Tag Archive M.Pd.

Rektor UM, Prof AH. Rofi’uddin, M.Pd

Pandangan Rektor UM terhadap Pendidikan di Indonesia

Dengan Berkarya untuk Bangsa, UM Mengkhidmatkan Diri Sebagai Pendidik Generasi Penerus Negeri

Kualitas pendidikan di Indonesia masih heterogen. Pemerataan pendidikan yang selama ini digalakkan, belum sepenuhnya menyentuh daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T). Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pemangku kebijakan stakeholder untuk mengentaskan permasalahan pendidikan.

Secara kuantitas, jumlah guru di Indonesia relatif terpenuhi. Ada sekitar tiga juta guru, untuk pelajar usia enam sampai dengan delapan belas tahun, atau sekitar sembilan puluh juta orang. Secara rasio, jumlah ini sudah ideal tetapi, apakah kualitasnya juga sudah terpenuhi?

Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti

Rek tor UM, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd memberikan cindera mata kepada Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti (Dirjen SDM Kemeristek Dikti)

Tidak dipungkiri bahwa guru-guru berkualitas baik rata-rata berada di Pulau Jawa dan wilayah perkotaan di tiap-tiap daerah. Begitu juga sarana dan prasarana sekolah yang tidak sepadan antara satu dengan yang lainnya. Kondisi demikian, akan mempersulit penerapan kebijakan standar kelulusan di negeri ini. Hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu adalah tenaga akademik, ditunjang sarana dan prasarananya, setelah itu baru standarisasi lulusannya.

Namun semua rencana akbar ini akan hanya menjadi sebatas wacana, jika tidak segera dimulai pelaksanaannya di lapangan. Tentunya akan banyak melibatkan semua pihak, mulai dari peran perguruan tinggi sebagai penyuplai sumberdaya manusia, masyarakat sebagai objek yang dikembangkan, dan pemerintah sebagai penyedia sumber dana. Tiga komponen ini harus dapat berkolaborasi demi kelangsungan pendidikan di negeri ini.

Sebagai langkah konkrit dalam keikutsertaannya mengabdi kepada negeri, Universitas Negeri Malang (UM) telah mendedikasikan diri sebagai penyedia sumber daya tenaga pendidik untuk dapat didistribusikan ke daerah-daerah. UM telah menerima mahasiswa kerjasama seperti Lembaga Pengembangan Amungme dan Kamoro (LPMAK), dan Program Afirmasi Pendidikan (ADIk Papua). Program itu dimaksudkan untuk memberikan pembelajaran yang berkualitas kepada putra/putri daerah yang nantinya akan mengabdi untuk daerahnya. Selain itu UM juga tergabung dalam program pemenuhan tenaga pengajar untuk daerah 3T melalui program Sarjana Mengajar untuk Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T).

Selain itu, program Teachers Quality Improvement Program(TEQIP) yang tersebar pada enam kabupaten dari lima provinsi juga diharapkan mampu mengangkat performa tutor dan instruktur di daerah. Sasaran TEQIP 2015 meliputi Provinsi Sumatera Barat (Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman), Provinsi Kalimantan Tengah (Kabupaten Kota Waringin Timur), Provinsi Sulawesi Tenggara (Kota Kendari), Provinsi Maluku (Kabupaten Maluku Tenggara), dan Provinsi Papua Barat (Kabupaten Fak-Fak). Hal ini dimaksudkan untuk peningkatan kualitas guru. Para guru yang selama ini masih kurang berinteraksi dengan anak didik, didorong untuk mencoba memperhatikan anak-anak didik sebagai manusia seutuhnya. Banyak guru ketika memasuki ruang kelas, yang dibayangkan adalah materinya, tidak pernah membayangkan bagaimana siswanya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa seorang siswa yang tidak menyukai suatu mata pelajaran, biasanya diawali dengan ketidaksenangan terhadap gurunya.

Di samping itu, Universitas Negeri Malang tidak hanya fokus pada permasalahan dalam negeri. Sebagai institusi perguruan tinggi yang mengemban Tri Dharma perguruan tinggi, UM juga merumuskan program kerjasama dengan berbagai universitas di luar negeri. Hal ini dimaksudkan mempersiapkan kualitas pembelajaran yang ada di UM. UM giat menjalin nota kesepahaman dengan berbagai universitas di luar negeri dalam bidang riset, pertukaran pelajar, maupun pertukaran tenaga dosen.

