[...]" />

UM Kenalkan Kehidupan Kampus kepada 6.748 Mahasiswa Baru

Suasana Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UM 2016
Suasana Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UM 2016
Suasana Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UM 2016
Suasana Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UM 2016

Memasuki masa aktif perkuliahan semester gasal tahun 2016, Universitas Negeri malang (UM) mengadakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) bagi mahasiswa baru. Kegiatan yang digelar mulai pukul 06.00 hingga 13.00 ini diikuti oleh 6614 mahasiswa dari program S1 dan 134 mahasiswa dari program Diploma. Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dan kalangan yang berbeda ini terlihat sangat antusisa mengikuti kegiatan PKKMB yang dilaksanakan di Graha Cakrawala UM sejak 15 – 20 Agustus 2016.

Pada pengenalan kehidupan kampus ini materi yang akan disampaikan yaitu seputar pengenalan kehidupan perkuliahan secara umum dan mendetail. Selain materi yang sudah dirancang, pihak kampus juga sudah merencanakan sistem pengawasan acara. Nantinya, direncanakan proses ini melibatkan sebagian kecil dari mahasiswa yang sudah dibentuk menjadi panitia dan sisanya akan ditangani oleh pihak kampus.

Konsep PKKMB ini berbasis kelas, dimana dalam kegiatannya mahasiswa tidak diberikan kegiatan fisik. Semua kegiatan dilaksanakan di ruangan kelas. Selain menerapkan pengenalan kegiatan perkuliahan berbasis kelas, mahasiswa baru juga tidak diminta memakai pakaian dan atribut yang tidak lazim. Mahasiswa hanya diwajibkan mengenakan atribut kampus.
Lebih lanjut, pada hari pertama, mahasiswa baru akan menerima materi kehidupan berbangsa dan bernegara oleh Prof. Dr. Sukowiyono, S.H., M.Hum., dan dilanjutkan pengenalan pendidikan tinggi, para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa, lalu ditutup dengan pembinaan karakter.

Ketua Senat UM ini menyampaikan bahwa konsep Bhineka Tunggal Ika harus betul-betul dipahami khususnya generasi muda untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa karena Bangsa Indonesia terdiri dari banyak lapisan masyarakat yang berbeda suku, agama, ras, dan pandangan politik.

“Bayangkan saja, di lingkungan universitas, mahasiswa akan ba-nyak menemui teman baru dari berbagai latar belakang dan suku. Nah, tanpa memahami konsep kebhinekaan, akan susah sekali menanamkan rasa toleransi antar sesama. Oleh karena itu mahasiswa sebaiknya tidak memilih-milih teman dan memanusiakan teman-temannya,” ujarnya

Penulis : Kausar S.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*