Pelaksanaan Ujian Nasional di Kota Wisata Batu secara umum berlangsung dengan kondusif. Sekitar 1.121 Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 1.245 Pelajar Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah(SMA/MA) mengikuti ujian nasional sampai dengan hari ketiga ( Rabu, 15 April 2015) dengan tertib. Hanya saja ada satu kendala teknis mengenai tentang ketidakvalidan soal listening yang awalnya membuat sedikit situasi resah di kalangan pelajar dan pengawas. Akan tetapi setelah adanya konfirmasi resmi dari panitia propinsi Jawa Timur, situasi tersebut menjadi nyaman kembali. Dengan demikian siswa tidak diwajibkan untuk mengisi 15 butir soal mata ujian Bahasa Inggris pada poin listening tersebut.

Rektor UM, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd., melakukan monitoring ujian nasional SMA di Kota Wisata Batu
Kondisi itulah yang ditemui Rektor Universitas Negeri Malang Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd saat melakukan Monitoring dan Evaluasi Ujian Nasional 2015 (Monev UN) di kota Batu. Sekitar pukul 08.00 WIB AH. Rofi’uddin dan rombongan langsung menuju ke SMAN 2 Batu. Rektor UM menyampaikan beberapa pertanyaan terkait pelaksanaan UN kepada Kepala SMAN 2 Batu Drs. Pamor Patriawan.
Menjawab pertanyaan tersebut Pamor Patriawan menyampaikan kondisi pelaksanaan ujian di lingkungan SMAN 2 Batu yang kondusif. Di sekolah ini ada 12 ruang ujian yang digunakan untuk pelaksanaan UN. Kelompok ujiannya meliputi jurusan Ilmu pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa. Ia melanjutkan bahwa ada sedikit kendala mengenai ketidakvalidan soal mata ujian Bahasa Inggris pada poin listening. Awalnya siswa merasa resah, akan tetapi panitia langsung berkoordinasi dengan rayon setempat sampai pada akhirnya butir-butir soal tersebut tidak wajib untuk dikerjakan.
Dengan hari yang sama Kepada Dinas Pendidikan Kota Wisata Batu Dra. Mistin, M.Pd., juga melakukan monitoring ke SMAN 2 Batu. Dari pertemuan tersebut Rektor UM dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu membahas tentang isu-isu seputar pelaksanaan UN. Tentang ketidakvalidan soal Bahasa Inggris pada poin listening diakui oleh Disdik Kota Batu. Hal tersebut ternyata juga terjadi di wilayah kabupaten dan kota lain di Jawa Timur. Oleh karena itu, hal ini menjadi temuan yang akan dilakukan evaluasi di tingkat propinsi.
Itulah rangkaian kegiatan Monitoring dan Evaluasi Ujian Nasional 2015 di wilayah Kota Wisata Batu. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Rektor UM didampingi Dr. Ach. Amirudin, M.Pd. selaku Koordinator Pemindai Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) pada hari Rabu, 15 April 2015 pukul 08.00 Wib. Dari hasil monitoring tersebut Rektor UM menyimpulkan bahwa pelaksanaan Ujian Nasional di Kota Wisata Batu sangat tertib, terkait ketidakvalidan soal listening akan menuggu keputusan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. (Har)