Selama ini UM sudah melaksanakan Critical Language Scholarship (CLS), Darmasiswa, In Country, Summer Camp, dan sebagainya. Semua upaya itu dilakukan dalam rangka publikasi kebudayaan dan pembelajaran yang ada di Indonesia untuk masyarakat mancanegara. Hal tersebut yang akan terus dipupuk dan dikembangkan dalam waktu mendatang. Seperti halnya program CLS yang selama ini disuplai dari berbagai kampus di Amerika. Rencananya UM akan mengunjungi kampus-kampus tersebut untuk menguatkan kesepahaman dan mencari hal yang bisa dikolaborasikan kembali. (Har)

 

Tags, , ,

Sumbangkan Pemikiran dan Ilmu Pengatahuan untuk Kemajuan Bangsa

Dua Belas Guru Besar Baru UM

Para Profesor Universitas Negeri Malang (UM) yang tidak henti-hentinya, untuk menyumbangkan karyanya sebagai bukti didikasinya kepada Bangsa dan Negara. Salah satu cara Profesor berpartisipasi mendorong percepatan kemajuan bangsa dengan hasil penelitian, dan hasil pemikirannya.
Pemberdayaan UMKN Berbasis Kearifan Lokal.

Prof. Dr. Heri Pratikto, M.Pd

Prof. Dr. Heri Pratikto, M.Pd

Prof. Dr. Heri Pratikto, M.Pd., ini tergolong seseorang yang konsen terhadap perkembangan UMKM yang ada di Indonesia. Beliau melakukan penelitian berjudul” Pembelajaran Kewirausahaan dan Pemberdayaan UMKM Berbasis Kearifan Lokal untuk Penguatan Ekonomi.

Kita telah mengatahui bahwa, sebagai sasaran membahananya praktik liberalisasi Asia Pasifik 2020. Negara-negara ASEAN telah menetapkan tahun 2015 sebagai tahun berlakunya era-MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Indonesia di era-MEA akan memberikan peluang, dan tantangan yang sama-sama beratnya. Saat Ini peluang Indonesia, di era MEA dapat memberikan peluang untuk memperluas cakupan ekonomi, bisa mengurangi biaya transaksi perdagangan, meningkatkan daya tarik investor, dan pariwisata.

Sedangkan tantangannya adalah infrastruktur Indonesia masih lemah. Kualitas SDM masih rendah, dan dukungan UMKM juga masih rendah. Pembangunan kewirausahaan, dan UMKM menjadi sektor yang sangat strategis bagi penguatan, dan daya saing Indonesia.

Memeparhatikan peluang dan tantangannya, maka pengembangan model pembelajaran , dan pemberdayaan UMKM berbasis kearifan lokal menjadi lebih penting. Strategi ini sangat relevan dibandingkan jika UMKM yang harus berkilblat pada dunia barat. Implementasinya, perguruan tinggi mempunyai peran strategis mendorong tumbuhnya wirausahawan baru,melalui penerapan model pembelajaran kewira usahaan yang efektif, dan meningkatkan pemberdayaan UMKM melalui pembentukan Klinik Bisnis. Klinik bisnis ini berfungsi memberikan layanan konsultasi bisnis, informasi bisnis, advokasi, dan pendampingan pelatihan binis.

Pancasila Sabagi Guiding Principle.

Prof. Dr. Suko Wiyono, S.H. M.Hum

Prof. Dr. Suko Wiyono, S.H. M.Hum

Prof. Dr. Suko Wiyono, S.H. M.Hum. mengemukakan hasil penelitiannya tetang Cita Hukum Pancasila dalam Pembentukkan Peraturan Perundangi-undangan dan pengujiannaya. Beliau memaparkan, bahwa posisi Pancasila adalah sebagai Cita Hukum ( rechtside), merupakan refleksi dari renungan yang berdasarkan atas perjuangan untuk membangun tatanan hukum yang nilai-nilai luhur bangsa. Bertumpu pada pemikiran Positif Pancasila sebagai cita hukum yang diidialkan dalam membengun sistem hukum nasional. Karya ilmiah saya fokus pada kajian pencerminan Pancasila dalam fungsinya sebagai guiding principle, dan meta kaidah yang berfungsi menjadi morma prilaku yang bersifat evaluatif.

Kajian penelitian ini mencakup tiga pokok bahasan. Pertama, Fungsi Cita Hukum Pancasila sitem Hukum Nasional. Kedua, Fungsi Cita Hukum Pancasila dalam refleksi asas-asas hukum pembentukan peraturan perudang-undangan. Ketiga, Fungsi Cita Hukum Pancasila sebagai pengujian paraturan perundang-undanngan. Intinya, Pancasila yang dirumuskan dalam Pembukaann UUD 1945 adalah Pancasila dalam tatanan hukum yang merupakan landasan formal dari sistem hukum Nasional.

Pengembangan Science Spirituality.

Prof. Dr. agr. Mohamad Amin, S.Pd. M.Si

Prof. Dr. agr. Mohamad Amin, S.Pd. M.Si

Prof. Dr. agr. Mohamad Amin, S.Pd. M.Si., memaparkan hasil penelitian yang berjudul ”Biologi sebagai Sumber Belajar untuk Generasi Masa Kini, dan Masa Mendatang yang Berintegritas dan Berperadapan Tinggi. Penelitian ini menekankan dengan teknik molekuler. Hal ini sangat penting apa bila terjadi kebuntuan dengan pendekatan Morfologi sebagaimana yang di contohkan di dunia pertanian, peternakan, kedokteran, forensik dan lain-lain.

