[...]" />

Mahasiswa UM Siapkan Diri Hadapi Dunia Kerja dalam Pelatihan Career Days 2015

Kampus UM yang Asri
Kampus UM yang Asri

Pusat Pengembangan Bimbingan dan Konseling Mahasiswa (P2BKM) LP3 UM menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Career Days bagi Mahasiswa UM Tahun 2015. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula LP3 pada 28 – 29 Oktober 2015, menghadirkan beberapa narasumber dari berbagai bidang pekerjaan yaitu: Didik Harianto, S.S.. bidang jurnalistik, Dra. Surayyah seorang Pengusaha Batik Madura, Drs. Hariadi, Akp bidang usaha kuliner/restoran, M. Nur Kholis Wahid, S.Pd., bidang usaha travel dan biro perjalanan, dan Ahadian T dari bidang usaha online shop.

Pelatihan yang diikuti oleh 95 orang mahasiswa dari berbagai fakultas di UM ini bertujuan agar mahasiswa memiliki kemampuan mengenali, memahami kemampuan diri, dan mampu menyiapkan diri masuk ke dunia kerja, sesuai dengan kemampuan, keterampilan dan minat bidang kerja serta kebutuhan pasar kerja. Secara khusus mahasiswa sebagai calon tenaga kerja dapat mengetahui secara langsung persyaratan kerja yang diperlukan oleh pihak perusahaan langsung dari sumbernya; memecahkan masalah karier terkait dengan proses rekruitmen dan pengembangan kariernya; serta mengenal minat dan bakat kerja.

Salah seorang pemateri Dra. Surayyah dalam materinya mengenai Batik Madura menyampaikan batik akan tetap bisa menjadi ikon budaya suatu daerah atau suatu negara jika negara tersebut mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap budayanya tersebut. “Hal yang paling utama untuk mempertahankan keberadaan ikon dan asset-asetnya bergantung pada pengusaha itu sendiri. Oleh karenanya dibutuhkan kekuatan karakter seorang pengusaha dan kekuatan finansial serta networking yang luas. Batik harus dipertahankan karena merupakan warisan bangsa sejak zaman kerajaan Majapahit. Sampai kini dengan perkembangan yang luar biasa dan perkembangan tata warna yang dimunculkan oleh kreatifitas seorang pengusaha telah memunculkan aneka corak batik yang beraneka ragam,” ujarnya.

Pemateri lain Drs. Hariadi, Akp yang menerangkan bidang usaha kuliner/restoran menyampaikan untuk memulai bisnis kuliner ini harus dimulai dengan satu tujuan. “Bisnis kuliner memerlukan perhatian penuh dan komitmen. Bisnis makanan dan minuman tidak dapat dikerjakan setengah hati, apalagi hanya untuk mengisi waktu luang,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan untuk memulai sebuah bisnis kuliner memerlukan modal dan standar kerja yang baik. “Permodalan dapat dilakukan melalui usaha patungan dengan keluarga atau teman, bisa juga dengan dana tabungan atau mencari dana pinjaman dari bank. Modal ini sangatlah penting bagi kelancaran diawal usaha anda. Selain permodalan, hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah seluruh standart suatu restoran sebaiknya dituangkan secara tertulis dan didokumentasikan dengan baik dan benar. Namun yang terpenting, harus diinformasikan kepada seluruh karyawan di restoran tersebut sehingga menjadi acuan mereka dalam bekerja,” paparnya.

Diharapkan dari pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari ini mahasiswa dapat membuat berbagai persiapan diri memasuki dunia kerja dan mampu menyesuaikan dirinya dengan kebutuhan pasar kerja. Peserta tidak hanya mendapatkan informasi langsung dari sumber bidang pekerjaan, tetapi juga mendapatkan fasilitas klinik konsultasi yang dalam implementasinya disesuaikan dengan peminatan dari seluruh peserta. Pelatihan yang berlangsung sejak pukul 07.00 – 15.45 ini berjalan lancar dan peserta sangat antusias selama mengikuti kegiatan. Mereka berharap agar kegiatan ini diadakan kembali di tahun yang akan datang. (Ksr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*