Tag Archive M.Si.

Dr. Tutut Chusniyah, M.Si.

Generasi Emas Indonesia Harus Jauh dari tindakan kekerasan “Bully”

Bagaimana tanggapan kita tentang bullying? Nampaknya budaya ini semakin marak di lingkungan masyarakat kita. Kemudian, setelah mengetahui demikian langkah apa yang musti kita lakukan?, dan bagaimana mengenali apakah itu tindakan bullying atau bukan?

Dr. Tutut Chusniyah, M.Si.

Dr. Tutut Chusniyah, M.Si.

Dewasa ini berita tentang kasus bullying semakin marak ditanyangkan dimedia, baik televisi maupun media cetak. Memang miris melihatnya tatkala kita melihat generasi bangsa yang selalu penuh dengan kekerasan. Banyak kisah yang telah digambarkan dalam setiap tindakan kekerasan hanya akan menyisakan tekanan psikologis si korban.

Oleh karena itu, Fakultas Pendidikan Psikologis Universitas Negeri Malang (UM) telah melakukan berbagai upaya guna turut memberikan pembelajaran kepada masyarakat, dengan tujuan meminimalisir aktivas bully ini terjadi di masyarakat. Bukan hanya di lingkungan kampus, melainkan para psikolog UM menjadi bagian ikatan psikologi nasional.

“Masyarakat saat ini sudah mengalami perubahan, disekolah tingkat SD,SMP, SMA, bahkan sampai perguruan tinggi, sering kita jumpai tindakan bully (kekerasan) ini. sebagai insan pendidik tentunya tugas kami semua untuk memberikan pemahaman ini kepada masyarakat”, ungkap Wakil Dekan Psikologi Dr. Tutut Chusniyah, M.Si.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Fakultas Pendidikan Psikologi UM telah mencanagkan program pengabdian kepada masyarakat, dengan membentuk kelompok desa binaan. Kelompok ini nantinya yang akan memberikan pembelajaran dimasyarakat untuk menyelesaikan kasus-kasus yang sifatnya berhubungan dengan psikologi.

Bully atau pelaku bullying adalah seseorang yang secara langsung melakukan agresi baik fisik, verbal atau psikologis kepada orang lain dengan tujuan untuk menunjukkan kekuatan atau mendemonstrasikan pada orang lain. Kebanyakan perilaku bullying berkembang dari berbagai faktor lingkungan yang kompleks. Tidak hanya faktor tunggal menjadi penyebab munculnya bullying.

Faktor-faktor penyebabnya antara lain: 1) Faktor keluarga: Anak yang melihat orang tuanya/saudaranya melakukan bullying, akan berdampak si anak perilaku yang sama. Ketika anak menerima hukuman fisik di rumah karena melakukan kesalahan, mereka akan mengembangkan konsep diri yang negatif, kemudian dengan pengalaman yang dialaminya tersebut mereka cenderung akan meyerang orang lain. 2) Faktor sekolah: pihak sekolah sering mengabaikan keberadaan bullying ini. apabila tidak jeli melihat secara teliti, maka bullying akan berkembang dengan pesat di lingkungan sekolah. sehingga siswa sering melakukan aktivitas negatif/kekerasan pada siswa yang lain. 3) Faktor kelompok sebaya: Anak-anak ketika berinteraksi di sekolah dan dengan teman sekitar rumah, kadangkala mendorong untuk melakukan bullying pada anak yang lainnya dalam usaha untuk membuktikan bahwa mereka bisa masuk dalam kelompok tertentu.