Berdasarkan data dari hasil penelitian selama sembilan tahun tentang keragaman genitik kerbau lokal. Data ini memberikan informasi bahwa perlu ada kewaspadaan terhadap keragaman genetik kerbau lokal yang semakin lama semakin menurun.

Keunggulan penanda molekuler microsatellite ini diminati lembaga-lembaga lain untuk dikembangkan. Sekarang ini bekerjasama dengan Balitbang Kabupaten Malang, Pemprov Jabar untuk mengembangkan gen kembar. Lebih dari itu, semua hal yang terkait pembelajaran biologi sumber belajar memiliki integritas, dan bermartabat namun openminded. Untuk mengemas keterpaduan itu, harus ada integrasi antara materi, metode mengajar, dan penanaman nilai spiritual maka wajib dikembangkan science spirituality.

Penemu Enam Ratus Empat Puluh Tiga Senyawa Baru

Prof. Drs. Effendy, M.Pd., Ph.DProf. Drs. Effendy, M.Pd., Ph.D

Prof. Drs. Effendy, M.Pd., Ph.D

Prof. Drs. Effendy, M.Pd., Ph.D. telah mendedikasikan diri kedunia penelitian, dan bangsa terbukti telah menghasilkan 643 publikasi karya ilmiah. Beliau namanya tercatat pada CSD ( Cambridge Structural Database) di Cambridge Crystallographic Data Centre, Cambridge United Kingdom. Cambridge Structural Database Cambridge Structural. Database adalah pusat data internasional yang memuat daftar ilmuan yang telah mempublikasi minimal 500 struktur senyawa baru dalam jurnal-jurnal internasional terindeks. Keberhasilan mempublikasikan 643 struktur senyawa baru merupakan pencapaian prestasi yang patut diperhitungkan di dunia internasional. Habibie Award di bidang Ilmu Dasar Kimia telah diraih pada tahun 2012.

Penelitian berjudul ”Efek Subtituen terhadap Basicity Berdasarkan Data Kristalografi,” yang paling menarik dalam penlitian ini adalah data sistem molekul yang ditunjukan dengan gambar roket, dari data tersebut dapat dilihat senyawannya. Apabila senyawanya seperti suatu atom, maka senyawa yang di peroleh itu biasanya mempunyai sifat antileokimia, dan anti jamur.

Perjuangan Intelektual melalui Rehabilitasi Pendidikan Ekonomi

Prof. Dr. Wahjoedi. M.E

Prof. Dr. Wahjoedi. M.E

Prof. Dr. Wahjoedi. M.E., mengemukakan penelitiannya yang barjudul ”Merehabilitasi Pendidikan Ekonomi, Memperkuat Jati Diri Perekonomian Indonesia”. Penelitian ini berawal dari keprihatinannya dengan kondisi pendidikan ekonomi kapitalis, dan lberalis. Hal ini tentu tidak mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia yang memiliki begitu banyak mengandung nilai-nilai humanis. Sudah saatnya kelompok akademisi melakuan perjuangan intelektual di bidangnya masing-masing.

Selama ini pendidikan ekonomi seringkali berada suasana sadar dalam ketidaksadaran. Pendidikan ekonomi yang diberikan para pendidik telah mengarahkan anak didik untuk memiliki perilaku ekonomi pasar yang kapitalis, liberalis, dan meninggalkan nilai-nilai Pancasila, dan UUD 1945. Pedidikan ekonomi kita sudah seharusnya memberikan porsi yang lebih besar ke arah penanaman nilai-nilai yang berjati diri bangsa.

Anak-anak Sering Mengucapkan Kata-kata Kotor.

Prof. Dr. Yazid Busthomi, S.Pd., M.A

Prof. Dr. Yazid Busthomi, S.Pd., M.A

Prof. Dr. Yazid Busthomi, S.Pd., M.A., terinfirasi waktu masih anak-anak mengucapkan kata-kata kotor, dan mendapat hukuman dari Ibu. Beliau menulis penelitian dengan judul ” (Men-Ter) Jerat Kata-Kata Kotor”. Sebagai ayah, saya kesulitan untuk mendapatkan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan anak mengapa kata-kata tertentu dikategorikan kotor atau tidak. Contohnya kata “asem” mungkin untuk masyarakat Jawa Tengah ini menjadi kata kotor. Namun ada sebagian mengagapnya wajar. Kata “asem” jika diucapkan dengan nada keras/kesal akan berubah menjadi kata kotor. Akan tetapi kalau diucapkan dengan nada rendah/atau dalam kondisi biasa dalam kontek kalimat biasa, dan wajar sebagai mana mestinya, tidak menjadi kata kotor. Contohnya , Ambilkan buah asem yang sudah masak. Kata asem dalam kalimat ini tidak posisi untuk mengumpat. Kata asem sebagainama buah, sehingga kata asem dianggap wajar/tidak kotor.

