Pendidikan di Era New Normal

oleh: Dr. Juharyanto, M.M., M.Pd
(Staf Ahli Wakil Rektor IV UM)


Masyarakat umumnya memahami terma new normal sebagai kenormalan baru atau upaya untuk beradaptasi dengan keadaan yang baru dalam menjalankan aktivitas keseharian. Di masa pandemi covid-19 saat ini, kenormalan atau kebiasaan baru dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yaitu; memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan menjaga jaga secara fisik saat menjalankan aktivitas serta menghindari kerumunan.


Dalam konteks pendidikan, implementasi terma kenormalan baru dilakukan dengan mengubah pola pembelajaran dari tatap muka (luring) menjadi daring, yakni pembelajaran jarak jauh, belajar dari rumah atau sebutan lain sebagai konsekuensi logis pandemi covid 19. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus yang berbahaya. Praktiknya, implementasi kenormalan baru tersebut terjadi di semua institusi, baik informal, formal, dan non formal, termasuk di dalamnya adalah institusi pendidikan sangat berbeda. Semuanya bergantung pada kesigapan pihak- pihak yang terlibat dalam institusi tersebut. Kesigapan infrastruktur, kapasitas penguasaan teknologi, dan mindset mereka, tentu juga aspek politis (kebijakan), setidaknya merupakan faktor utama terjadinya variasi tersebut. Namun, pasti semua sepakat bahwa pandemi ini harus dihadapi dengan penuh tanggungjawab melalui berbagai karya kreatif sehingga semua aspek kehidupan tetap berlangsung optimal dan selamat serta menyelamatkan.

Sebenarnya, pembelajaran jarak jauh di Universitas Negeri Malang (UM), bukanlah hal baru. Jauh sebelum terjadi pandemi covid-19, UM telah mengembangkan Learning Management System (LMS) Sistem Pengelolaan Pembelajaran – Sipejar (sipejar.um.ac.id). Inovasi pembelajaran yang sistemis ini terintegrasi dengan sistem informasi akademik (Siakad) mahasiswa dan dosen yang menggunakan sistem single sign on (SSO). Bahkan, konten pembelajaran dalam sistem tersebut telah terintegrasi dengan SPADA (Sistem Pembelajaran Daring) Indonesia Kemdikbud. Artinya, sipejar, tidak saja mampu memfasilitasi online atau distance learning bagi internal sivitas akademika UM, melainkan jauh lebih luas bagi insan seluruh negeri dari tempat mereka masing-masing. Tentu sipejar ini sangat support terhadap kebijakan tentang Merdeka Belajar Kemdikbud RI.


Pertanyaannya adalah apakah sistem pembelajaran daring yang telah tersistem dengan baik tersebut mampu memberikan garansi bagi mutu pendidikan? Hal ini tentunya menjadi tantangan besar dalam upaya UM menjaga marwah kampus yang berprestasi. Kualitas kinerja semua pihak melalui optimalisasi pemanfaatan sipejar menjadi starting-point berikutnya, dimana WFH bukan Work for Home, melainkan benar-benar harus bermakna Work from Home dengan tetap mengedepankan amanah dengan penuh tanggungjawab.
Pada Majalah Swara Pendidikan UM edisi kali ini akan dibahas kebijakan- kebijakan UM tentang pembelajaran di era kenormalan baru. Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi pembaca. Salam sehat

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial
id_IDID

slot online

situs judi slot online

situs togel online

situs slot online

situs judi slot online

togel online terpercaya

slot online

situs judi slot online

togel online

togel online

togel online

togel online

togel online

togel online

situs judi slot online