[...]" />

Tantangan UM dalam Persaingan Menuju Kancah Internasional

Wawancara bersama Rektor UM Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd

IMG_9485Universitas Negeri Malang (UM) dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia. Secara kualitas tak perlu diragukan lagi. UM merupakan salah satu universitas dengan akreditasi A di Indonesia. Namun persaingan terus-menerus tak dapat dihentikan. Semua universitas-universitas di Indonesia berusaha keras berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Berikut adalah wawancara tim Swara Pendidikan di sela-sela kesibukan Prof. Rofi’uddin menjabat sebagai rektor UM periode 2014-2018.

Menjadikan UM sebagai GURU. Unggulan dan Rujukan. Hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Rofi’uddin menjawab tantangan UM kedepan untuk mampu menapak level internasional. Suatu universitas akan memiliki reputasi yang baik jika unggul dan menjadi rujukan universitas lain. Unggulan mencakup Tri Dhama Perguruan Tinggi yang termasuk dalam pengembangan dalam bidang pendidikan, pengajaran, dan penelitian karya-karya ilmiah dan publikasi media dan jurnal internasional maupun nasional. Unggul dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Hal ini dapat dilihat sejauh mana bentuk kontribusi perguruan tinggi terhadap lingkungan sekitar, masyarakat, dan mampu memberikan dampak positif dan suatu perubahan menuju ke yang lebih baik.

Strategi yang dilakukan berupa bermitra dengan seluruh stakeholders terkait, mulai dari Pemerintah Daerah (PEMDA), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan perguruan tinggi lain baik dalam dan luar negeri. Bermitra berarti menjalin kerjasama yang bisa berupa pengembangan masyarakat maupun pemberian berupa beasiswa. Tak hanya itu, UM juga mengintensifkan untuk ber-komunikasi dengan Perguruan Tinggi (PT) di seluruh dunia. Hal ini terbukti dengan di-siapkan kesempatan beasiswa di seluruh negara ASEAN. Secara langsung hal ini akan membuka kesempatan UM dalam skala yang lebih luas. Bahkan yang terbaru, UM melakukan kerjasama dengan Aso-siasi Perguruan Tinggi Thailand Selatan untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) & Program Pengalaman La-pangan di Thailand selama enam minggu. Program ini merupakan satu dari banyak program kerjasama luar negeri yang sedang dilakukan.

Dalam program kerjasama luar negeri, UM memiliki program unggulan yang hingga kini masih berjalan, seperi In Country dan Critical Language Scholarship (CLS) yang merupakan program terbaik dari 15 negara penyelenggara.
Berikutnya adalah manajemen unggul. Diungkapkan oleh Rektor, manajemen unggul terkait dengan tata kelola kelembagaan baik dari segi transparansi, profesionalisme, serta layanan prima. Mengulik tentang profesionalisme dan layanan prima, proses kerja UM mengarah pada pemberian layanan prima kepada seluruh civitas akademika.
“Sampai 2018, kami akan meningkatkan jumlah guru besar agar semakin proporsional (25%) dengan jumlah dosen di UM yang sekitar 1000 orang. Tak hanya itu, tetapi kami juga akan mendorong dan memaksimalkan publikasi ilmiah. Tentunya seiring dengan hal tersebut, pihak kampus juga memberikan fasilitas untuk publisitas jurnal internasional,” papar Rektor.

Publikasi ilmiah memang menjadi satu hal yang dicanangkan UM untuk menuju dunia internasional. Seluruh fakultas kini berintegrasi mendorong dosen–dosennya untuk menerbitkan jurnal-jurnal dan karya ilmiah. Dukungan kepada berbagai kegiatan kemahasiswaan kini juga semakin besar. Mahasiswa difasilitasi untuk mampu berkreasi, menghasilkan karya, bahkan memberikan funding bagi mahasiswa yang mengikuti konferensi internasional maupun pertukaran pelajar ke luar negeri.Tidak kalah penting, setidaknya tenaga akademik dan kependidikan yang berjumlah sekitar 700 orang didorong untuk memback-up serta memfasilitasi seluruh kegiatan kampus. Sehingga diharapkan ke-tercapaian program bisa maksimal.

Disinggung tentang arah UM pada level Asia, menurut Rektor hal ini didasarkan karena untuk melangkah pada skala dunia, maka harus berpijak pada level dibawahnya. UM kini tengah menata banyak hal. Misalnya kuri-kulum. UM memberikan layanan untuk ketentuan S1 yang dulunya bisa hingga 14 semester kini dibatasi hanya 10 semester. Semua sistem harus diprioritaskan. Hal tersebut juga ada kaitan dengan pembimbingan, perkuliahan, dan praktikum. Tak hanya itu, seluruh civitas akademika juga akan dinilai. Penilaian kinerja untuk dosen, tenaga administrasi, hingga laborat. Semua dituntut untuk mengembangkan kemampuan dan partisipasi dalam rangka capaian UM pada level yang lebih tinggi.

Ditambahkan oleh Prof. Rofi’uddin, UM akan cepat dikenal kalau UM menjadi hebat. Maka semua yang berada dalam institusi harus bersama-sama membangun dan berupaya. Upaya agar UM memiliki citra positif juga turut dilakukan oleh tim Humas dan Kerjasama. Humas sebagai garda terdepan selalu berupaya membangun citra positif di mata publik. Hal ini dapat dilihat pada setiap kunjungan siswa SMA/SMK yang bertandang ke UM, update berita di laman UM, www.um.ac.id, hingga melakukan promosi ke beberapa daerah. Bahkan baru-baru ini Humas UM memiliki program kerjasama dengan RRI Malang untuk program bersama.

Prof. Rofi’uddin memiliki optimisme tinggi terhadap capaian UM untuk mampu melangkah ke ranah internasional. “Pada intinya, semua harus berjibaku, membangun, serta terus meningkatkan kompetensi. Tak hanya itu, kita seluruh civitas akademika juga harus membangun citra UM menjadi The Learning University yang memiliki kapabilitas dan citra yang baik di mata khalayak” ,tegasnya. (Ren)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*