Luasnya keberadaan kata-kata kotor tidak berbanding lurus dengan mudahnya menjelaskan permasalahan-permasalahan tentang kata-kata kotor. Namun masalahnya, usaha orang tua untuk meluruskan perkataan kotor, justru mengundang anak untuk menggunakan kata-kata tersebut.

Perlunya Pengembangan Keterampilan Bahasa Arab.

Prof. Drs. Muhaiban

Prof. Drs. Muhaiban

Gagasan perlunya pengembangan ketrampilan berbicara bahas Arab, dari keinginan meningkatkan kemampuan anak dalam ketrampilan berbahasa Arab. Prof. Drs. Muhaiban, memeberikan sumbangan Ilmu serta pemikirannya melalui pidato pengukuhan guru besar dengan judul “Pembelajaran Bahasa Arab untuk Anak ”ALA (Al Arabyyah Lil Athfal). Pembelajaran ALA pada satuan pendidikan tingkat dasar dan prasekolah. Selama ini terbatas pada tujuan mengajarkan ketrampilan membaca Al-Qur’ an, dan menulis huruf Arab.

Perlu ada pengembangan ke arah pembelajaran kemampuan dasar bahasa Arab. Pengembangan kemampuan belajar bahasa Arab harus didukung oleh peningkatan kemampuan dan kopetensi guru pengajar. Terutama kemampuan pedagogis yang menyangkut penguasaan aspek-aspek pembelajaran, penguasaan kurikulum, pemahaman karakteristik anak . Kopetensi profesional yang terkait dengan penguasaan materi serta ketrampilan berbahasa Arab.

Alasannya meneliti permasalahan tersebut, pengabangan pendidikan bahasa Arab untuk anak, karena kemampuan penyerapan anak. Ada tepatah Arab kuno yang mengatakan belajar pada waktu kecil seperti mengukir di atas batu. Saya tertarik kepada anak mereka memiliki daya serap yang masih tinggi. Apa yang anak-anak serap itu tidak mudah hilang.

Matematika Tidak Selalu tentang Hitung- Menghitung.

Prof. Drs. Purwanto, PhD

Prof. Drs. Purwanto, PhD

Prof. Drs. Purwanto, mengemukakan hasil penelitiannya yang berjudul “Argumen Valid”. Argumen Valid menelaah tetang matematika tidak salalu hitung-menghitung. Matematika tidak selamanya penuh dengan angka, dan kegiatan hitung-menghitung . Berargumen-pun sebenarnya terdapat unsur-unsur matematika didalanya, tanpa disadari secara sistematis sebenarnya manusia menerapkan ilmu matematika.

Balajar matematika tidak hanya belajar operasi aljabar atau hitungan saja, tetapi juga belajar menggunakan argumen yang mana argumen argumen tersebut harus valid. Suatu argumen merupakan susunan peryataan. Untuk mengetahui apakah suatu pernyataan itu valid atau tidak, perlu mengetahui dulu bentuk argumennya. Apabila hasilnya semiua premis benar, maka kesimpulannya juga benar. Suatu argumen valid juga bentuknya juga valid.

Hal yang paling penting untuk diketahui dalam penerapan kehidupan sehari-hari. Bisa memahami tentang argumen yang valid, dan yang tidak, otomatis itu cara untuk membentuk pola berpikir secara sistematis. Selain itu, juga melatih anak berargumentasi dengan baik.

Kurang Jalanya Reformasi Pendidikan di Daerah.

Prof. Dr. Drs. Muhammad Zainuddin, M.Pd

Prof. Dr. Drs. Muhammad Zainuddin, M.Pd

Prof. Dr. Drs. Muhammad Zainuddin, M.Pd, mengemukakan hasil penelitiannya tentang “ Kurangjalannya Reformasi Pendidikan di Daerah”. Beliau menemukan pelaksanaan reformasi di dunia pendidikan di era otonomi daerah ini masih terbilang semu. Pelaksanaan reformasi di katakan semu karena peran komite sekolah sekedar memenuhi mekanisme prosedural, dan kurang dilibatkan dalam kerangka substansial.

Dalam penelitiannya yang berjudul” Reformasi Pendidikan di Era Otonomi Daerah”, ditemukan belum terbangunnya transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan di era otonomi daerah. Masih belum ada keterbukaan untuk publik . Padahal dalam meningkatkan mutu pendidikan perlu mendapat bantuan dari masyarakat. Bantuan masyarakat bisa berupa material, pemikiran-pemikiran maupun kontral pelaksanaan program-program yang dijalankan daerah.

Kurangnnya perhatian dalam peningkatan mutu pengajar juga menjadi sorotannya. Banyak sekolah, lembaga berlomba-lomba untuk membangun sarana dan prasana belajar yang lebih bagus. Akan tetapi tidak untuk meningkatkan tenaga pengajarnya. Beliau menyampaikan perumpamaan sederhana untuk mengritisi pelakaksanaan reformasi di era otonomi daerah. Misalnya jika ada orang suka sekali pada burung. Ketika ia pergi ke pasar hewan, apa yang akan dilihat burung apa sangkarnya?. Tentu burungnya” ungkap Zainuddin.

