Wawancara dengan Wakil Rektor IV UM, Dr. I Wayan Dasna, M.Si. ,M.Ed
Banyak masyarakat yang masih mempunyai persepsi bila ingin menjadi guru maka kuliahlah di UM. Padahal dengan perluasan mandat, UM tidak hanya mendidik calon guru tetapi juga sarjana non-kependidikan. Hal ini menjadi tantangan untuk memajukan UM. Program-program peningkatan kualitas yang terkait dengan prodi non-kependidikan perlu memperoleh perhatian termasuk dalam pengembangan kerjasama dengan lembaga/instansi dan Dudi. Selama ini, kepercayaan Dudi terhadap kemampuan UM mengelola prodi kependidikan dapat diketahui dari kerjasama UM-Pertamina untuk meningkatkan kualitas guru sampai ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui program TEQIP.
Wakil Rektor IV UM, Dr. I Wayan Dasna, M.Si,. M.Ed, menjelaskan pengembangan UM menjadi kampus unggulan dan rujukan dimulai dengan perencanaan yang matang dan hasil kegiatan yang terukur. Telah dilakukan analisis yang mendalam berbasis data untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan strategis untuk 5 tahun kedepan. Program-program yang dilaksanakan diharapkan benar-benar untuk mencapai visi UM. Untuk mengetahui progres implementasi program, pimpinan fakultas menandatangani kontrak kerja dengan rektor pada tiap awal tahun kegiatan dan dievaluasi pada tengah dan akhir tahun. Target tersebut akan dievaluasi pada akhir tahun kegiatan.
Implementasi program-program di masing-masing unit memerlukan sumberdaya yang cukup tinggi namun ketersediaanya masih terbatas. Oleh sebab itu, UM menggalakkan kerjasama-kerjasama dengan mitra luar UM baik nasional maupun internasional. Terkait dengan hal itu, pada tangga 11 Maret 2015 lalu, UM melakukan MoU dengan University of South Australia tentang twin degrees. Untuk mahasiswa sarjana dapat menempuh pendidikan enam semester di UM sedangkan dua semester diselesaikan di Australia. Sedangkan untuk program master, mahasiswa belajar satu tahun di UM dan satu tahun di Australia. Selain degree, program-program kerjsama penelitian antar peneliti UM dengan peneliti sebidang didalam atau luar negeri sedang digalakkan untuk meningkatkan produktifitas para dosen menghasilkan karya ilmiah. Dalam pelaksanaan kerjasama, UM selalu berpegang pada keuntungan bersama, kesetaraan, dan kesejajaran dengan para mitra.
Peningkatan kualitas layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam bidang akademik dan administrasi juga terus dilakukan untuk mencapai keunggulan UM. Layanan akademik harus didukung oleh layanan administrasi yang prima. Revitalisasi TIK terus berjalan. UM saat ini telah meningkatkaan bandwidth-nya di 310 Mbps (2014) menjadi 700 Mbps (2015) untuk mendukung layanan akademik dan non-akademik. Keberhasilan UM melaksanakan computer based test (CBT) untuk program SM3T, serdos, dan seleksi mandiri UM menjadi salah satu indikator kinerja revitalisasi TIK di UM. Untuk sistem informasi, penyediaan data yang akurat dan update terus dilakukan untuk mengembangkan kebijakan berbasis data.
Keunggulan yang dikerjakan UM dapat dicapai lebih cepat bila UM mempunyai Citra yang baik di Masyarakat. Oleh sebab itu, bidang komunikasi dan kehumasan dikembangkan untuk dapat menginformasikan produk-produk dan prestasi UM kepada masyarakat. Informasi yang efektif diharapkan dapat meningkatkan citra UM sehingga masyarakat dapat lebih banyak berpartisipasi bersama-sama dengan UM meningkatkan kualitas SDM di tanah air.