenalan kehidupan perkuliahan secara umum dan mendetail. Selain materi yang sudah dirancang, pihak kampus juga sudah merencanakan sistem pengawasan acara. Nantinya, direncanakan proses ini melibatkan sebagian kecil dari mahasiswa yang sudah dibentuk menjadi panitia dan sisanya akan ditangani oleh pihak kampus.

Konsep PKKMB ini berbasis kelas, dimana dalam kegiatannya mahasiswa tidak diberikan kegiatan fisik. Semua kegiatan dilaksanakan di ruangan kelas. Selain menerapkan pengenalan kegiatan perkuliahan berbasis kelas, mahasiswa baru juga tidak diminta memakai pakaian dan atribut yang tidak lazim. Mahasiswa hanya diwajibkan mengenakan atribut kampus.
Lebih lanjut, pada hari pertama, mahasiswa baru akan menerima materi kehidupan berbangsa dan bernegara oleh Prof. Dr. Sukowiyono, S.H., M.Hum., dan dilanjutkan pengenalan pendidikan tinggi, para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa, lalu ditutup dengan pembinaan karakter.

Ketua Senat UM ini menyampaikan bahwa konsep Bhineka Tunggal Ika harus betul-betul dipahami khususnya generasi muda untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa karena Bangsa Indonesia terdiri dari banyak lapisan masyarakat yang berbeda suku, agama, ras, dan pandangan politik.

“Bayangkan saja, di lingkungan universitas, mahasiswa akan ba-nyak menemui teman baru dari berbagai latar belakang dan suku. Nah, tanpa memahami konsep kebhinekaan, akan susah sekali menanamkan rasa toleransi antar sesama. Oleh karena itu mahasiswa sebaiknya tidak memilih-milih teman dan memanusiakan teman-temannya,” ujarnya

Penulis : Kausar S.

Suasana Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UM 2016

Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2016 di Gedung Graha Cakrawala UM, (15/08/2016)

pkkmb 1

 

Penandatangan Kontrak Kerja Pembangunan Gedung Kuliah Bersama UM Tahun 2016

penandatanganan Kontrak

The 4th International Conference on Language, Society, and Culture in Asian Contexts Atria Hotel , Malang

The 4th International Conference on Language, Society, and Culture in Asian Contexts Atria Hotel , Malang

The 4th International Conference
on Language, Society, and Culture in Asian Contexts
Atria Hotel , Malang

Inovator Media Pembelajaran dari FMIPA UM

Alat Peraga Pembalajaran dari Bahan Daur Ulang

Drs. Winarto, M.Pd.

Menyampaikan materi belajar tidak harus selalu menggu-nakan metode ceramah dengan tayangan layar LCD aja. Ada materi pembelajaran yang memang susah ditangkap oleh siswa apabila menggunakan metode ceramah, sehingga diperlukan alat peraga yang dapat membantu proses pemahaman siswa terhadap suatu peristiwa dengan baik.
Hal tersebut yang menginspirasi inovator dari FMIPA UM ini, untuk menciptakan karya inovasi dalam media pembelajaran. Ada hal yang menarik dalam pembuatan alat peraga tersebut, produk alat peraga bukan buatan pabrikan, namun di buat sendiri dengan bahan barang bekas yang sudah tidak dipakai.

Tujuannya agar para guru maupun dosen bisa membuat alat peraga sendiri dengan memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitarnya. Biaya pembuatanya murah tidak membebani anggaran sekolah, sehingga memungkinkan untuk dibuat di sekolah yang berada di perkotaan maupun di pelosok .

Penggagas Media pembelajaran sederhana dan murah itu adalah Drs. Winarto, M.Pd., dosen Fisika Universitas Negeri Malang (UM). Hasil karyanya sangat bermanfaat untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah.

Ingin Aplikasikan di Dunia Nyata

generator

Dosen senior itu memberikan contoh cara mengoperasikan alat peraga di ruang laboratorium berukuran 6×8 meter itu. Dosen Fisika UM spesialis pembuat alat peraga pembelajaran Fisika dari bahan daur ulang yang sedang memberikan pelatihan pada guru SD se-Kota Batu.

“Ini kami sedang sharing dengan guru-guru SD di Kota Batu tentang cara membuat alat peraga yang menarik dan murah. Pembelajaran di kelas biar tidak membosankan, dengan demikian karya saya bisa dipakai dimasyarakat,” kata Winarto.

Pria kelahiran 10 Juli 1957 itu menceritakan, dia membuat alat peraga tersebut sejak delapan tahun lalu. Dia merasa prihatin dengan guru yang selalu bergantung pada alat peraga yang supermahal yang hanya mampu dibeli oleh sekolah-sekolah di perkotaan saja.

“Perkembangan teknologi memang harus diikuti, tetapi jangan sampai terlalu bergantung pada teknologi. Guru maupun dosen agar selalu berkreatif untuk menciptakan media pembelajaran sendiri, karena gurulah yang tahu persis tentang materi yang akan disampaikan dan alatnya,” tandas dosen Fisika UM tersebut.

Jelaskan Konsep Kerja Kapal Selam dengan Sedotan Bekas.

master plan pembelajaran

Menjelaskan kansep kapal selam bisa tenggelam apabila menggunakan metode ceramah agak sulit difahami, cara yang paling mudah dengan alat peraga. Dia kemudian mengambil botol bekas air mineral ukuran paling kecil. Kemudian Win memperagakan hukum Archimedes (jika suatu benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan ke atas yang sama besar dengan berat zat cair yang terdesak oleh benda tersebut) dengan botol tersebut.

Botol itu diisi dengan sedotan air mineral yang dipotong sekitar 4 sentimeter. Kemudian dibentuk menyerupai huruf ‘U’ dan diikat dengan klip kertas. Lalu dimasukkan ke dalam botol dan ditutup rapat-rapat dengan botol berisi air. “Anda bisa lihat sendiri kan saat botol ini ditekan. Sedotan tadi tenggelam dan ketika dilepas akan naik ke atas lagi. Konsep ini yang digunakan untuk kapal selam,” ujar pria asal Kediri tersebut.

Botol Air Mineral Jadi Peraga Cara Kerja Dinamo

Tak hanya itu, dia juga mengambil botol bekas tempat air mineral ukuran paling besar. Botol yang ini makin aneh lagi bentuknya. Sebab,ditempeli empat kumparan kabel yang dirapikan dengan pelat dan di temepelkan di tiap sisi botol tersebut. Di bagian atas botol diberi baling-baling dari batang kayu yang diberi tiga warna (kuning, hijau, biru), dua warna (kuning dan biru), hingga satu warna saja. Di bagian penyangga baling-baling itu diberi magnet. Lalu, dia menarik benang yang dililitkan ke penyangga baling-baling tersebut dan baling-baling ada magnetnya berputar, sehingga magnet menginduksi kumparan kabel. Kumparan yang telah terinduksi elektronnya akan bergerak akibatnya bermuatan lisrtik dan akhirnya bisa menya-lakan lampu.

“Anda bisa lihat sendiri dua lampu kecilnya nyala, inilah cara kerja dinamo. Kerjanya mirip yang dipakai pembangkit listrik di Karangkates. Orang-orang biasa menyebutnya dengan GGL (Gaya Gerak Listrik),” imbuh pria 59 tahun tersebut.

Dia juga menunjukkan miniatur pesawat yang didesain tanpa awak. Pesawat dari styrofoam ini menggunakan tenaga surya. “Ini alat peraga materi tenaga matahari. Jadi, lebih murah daripada beli ke pabrik,” tandasnya.

Penulis: Djoko Wibowo

Peringatan Hari Confucius

Peringatan Hari Confucius

Akulturasi Budaya Indonesia-Tiongkok

Mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin memadati Aula Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) Gedung H3 Lantai 2 (Minggu, 27/9/2015). Tidak hanya Mahasiswa UM, beberapa mahasiswa dari universitas lain juga hadir diantaranya dari Universitas Machung, Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang, bahkan siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Malang. Para mahasiswa ini hadir untuk memperingati hari ulang tahun Confucius Institute yang ke-11.

“Indonesia dan Tiongkok sejak lama telah menjalin kerjasama hampir di semua sektor, termasuk dalam rangka pengembangan pembelajaran bahasa dan budaya. Bahasa Indonesia merupakan delapan bahasa yang digunakan masyarakat dunia, begitu pula kebudayaannya. Ragam budaya dan adat istiadat Indonesia begitu ragam. Sehingga hal ini menggelitik warga dunia termasuk Tiongkok untuk mempelajari budaya Indonesia. Confucius Institute merupakan lembaga bahasa Mandarin yang bertujuan untuk memudahkan orang-orang dalam mempelajari bahasa Mandarin dan kebudayaan China”, jelas Kepala Pusat Bahasa Mandarin UM Mrs. Qin

“Peringatan Hari Confucius merupakan upaya untuk meningkatkan solidaritas terhadap pemerintah Indonesia. Selama ini kerjasama antara Indonesia dan Tiongkok terjalin baik. Harapan kami ke depan akan lebih baik lagi, dan terus mengembangkan media pembelajaran di bidang-bidang yang lain. UM selama ini telah memberikan wadah dalam pembelajaran. Peminat studi bahasa Mandarin di Indonesia sangat banyak. Berkat kerjasama yang baik antara Pemerintah Indonesia (UM) dengan Tiongkok, pembelajaran dapat dilakukan dengan lancar.”, lanjutnya

Kabag Kerjasama dan Humas Dra. Aminarti S. Wahyuni menyambut baik kondisi ini. Keberadaan Pusat Bahasa Mandarin di UM telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembelajaran khususnya jurusan bahasa Mandarin. Mahasiswa semakin mudah dalam mempelajari bahasa dan kebudayaan Tiongkok. “Sebelum adanya pusat bahasa Mandarin di UM, dulu bersama tim kami berkeliling Tiongkok untuk mencari kesepahaman dalam upaya mengembangkan pembelajaran. Kini perjalanan Indonesia-Tiongkok Begitu mudah, bagaikan kita pergi dari kota ke kota di Indonesia,” jelasnya

Perayaan Confucius Institute ini menyuguhkan beberapa penampilan oleh mahasiswa Prodi Mandarin UM, seperti menyanyikan lagu Mandarin, Tarian, dan pertunjukan beladiri Wushu yang merupakan budaya asal China. Selain itu dalam kesempatan ini juga disampaikan testimoni oleh para mahasiswa yang pernah menempuh studi di Tiongkok. Misalnya Rendra, mahasiswa semester tujuh program studi Bahasa Mandarin ini menceritakan pengalaman belajarnya di negeri tirai bambu tersebut. Rendra tinggal di kota Guilin. Guilin ialah sebuah kota di Republik Rakyat Tiongkok yang terletak di timur laut Kawasan Otonomi Guangxi Zhuang. Kota ini sejak lama menjadi daerah tujuan wisata.

Lebih lanjut Rendra menuturkan bahwa ia semakin merasa bertambah wawasannya setelah selama dua semester belajar di Tiongkok. Disela-sela kesempatan belajar, ia manfaatkan untuk mempelajari karakter, dan budaya masyarakat setempat. Di khawasan ini industri yang berkembang adalah farmasi, ban, mesin, pupuk, sutra, parfum, anggur, teh, kayu manis, dan obat herbal.