Kepala Sekolah Ujung Tombak Kualitas Pendidikan

Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, MPd

Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, MPd

Pemerintah telah mengambil beberapa kebijakan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Antara lain melalui program sertifikasi guru, pengembangan keprofesian berkelanjutan, hingga pengembangan kurikulum baru. Namun secara konsep, kebijakan tersebut hasilnya masih belum terbukti meningkatkan mutu pendidikan secara optimal.

Hal ini yang menjadi pemikiran Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, MPd yang dituangkan dalam penelitian berjudul “Pembinaan Profesi Kepala Sekola”. “Sebagai pimpinan tertinggi di sekolah, Kepala Sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang bertanggung jawab penuh untuk menggerakkan semua sumber daya sekolah, termasuk mengoordinasi pelaksanaan pendidikan di sekolah,” ungkap Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UM itu.

Menurutnya, pembinaan profesionalisme kepala sekolah yang efektif, tidak hanya ditekankan pada prosedur, tapi juga prosesnya. “Harus lebih didasarkan pada pengalaman, interaksi intrapersonal, keaktifan belajar, pembentukan sikap, perilakudan ketrampilan nyata dalam memimpin sekolah.” Pengembangan mandiri tersebut, harus selalu dikembangkan secara continue agar mutu pendidikan sekolah semakin baik.

Sentuh Kesadaran Siswa Untuk Tingkatkan Semangat Belajar.

Prof. Dr. Ali Imron, MPd

Prof. Dr. Ali Imron, MPd

Sekolah-sekolah yang berbasis religi (agama) menjadi fokus perhatian Prof. Dr. Ali Imron, M.Pd., MSi. Mengangkat tema “Manajemen Mutu Sekolah Dasar Berbasis Religi”, salah satu Guru Besar UM ini menyoroti perkembangan sekolah-sekolah yang berbasis agama. Hasilnya, SD yang berbasis religi menjadi pilihan orang tua saat ini. “Sekolah berbasis religi sekarang banyak yang bermutu. Tidak hanya menjadi pilihan para orang tua, tapi juga digandrungi anak-anak,” ungkapnya.

SD berbasis agama, memiliki komitmen mutu kuat yang diwariskan oleh pendiri, pengola, dan pendidik sebelumnya. Nilai-nilai itu selanjutnya dilestarikan, diteruskan, serta diperkuat para pengola dan pendidik penerusnya.

Jika dikaitkan dengan kurikulum 2013 (K13) yang sedang gencar dilakukan pemerintah, manajemen mutu pengelola SD berbasis religi, menurut pemikirannya sangat cocok. “ Ada dua pekerjaan besar pada manajemen mutu SD berbasis religi, yakni mutu akademik dan nonakademik atau pendukung akademik. Kadua hal tesebut sangat cocok jika dikaitkan dengan kurikulum 2013”, jelasnya

Namun yang terpenting, adalah mengondisikan guru agar bisa menyentuh kesadaran terdalam dari siswa. “Jika para tenaga pengajar bisa menyentuh kesadaran terdalam mereka, seperti menemukan hal menarik dalam sebuah pembelajaran, pasti siswa akan tertarik dengan mata pelajaran mereka,” papar Ali.

Teknologi Bisa Jadi Media Konseling Belajar.

Prof. Dr. Nur Hidayah, MPd.

Prof. Dr. Nur Hidayah, MPd.

Zaman yang serba online menjadi latar belakang penelitian Prof. Dr. Nur Hidayah, MPd., dengan judul Cyber Conceling Cognitive Behavioral Peluang Konselor Berdaya Saing di Era MEA, fokus penelitian ini lebih kepada para konselor. Tujuannya untuk bisa mengimbangi perkembangan zaman dan mencari ide baru dalam kegiatan konseling.

“Konseling dangan system face to face sekarang mulai kurang diminati. Hal itu sudah terlihat sejak 2007 lalu.” Penyebabnya , karena jam pelajaran di sekolah semakin padat, sehingga waktu untuk bertatap muka dalam konseling berkurang. ”Nah, dari sini saya memikirkan bagaimana caranya agar siswa masih bisa berkonsultasi dengan konselor tanpa terbatas jarak dan waktu,” jelasnya.

Menurut Nur Hidayah, penggunaan teknologi oleh siswa saat ini juga menjadi poin penting dalam penerapan cyber conceling. “ Saya melihat ponsel saat ini juga semakin canggih. Itu menjadi pemicu ide saya, bagaimana jika penggunaan teknologi diaplikasikan dalam kegiatan konseling. Jadi sekaligus meminimalisasi kegiatan kurang positif dari penggunaan ponsel oleh pelajar,” tandasnya. (bud)

 

Tags, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

WR I UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd memberikan cinderamata kepada narasumber

Revolusi Pendidikan Karakter Bangsa

Seminar Nasional Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia

WR I UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd memberikan cinderamata kepada narasumber

WR I UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd memberikan cinderamata kepada narasumber

Isu dekandensi moral dalam tataran kehidupan pribadi, masyarakat, bangsa dan negara telah menyita perhatian semua komponen bangsa Indonesia. Mereka prihatin terhadap melemahnya nilai-nilai luhurnya, padahal karakter suatu bangsa merupakan identitas yang melekat dalam jati diri bangsa ini. Peranan pendidikan diharapkan mampu memecahkan fenomena ini, dan menumbuhkan rasa kebangsaan.