Hal tersebut diatas yang menjadi fokus kita semua untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat. Sehingga kebiasaan-kebiasaan yang diluar dari toleran dapat ditekan untuk tidak dibalas dengan tibdakan kekerasan.
(Har/Reno)

Tags,

Dekan FMIPA UM, Dr. Markus Diantoro, M.Si, sebagai moderator dalam FGD di Aula FMIPA UM

Sinergi Riset Bersama UM-BATAN

pada hari Rabu, Tanggal 3 Februari 2016, di FMIPA UM dilaksanakan Kuliah tamu dan Focus Group Discussion antara Tim KBK di FMIPA dan FT UM dengan Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dari Unit Pusat Sains, Teknologi dan Bahan Maju (PSTBM-BATAN) yaitu Edy Giri R. Putra, Ph.D dan Dra. Mujamilah, M.Sc.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka untuk saling memaparkan program payung penelitian sebagai bentuk tindak lanjut kerjasama antara UM dengan BATAN kedepan. Bapak Edy Giri R. Putra, Ph.D menyampaikan bahwa saat ini kerjasama dengan BATAN dimulai dengan menyusun rincian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kerjasama dan baru dilanjutkan penandatanganan MoU dan PK. Dalam presentasinya beliau memperkenalkan struktur organisasi PSTBM-BATAN, Renstra PSTBM-BATAN Tahun 2015-2019.

Selain memiliki banyak peralatan yang canggih, BATAN merupakan badan penelitian yang memiliki fasilitas neutron terlengkap se Asia Tenggara.

PSTBM-BATAN mempunyai fasilitas Spektrometri Neutron, yakni tempat untuk percobaan Reaktor. Alat ini dilengkapi dengan dua tabung pemandu Neutron dan Dipraktometer Neutron, yang berfungsi untuk mengukur teganngan sisa (PD/RSM).

Selain itu PSTBM-BATAN, juga dilengkapi dengan fasilitas pengujian Neutron Action Analisis (NAA) atau Spektrometer sinar gama.

Pada sesi kedua, presentasi dari Tim PSTBM-BATAN dilanjutkan oleh Ibu Dra. Mujamilah, M.Sc dari Litbang Bio-Nanomaterial untuk aplikasi kesehatan, beliau menjelaskan tentang penelitian biomedis yang menggunakan bahan dari nanomaterial magenetik untuk kesehatan dan beberapa capaian di tahun 2015 yaitu ditelitinya obat kanker dari bahan nanomaterial.

Setelah presentasi dari TIM PSTBM-BATAN dilanjutkan dari masing-masing Tim KBK FMIPA dan FT UM, dimana setiap jurusan memaparkan payung penelitian. Dari focus group discussion ini diperoleh beberapa topik penelitian bersama antara UM dengan BATAN, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dalam MoU dan PK.

Harapan mendatang kejasama Riset antara Universitas Negeri Malang dengan BATAN dapat bermanfaat bagi ke-dua belah pihak. juga dapat mendorong perkembangan IPTEK di tanah air.
(Penulis: Markus Diantoro, Editor: Moch Syahri)

Tags, , ,

Prof. Dr. agr. Mohamad Amin, S.Pd., M.Si

Mohamad Amin, Profesor Penyelamat Kerbau Lokal

Jika selama ini ada anggapan bahwa kerbau atau sapi lokal akan punah dan tidak berkualitas, maka temuan dari Mohamad Amin, Guru Besar Biologi UM bisa menjadi jalan keluarnya.