Selain itu, Sindy juga berbagi pengalamannya tentang sistem transportasi di Tiongkok.
“Alat transportasi diantaranya bus, kereta bawah, taksi, dan becak. Alat transportasi paling menarik adalah becak. Becak merupakan alat transportasi favorit untuk menelusuri Hutong. Alat transportasi ini memang memiliki jalan khusus, sehingga tidak menimbulkan kemacetan di jalan raya. Namun karena pengoperasiannya dengan tenaga manusia, sehingga kurang efisien waktu” jelasnya.

Pada akhir sesi, para peserta disuguhi kue bulan. Semua hadirin menikmati kue ini secara bersama-sama. (Har/Bud)

Tags

Pemotongan tumpeng oleh Rektor UM dalam acara Dies Natalis UM ke-61

Pemotongan tumpeng oleh Rektor UM dalam acara Dies Natalis UM ke-61

Pemotongan tumpeng oleh Rektor UM dalam acara Dies Natalis UM ke-61

Jalan Sehat Dies Natalis UM ke-61

Jalan Sehat Dies Natalis UM ke-61

Pamaeran Pendidikan di Graha Cakrawala dalam rangkaian Dies Natalis UM ke-61

Pamaeran Pendidikan di Graha Cakrawala dalam rangkaian Dies Natalis UM ke-61

Tags,

Trio wakil UM yang mendapatkan medali emas pada Pimnas ke-28 di UHO Kendari

Kontingen UM pada Pimnas ke-28 di UHO Kendari

Trio wakil UM yang mendapatkan medali emas pada Pimnas ke-28 di UHO Kendari

Trio wakil UM yang mendapatkan medali emas pada Pimnas ke-28 di UHO Kendari

Suasana pembukaan Seminar Nasioanl Kota Kreatif Jurusan Seni dan Desain di Aula A3 lantai 2 UM

Suasana pembukaan Seminar Nasioanl Kota Kreatif Jurusan Seni dan Desain di Aula A3 lantai 2 UM

Suasana pembukaan Seminar Nasioanl Kota Kreatif Jurusan Seni dan Desain di Aula A3 lantai 2 UM

Malam Kesenian Reuni Akbar IKA UM, 8 Agustus 2015

IMG_6653

Malam Kesenian Reuni Akbar IKA UM, 8 Agustus 2015

Institut Konfusius UM Menyapu 6 Kategori Piala dalam Perlombaan “Chinese Bridge” ke 14 Tingkat Jawa Timur

Oleh: Zhou Yue
Penerjemah: Andre

Institut Konfusius Universitas Negeri Malang sebagai penyelenggara seleksi perlombaan bahasa mandarin “Chinese  Bridge” yang ke-14 tingkat Universitas sedunia untuk bagian Jawa Timur. Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah merupakan lembaga perencana bahasa mandarin Jawa Timur. Dilaksanakan pada tanggal Foto bersama seluruh dosen Bahasa Mandarin Institute18 sampai 19 April 2015 di Auditorium Aula Gedung AVA. Perlombaan ini dikuti oleh 25 peserta dari 6 universitas yaitu Universitas Negeri Surabaya , Universitas Kristen Petra, Universitas Ma Chung, Universitas Brawijaya, dan Universitas Kejuruan,juga dihadiri oleh 200 lebih tamu yaitu wakil rektor Universitas Negeri Malang Bapak Syamsul, kepala Prodi Bahasa Jerman Fakultas Sastra, Bapak Rizman, Penanggung Jawab Unit Bahasa Mandarin Bapak Dudi, perwakilan lembaga perencana Bahasa Mandarin Jawa Timur Bapak Su Xianyuan beserta Dosen dan Mahasiswa Jurusan Bahasa Mandarin dan masyarakat umum. Wakil rektor UM dan Dekan Institut Konfusius Universitas Negeri Malang Ibu Vicky menyampaikan kata sambutan yang sangat hangat, mengharapkan seluruh peserta mendapatkan nilai yang bagus.

Read More

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial