[...]" />

Peningkatan Kualitas SDM melalui Soft Program IDB

Apif Miptahul Hajji , S.T., M.T., M.Sc, Ph.D
Apif Miptahul Hajji , S.T., M.T., M.Sc, Ph.D

Upaya peningkatan kualitas riset di perguruan tinggi Indonesia terus menerus dilakukan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Peningkatan kualitas riset ini salah satunya melalui penyelenggaraan Proyek Pengembangan Empat Universitas (Project 4 in 1) melalui pinjaman hibah luar negeri Islamic Development Bank (IDB).

Apif Miptahul Hajji , S.T., M.T., M.Sc, Ph.D
Apif Miptahul Hajji , S.T., M.T., M.Sc, Ph.D

Project 4 in 1 bertujuan mengadaptasikan kurikulum dengan standar nasional dan regional, meningkatkan kualitas riset dan inovasi, meningkatkan kualitas dan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, meningkatkan kualitas lingkungan belajar mengajar, meningkatkan ekosistem riset dan inovasi, serta meningkatkan kolaborasi pendidikan.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini menunjuk empat perguruan tinggi negeri (PTN) sebagai Center of Excellence (CoE). Keempat PTN tersebut adalah Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang, Universitas Jember, dan Universitas Mulawarman Samarinda.

Penekanan bidang kajian keempat universitas tersebut berbeda-beda. Kajian tentang Ketahanan Pangan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang, Bioteknologi Pangan dan Kesehatan di Universitas Jember, Kajian Tropis di Universitas Mulawarman Samarinda dan Inovasi Pembelajaran di UM.

Sebagai pusat inovasi pembelajaran, salah satu program UM yang merupakan aplikasi dari salah satu soft program Islamic Development Bank (IDB) yaitu pengembangan staf. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan staf akademik melalui pendidikan bergelar (degree program) dan pendidikan nongelar (nondegree program).

Degree program diperuntukkan bagi dosen yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan. Persyaratan utamanya adalah usia maksimum 45 tahun, telah memiliki TOEFL/IELTS minimum 550/6.5, kesesuaian bidang dengan pengembangan UM sebagai PUI Learning Innovation, telah memiliki Letter Of Acceptance (LOA) dari perguruan tinggi tujuan. Bidang studi yang bisa diambil dalam program ini ada 20 bidang Doctor of Philosophy (Ph.D) dengan durasi 3 tahun (6 semester).

“Sejauh ini, ada sekitar 58 orang dosen yang telah mengumpulkan data lengkap dan memenuhi persyaratan, selanjutnya akan dilakukan penyaringan lagi sampai tersisa 20 orang untuk diberangkatkan ke luar negeri”, ujar Apif Miptahul Hajji , S.T., M.T., M.Sc, Ph.D selaku PIC (Person In Charge) Monev di Sekretariat IDB UM.

Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kualifikasi akademik dosen, meningkatkan wawasan dan pengetahuan iptek terkini, meningkatkan penguasaan teknologi terkait pengembangan laboratorium yang ada, baik untuk pendidikan maupun penelitian, menjalin kerjasama dan menguatkan networking dengan institusi yang lebih mapan di luar negeri terkait fokus pengembangan program, dan meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan fungsi sebagai dosen dan tenaga kependidikan profesional.

“Program bergelar ini sangat menguntungkan, karena pesertanya hanya bersaing dengan orang UM saja, jadi siapa yang memenuhi persyaratan dan terpi-lih akan diproses sesuai prosedur untuk langsung diberangkatkan ke luar negeri dengan pembiayaan IDB” ungkap dosen yang sehari-hari mengajar di Fakultas Teknik UM ini.

Berbeda dengan degree program, program non-gelar diperuntukkan bagi dosen, laboran dan tenaga administrasi. Program ini berupa pelatihan yang dilaksanakan baik di dalam maupun luar negeri dengan durasi antara 1 minggu sampai dengan 2 bulan. Waktu pelaksanaan program ini disesuaikan dengan kebutuhan dari unit yang mengusulkan dengan acuan target project IDB di UM sebagai pusat inovasi pembelajaran dan Rencana Induk Pengembangan (RIP) ketenagaan di UM.

Program ini mempunyai banyak sekali bidang dengan target peserta 109 orang yang terdiri dari 65 orang dosen dan 44 orang tenaga kependidikan (tendik). Alasan penentuan bidang-bidang tersebut adalah karena bidang–bidang tersebut dapat mendukung UM sebagai pusat inovasi pembelajaran yang merupakan hasil kajian dari naskah akademik learning innovation UM yaitu kurikulum berbasis kehidupan yang memang akan diusung menjadi inovasi pembelajaran.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan SDM yang berkarakter profesional, terampil dan berdaya saing, karena peningkatan kualitas SDM memang tidak dapat berhenti di satu titik, akan tetapi harus dilaksanakan secara berkesinambungan.

Penulis: Kartika Lazuardi/Nike Virgawati Yuarko

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*