Mohamad Amin berhasil menemukan cara menghasilkan bibit-bibit kerbau unggul dengan Teknik Molekular. Teknik ini dapat dipakai untuk memprediksi hasil persilangan dengan keturunan yang beragam atau tidak, sehingga upaya konservasi dapat dilakukan sesuai kaidah keilmuan genetik. Dengan Teknik Molekular, prosedur untuk memprediksi keragaman genetik suatu populasi menjadi lebih efesien dan sederhana.
“Tidak dapat dibayangkan bagaimana ribet dan memerlukan waktu lama bila kita menyilangkan dengan bermacam-macam variasi persilangan, yang analisanya menggunakan karakter di luar data molekular”, jelas Profesor Ahli Biologi tersebut.
Pendekatan dengan Teknik Molekular menjadi penting, sebab pendekatan Morfologi yang selama ini digunakan menemui kebuntuan.
“Teknik ini lebih efisiensi waktu dan efektif dalam pelaksanaan, karena observasi dan analisis bisa dilakukan pada saat organisme belum mencapai usia dewasa. Pengamatan penelitian menjadi sangat cepat, apa lagi untuk organisme yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang”, ujar Prof. Amin
Empat dekade terakhir sejak penemuan DNA, ilmu genetika molekuler dan bioteknologi mengalami perkembangan yang signifikan. Salah satunya, peneliti dapat menggunakan DNA sebagai penanda untuk mengikuti ciri individu yang menghuni pada lingkungan yang berbeda.
Hampir semua pusat-pusat informasi yang ada di dunia maya semuanya menggunakan pendekatan Molekular. Pendekatan ini menjadi salah satu solusi disemua bidang yang menyangkut kehidupan masyarakat seperti, peternakan, pertanian, kedokteran, farmasi, dan forensik.
Berdasarkan hasil penilitian yang telah diterapkan di lapangan selama 9 tahun tentang keragaman genetik kerbau lokal oleh Pria kelahiran Nganjuk 1967. Memberikan informasi bahwa perlu ada kewaspadaan terhadap keragaman ginetik kerbau lokal yang semakin lama semakin menurun dan terancam kepunahan.
Keunggulan penanda molekular microsatellite telah dirujuk lembaga-lembaga lain untuk dikembangkan. Beberapa Pemerintah Daerah telah menjalin kerjasama adalah Balitbang Kabupaten Malang, Pemprov Jabar untuk mengembangkan gen kembar. Lebih dari itu, semua hal yang terkait pembelajaran biologi sumber belajar memiliki integritas, dan bermartabat namun openminded.
(Penulis: Budiharto, Editor: Moch Syahri)

Tags, ,

WR IV UM, Dr.I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed, membuka gelaran turnamen bola voli

Pembukaan Tunamen Bola Voli Dalam Rangka Dies Natalis ke-61 UM

Rangkaian perlombaan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-61 UM digelar. Senin (14/9/2015) dilangsungkan pertandingan bola voli antar unit kerja. Pelaksanaan kegiatan menggunakan lapangan outdoor gedung A3 UM.

WR IV UM, Dr.I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed, membuka gelaran turnamen bola voli

WR IV UM, Dr.I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed, membuka gelaran turnamen bola voli

Kegiatan yang direncanakan dalam lima hari ini (tanggal 14 s.d 18 September 2015) akan mempertandingkan tim sebanyak enam belas tim putra dan dua belas tim putri. Skuad tim merupakan para pegawai, dosen dan mahasiswa UM.

Ketua Pelaksana Kegiatan Dies Natalis Darmawan Satyananda, ST., MT. menyampaikan bahwa turnamen bola voli ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Dies Natalis UM. Diharapkan dengan kegiatan olahraga dapat mempererat hubungan antar civitas akademika.

Selain itu  Dr. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed menegaskan bahwa dengan adanya sejumlah pertandingan olahraga diharapkan dapat membugarkan kembali semangat kerja di lingkungan UM. Para pegawai, dosen dan mahasiswa yang semula sibuk dengan rutinitas kesehariannya, pada kesempatan ini dapat berolahraga bersama. Menang atau kalah bukan tujuan utama, tetapi kebersamaan dan kekompakanlah yang diprioritaskan.

“Semoga dengan berbagai kegiatan Dies Natalis ini dapat menjadi hiburan para civitas akademika. Kesibukan kita lupakan sejenak, mari berolahraga bersama!,” ajak Dr. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed.

Seremoni pertandingan bola voli dilakukan dengan pemukulan bola (servis) oleh Dr. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed. selanjutnya dipertandingkan tim UPT P2LP vs Satpam untuk regu putra dan Biro AKPIK vs Fakultas Teknik untuk putri. Dalam sehari akan dilangsungkan empat pertandingan yang akan dimulai jam 07.00 s.d 12.00 WIB. (Ros)

Tags, ,

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial