[...]" />

Sarana dan Prasarana Pendukung Learning Innovation

Prof. Dr. Wahjoedi, M.E.
Prof. Dr. Wahjoedi, M.E.
Prof. Dr. Wahjoedi, M.E.
Prof. Dr. Wahjoedi, M.E.

Pengembangan Universitas Negeri Malang (UM) sebagai Pusat Unggulan IPTEK Nasional Bidang Inovasi Pembelajaran terus dilakukan, termasuk pada sarana dan prasarana. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) perlu ditunjang dengan sarana prasarana yang memadai agar visi UM sebagai unggulan dan rujukan bisa berjalan selaras.

Wakil Rektor II UM, Prof. Dr. Wahjoedi, M.E., pada kesempatan wawancara menyampaikan bahwa program hibah dari Islamic Development Bank (IDB) akan mengawal pelaksanaan tersebut mulai sejak penandatanganan kotrak pada 19 Mei 2016 hingga tahun 2019 nanti.

“Program IDB diarahkan untuk mendukung terwujudnya UM sebagai Learning Inovation. Pengembangan sarana dan prasarana yang sedang berjalan saat ini berupa pembangunan gedung perkuliahan, laboratorium, perlengkapan proses belajar mengajar yang tentunya didukung dengan teknologi informasi. Ada dua unit gedung masing-masing 9 (sembilan) lantai yang berlokasi di Jl. Simpang Bogor sedang dalam proses pembangun, dan kedepan akan digunakan sebagai gedung perkuliahan bersama yang bisa digunakan oleh seluruh fakultas di UM. Perkembangan teknologi Informasi di UM juga terus ditingkatkan mengikuti perkembangan saat ini untuk mendukung model pembelajaran berbasis IT misalnya melalui video teleconference”.

Gedung Kuliah Bersama yang akan dibangun melalui mega proyek IDB
Gedung Kuliah Bersama yang akan dibangun melalui mega proyek IDB

Pengembangan sarana prasarana tersebut tetap diselaraskan dengan konsep kampus hijau (green campus) yang sedang dicanangkan di UM. Mewujudkan kampus bebas asap kendaraan bermotor sudah diawali dengan program car free day setiap hari jumat. Apabila pembangunan jalan lingkar UM sudah selesai pengerjaannya, maka program car free day akan benar-benar dijalankan setiap hari. Untuk mendukung hal tersebut pada akhir tahun 2016 mulai dibangun selasar bagi pejalan kaki yang menghubungkan pintu masuk dengan lokasi fakultas maupun unit di UM.
“Didalam kampus hanya diperbolehkan menggunakan sepeda ontel (sepeda angin), yang akan disediakan disetiap unit secara bertahap. Pemeliharaan tanaman dan aliran sungai di kampus UM akan dibenahi dan ditata sedemikian mungkin untuk menciptakan suasana asri dan bebas polusi sehingga kondusif untuk kegiatan belajar mengajar”.

Penulis : Joko Wibowo

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*