Select Page

Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi Sedunia, Universitas Negeri Malang (UM) turut berkontribusi terhadap lingkungan dengan berbagai aksi nyata. Kegiatan ini dimulai dengan Seminar Lingkungan ” Semnagat Menjaga Bumi, Untuk Kejayaan Negeri”, pada 21 april 2015. kegiatan dilanjutkan pada tanggal 22 April 2015 dengan Car Free Day dan Aksi Tanam Pohon. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama BEM UM dan UKM MPA Jonggring Salaka.

Aksi tanam pohon dilakukan secara simbolis oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., Wakil Rektor III, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed., beserta jajaran pejabat UM di halaman Perpustakaan UM. Setidaknya adda 220 bibit dari tujuh jenis pohon yang akan diberikan ke setiap fakultas untuk di tanam.

Dalam sambutanya, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd mengharapkan acara semacam ini dapat dilakukan secara kontinyu mengingat mahasiswa harus menunjukan peran dan sumbangsih dimanapun berada.

Menurut ketua pelaksana, Dian Rosiana, kegiatan ini merupakan bentuk eksistensi dan kontribusi BEM UM sebagai komitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup. Masalah kesehatan sangat berkaitan erat dengan lingkungan. ” jika kita baik terhadap lingkungan, maka lingkungan akan memberikan dampak yang baik pula, tutur mahasiswi jurusan Hukum dan Kewarganegaraan tersebut.

Sementara CFD  bertujuan mensosialisasikan kepada mahasiswa UM untuk menurunkan ketergantungan terhadap kendaraan bermotor. Tema penting dalam hari bebas kendaraan bermotor, adalah tinggalkan kendaraan bermotor di rumah dan berjalan kakilah atau gunakan kendaraan tidak bermotor ataupun menggunkan kendaraan umum untuk perjalanan panjang.

Hari Bumi dicanangkan setiap tahun dan diperingati secara internasional. Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap bumi. Dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970 seorang pengajar lingkungan hidup. Tanggal ini bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) dan musim gugur di belahan bumi selatan. PBB sendiri merayakan Hari Bumi pada 20 Maret sebuah tradisi dicanangkan aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969, adalah hari dimana matahari tepat di atas khatulistiwa yang sering disebut Ekuinoks Maret.

Kini hari bumi diperingati di lebih dari 175 negara dan dikoordinasi secara global oleh Jaringan Hari Bumi (Earth Day Network). (Ren)