[...]" />

LP3 UM Bersinergi dalam Pencapaian “Guru” Indonesia dan Asia Tenggara

Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Negeri Malang (UM) Dr. H. Sulton, M.Pd
Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Negeri Malang (UM) Dr. H. Sulton, M.Pd

1Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Negeri Malang (UM) Dr. H. Sulton, M.Pd, menyiapkan rumusan strategi LP3 ke depan, menyongsong pencapaian kampus UM sebagai unggulan dan rujukan di khawasan Asia Tenggara. Saat ditemui di ruang kerjanya (26/6) yang bertempat di Gedung H-8 Lantai 1 UM, Alumni S3 Teknologi Pembelajaran UM ini memaparkan misi LP3.

“Fungsi LP3 UM adalah sebagai back up bagi terselenggaranya pendidikan dan pembelajaran. Seiring perubahan sosial di masyarakat, akan berubah pula pedoman  kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, LP3 terus mengkaji dan mengembangan pedoman pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum program studi S1 (kependidikan dan non kependidikan) maupun diploma, sampai pada pedoman dan standar perangkat pembelajaran dengan tingkatan formula yang tepat.  Kondisi ini secara  kontinyu dikembangkan.”

“Kegiatan pembelajaran di tanah air bukan tanpa hambatan, saat ini bangsa Indonesia masih mengalami di bidang pemerataan pendidikan. Pemerintah membuat kebijakan dengan meratakan tenaga pendidik di setiap daerah melalui Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal (SM-3T). Untuk mendukung program ini UM telah berpartisipasi sebagai panitia pelaksana program tersebut. Begitu pula program Teachers Quality Improvement Program (TEQIP), program yang memberikan pelatihan kepada guru tentor ini, UM bekerjasama dengan PT. Pertamina.” Paparnya.

LP3 UM menaungi tujuh pusat yaitu: 1) Pusat Pengembangan Kurikulum Pembelajaran & Penilaian (P2KPP) sebagai pusat pengkajian kurikulum, pembel-ajaran dan penilaian yang profesional, unggul dan menjadi rujukan, 2) Pusat Pengembangan Sumber Belajar
(P2SB), 3) Pusat Pengembangan Matakuliah Universiter (P2MU), 4) Pusat Pengembangan Program Pengalaman Lapangan (P4L), 5) Pusat Pengembangan Kehidupan Beragama, 6) Pusat Pengembangan Bimbingan Dan Konseling Mahasiswa (P2BKM), 7) Pusat Pengembangan Pendidikan Profesi Guru (P4G). Ke depan LP3 akan lebih fokus untuk optimalisasi masing-masing kapus ini, termasuk penyiapan laboratorium pembelajaran seperti, ruang video conference, laboratorium micro teaching, ruang audio visual dan yang saat ini yang sedang dipersiapkan adalah televisi pendidikan.

“Sudah saatnya kampus sebesar UM memiliki televisi pendidikan. Masyarakat akan lebih mengetahui seluk-beluk aktivitas civitas akademika, program-program dan kajian pembelajaran melalui tayangan tv tersebut. Hal ini akan sangat efektif untuk publikasi UM.” ujarnya.
Misi ini bukan tanpa alasan, sejak lama LP3 telah merumuskan berbagai inovasi pembelajaran guna tercapainya model pembelajaran yang tepat di dunia pendidikan Indonesia. Mungkin hanya publikasi saja yang selama ini tidak menjangkau ke semua lapisan masyarakat. Dr. H. Sulton, M.Pd, meyakinkan bahwa kolaborasi dari semua pihak, akan dapat melanggengkan misi pencapaian UM sebagai kampus unggulan dan rujukan. (Har).

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*