Melihat latar belakang tersebut, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang menggelar Seminar Nasional dan Rapat Kerja Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI). Kegiatan dilangsungkan di Aula Utama Gedung A3 lantai 2 UM, pada Rabu s.d Kamis (28-29/10/2015).
Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd yang membuka acara tersebut menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila hendaknya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila selama ini kita sudah mempelajari Pancasila tapi tidak mengamalkannya, berarti Pancasila hanya sebagai wacana saja. Padahal yang terpenting adalah nilai-nilai Pancasila tersebut sebagai pandangan hidup yang harus diterjemahankan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap hasil seminar ini tidak hanya berhenti pada ruangan ini. Tetapi dapat rekomendasikan kepada Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, maupun KPK sebagai upaya memperkaya wawasan tentang paradigma pendidikan karakter bangsa dalam konteks masyarakat Indonesia”, harapnya

Materi yang disajikan oleh para narasumber yaitu Pencegahan Korupsi dengan Membangun Karakter Bangsa yang disampaikan oleh KPK, Strategi Pembangunan Pendidikan Kesadaran Hukum oleh Prof. Dr. Suko Wiyono, Paradigma Baru Pendidikan Karakter Bangsa oleh Prof. Dr. Udin S. Winataputra, MA, dan Nilai-nilai Esensial dalam Pendidikan Karakter Bangsa oleh Prof. Dr. Sapriya, M.Ed.

Selama ini pengembangan karakter luhur dan wawasan kebangsaan diwadahi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Aplikasinya disampaikan melalui pelajaran adaptif di sekolah. Hal kontradiktif yang masih terjadi adalah siswa masih mengalami pembelajaran PPKn yang tidak selaras dengan kondisi riil yang terjadi di luar kelas. Hal ini menjadikan persepsi bahwa apa yang telah disampaikan oleh seorang guru menjadi tidak bermakna. Oleh karena itu hasil seminar dan rapat kerja selama tiga hari ini diharapkan dapat mengemas gagasan dan paradigma baru dalam pendidikan, serta mengontruksi strategi pengembangan pendidikan di Indonesia. (Har)

Tags, ,

Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd memberikan pengarahan

Tingkatkan Kemampuan Penilai sejawat

Penilaian sejawat sebenarnya kegiatan diluar tugas akademik. Namun mempunyai resiko sosial yang sangat berat. “Sering terjadi salah persepsi antara penilai dan yang mengajukan nilai. Pihak yang mengajukan penilaian karya ilmiah merasa pasti dihargai nilai yang maksimal. Akan tetapi tim penilai memberikan nilai yang lebih rendah. Hal ini memicu curiga terhadap penilai yang dianggap punya maksud tertentu, sehingga mengakibatkan hubungan sosial diantara mereka tidak harmonis,”papar Prof. Dr. Hariyono, M.Pd.

Pernyataan di atas disampaikan oleh Wakil Rektor I pada acara pembukaan Workshop Penilaian Karya Ilmiah dan Searching Index International Journal tanggal 12-13 Januari 2016 di aula Perpustakaan UM.

Penilaian Karya Ilmiah Jurnal harus selalu diberikan nilai maksimal, tergantung pada kelengkapan fakta-fakta yang mendungkung. “Jika semua diberi nilai maksimal dan ketahuan banyak plagiasinya, maka Institusinya akan mendapat teguran, bahkan kena sangsi,”ujar WR I.

Membuat karya tulis ilmiah bukan serta-merta tidak hanya untuk memperoleh angka kredit saja, akan tetapi
untuk mengingkatkan ilmu/kemampuan karya tulis ilmiah. Kualitas dan jumlah karya ilmiah akan mengangkat kredibelitas pribadi penulisnya, sabaliknya jika karya tulis ilmiah yang banyak berbau plagiasi orang lain menilai karya Ilmiah kualitasnya cuma gitu-gitu aja.

Penulis yang karya-karyanya bagus namanya akan terkenal. Jika ada undangan sebagai narasumber seminar nasional maupun internasional pasti megundang atas nama orang tersebut, dan pada giliranya akan membawa nama baik lembaganya. (Penulis: Budiharto, Editor: Moch. Syahri)

Tags, ,

Rektor UM, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd mencanangkan 4 program besar pada tahun 2016.

Asa UM di Tahun 2016

Sadar akan beratnya tantangan kedepan, Rektor UM, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd mencanangkan 4 program besar  pada tahun 2016. Keempat program ini merupakan respon atas capaian UM pada tahun 2015.

Rektor UM, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd mencanangkan 4 program besar pada tahun 2016.

Rektor UM, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd mencanangkan 4 program besar pada tahun 2016.

Setidaknya ada empat misi yang menjadi target untuk dilaksanakan sesuai dengan kebijakan program kerja UM tahun 2016. Pertama, menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas tinggi untuk mengembangkan potensi dan kepribadian mahasiswa yang unggul secara nasional dan regional. Kedua, Menyelenggarakan penelitian untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendapatkan pengakuan nasional dan internasional.Ketiga, menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat sebagai pengamalan dan pembudayaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehi-dupan bangsa. Keempat, menyelenggarakan tata pamong yang tangguh, akuntabel, dan transparan dan memperkuat kemitraan dalam rangka meningkatkan kualitas berkelanjutan.

Selain itu, dibidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) UM menargetkan peningkatan SDM dengan memberikan beasiswa bagi Dosen untuk melanjutkan studi S3 di luar negeri. Hal ini untuk memberikan keilmuan yang secara kolaborasi kepada dosen, agar dalam pelaksanaan pembelajaran di kampus semakin bervariatif, dapat menarik minat mahasiswa untuk belajar” ujar Rektor.

Disisi lain peningkatan kualitas SDM harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan dan perbaikan sistem perkuliahan yang dibuat lebih akuntable.  Rektor UM merancang benang merah pada tatanan pembelajaran mendatang, yang akan dimulai tahun 2016 ini. Seperti ujian skripsi dilakukan setiap hari, tidak dilakukan di akhir-akhir semester, hal ini untuk membatasi penumpukan jumlah mahasiswa yang akan yudisium.

Untuk melebarkan sayap di dunia internasional, UM akan menambah kuota bagi mahasiswa asing pada tahun 2016 terutama dari negara ASEAN.  “10 mahasiswa dari negara ASEAN dapat melanjutkan studi S2 di UM baik dengan beasiswa dari UM ataupun dari pemerintahan negaranya,” Tegas Rektor.

(Penulis: Sely/Suhardi, Editor: Moch. Syahri)

Tags, ,

Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd memberikan materi seminar di Graha Cakrawala UM

Pembelajaran Berkarakter Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN

Dalam membangun generasi penerus bangsa yang berkarakter dan sesuai dengan ideologi Bangsa Indonesia, pendidikan merupakan  sebuah unsur yang sangat penting. Untuk membangun generasi penerus Bangsa Indonesia harus memperhatikan minat dan bakat siswa serta memilah-milah mana budaya asing yang baik dan yang kurang baik. Oleh karenanya pemerintah perlu mengembangkan model pembelajaran secara konstruktif, kreatif, inovatif dan berkarakter. Dengan model pembelajaran tersebut diharapkan mampu memunculkan generasi unggul serta bermartabat secara kualitas dan kuantitas dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean.

Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd memberikan materi seminar di Graha Cakrawala UM

Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd memberikan materi seminar di Graha Cakrawala UM

Untuk lebih meningkatkan kualitas SDM di kalangan guru sekolah dasar dan menengah serta mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Pendidikan IPS FIS UM mengadakan Seminar Pendidikan Nasional yang diadakan di Graha Cakrawala UM pada 1 November 2015. Seminar  yang mengambil tema “Pengembangan Pembelajaran yang Konstruktif, Kreatif, Inovatif dan Berkarakter dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)” ini diikuti oleh ratusan peserta.

Seminar yang berlangsung sehari ini diharapkan dapat memberikan pembekalan kepada guru dan mahasiswa yang merupakan calon pendidik untuk mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. Selain itu dapat memberikan motivasi, sumbangan ide-ide kreatif inovatif kepada siswa/siswi dan mahasiswa dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi  Asean.

Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., yang menjadi salah seorang pembicara dalam materinya Strategi Pembelajaran Kreatif dan Inovatif menyampaikan secara umum seorang siswa menyukai atau membenci pelajaran di sekolah diawali dari sikapnya terhadap pendidik. Kebanyakan pendidik lebih fokus pada materi pelajaran dibandingkan fokus pada perkembangan subyek didiknya.  “Sebagai seorang pendidik terkadang kita tidak siap menyikapi perubahan  yang terjadi, baik perubahan dalam model pembelajaran maupun perubahan sikap peserta didik. Selama ini masalah yang terjadi adalah sekolah dan proses pembelajaran belum menjadi ruang atau taman yang menyenangkan bagi peserta didik. Akikbatnya banyak  peserta didik yang merasa pendidikan IPS belum berpengaruh secara signifikan terhadap kecerdasan emosional dan sosial,”jelasnya.

Lebih lanjut dipaparkan pula model pembelajaran ilmu sosial yang seharusnya diterapkan kepada peserta didik. “Dalam mengajarkan ilmu sosial kita perlu mengembalikan pada suasana global learning, dimana pebelajar dibiasakan memiliki pandangan tentang realita yang terbuka sebagai bagian dari masyrakat yang terbuka. Lebih jauh kita harus dapat menanamkan pola belajar sebagai proses dalam menemukan kebenaran, membangun pola pikir dengan melakukan konstruksi harapan,”paparnya.

Sebagai catatan akhir disampaikan pula bahwa para pendidik ilmu sosial seyogyanya memahami kecenderungan sosok kehidupan masa depan dengan berbasis pada proses sosial yang berlangsung. Pendidik ilmu sosial haruslah seorang fasilitator dan inspirator peserta didik dalam melukis kehidupannya di masa kini dan yang akan datang, termasuk posisinya sebagai agen sosial.”Sebagai pendidik harus dapat memberikan peluang kepada siswa untuk mengembangkan refleksi dan imajinasi dengan melakukan dekontruksi terhadap topik atau konstruksi sosial yang dipelajari. Pendidik harusnya ikut merawat jiwa siswa dengan mengembangkan dimensi respek dan etik,”urainya di akhir penyampaian materi. (Ksr)

Tags,

Wakil Rektor III UM, Dr. Samsul Hadi, M.Pd., M.Ed, membuka acara Career Day

Mahasiswa UM Siapkan Diri Hadapi Dunia Kerja

Pusat Pengembangan Bimbingan dan Konseling Mahasiswa (P2BKM) LP3 UM  menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Career Days bagi Mahasiswa UM Tahun 2015. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula LP3 pada 28 – 29 Oktober 2015, menghadirkan beberapa narasumber dari berbagi bidang pekerjaan yaitu: Didik Harianto, S.S.. bidang jurnalistik, Dra. Surayyah seorang Pengusaha Batik Madura, Drs. Hariadi, Akp bidang usaha kuliner/restoran, M. Nur Kholis Wahid, S.Pd., bidang usaha travel dan biro perjalanan, dan Ahadian T dari bidang usaha online shop.

Wakil Rektor III UM, Dr. Samsul Hadi, M.Pd., M.Ed, membuka acara Career Day

Wakil Rektor III UM, Dr. Samsul Hadi, M.Pd., M.Ed, membuka acara Career Day

Pelatihan yang diikuti oleh 95 orang mahasiswa dari berbagai fakultas di UM ini bertujuan agar mahasiswa memiliki kemampuan mengenali, memahami kemampuan diri, dan mampu menyiapkan diri masuk ke dunia kerja,  sesuai dengan kemampuan, keterampilan dan minat bidang kerja serta kebutuhan pasar kerja. Secara khusus mahasiswa sebagai calon tenaga kerja dapat mengetahui secara langsung persyaratan kerja yang diperlukan oleh pihak perusahaan langsung dari sumbernya; memecahkan masalah karier terkait dengan proses rekruitmen dan  pengembangan kariernya; serta mengenal minat dan bakat kerja.

Salah seorang pemateri Dra. Surayyah dalam materinya mengenai Batik Madura menyampaikan batik akan tetap bisa menjadi ikon budaya suatu daerah atau suatu negara jika negara tersebut mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap budayanya tersebut. “Hal yang paling utama untuk mempertahankan keberadaan ikon dan asset-asetnya bergantung pada pengusaha itu sendiri. Oleh karenanya dibutuhkan kekuatan karakter seorang pengusaha dan kekuatan finansial serta networking yang luas. Batik harus dipertahankan karena merupakan warisan bangsa sejak zaman kerajaan Majapahit. Sampai kini dengan perkembangan yang luar biasa dan perkembangan tata warna yang dimunculkan oleh kreatifitas seorang pengusaha telah memunculkan aneka corak batik yang beraneka ragam,” ujarnya.

Pemateri lain Drs. Hariadi, Akp yang menerangkan bidang usaha kuliner/restoran menyampaikan untuk memulai bisnis kuliner ini harus dimulai dengan satu tujuan. “Bisnis kuliner memerlukan perhatian penuh dan komitmen. Bisnis makanan dan minuman tidak dapat dikerjakan setengah hati, apalagi hanya untuk mengisi waktu luang,”jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan untuk memulai sebuah bisnis kuliner memerlukan modal dan standar kerja yang baik. “Permodalan dapat dilakukan melalui usaha patungan dengan keluarga atau teman, bisa juga dengan dana tabungan atau mencari dana pinjaman dari bank. Modal ini sangatlah penting bagi kelancaran diawal usaha anda. Selain permodalan, hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah seluruh standart suatu restoran sebaiknya dituangkan secara tertulis dan didokumentasikan dengan baik dan benar. Namun yang terpenting, harus diinformasikan kepada seluruh karyawan di restoran tersebut sehingga menjadi acuan mereka dalam bekerja,”paparnya.

Diharapkan dari pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari ini mahasiswa dapat membuat berbagai persiapan diri memasuki dunia  kerja dan mampu menyesuaikan dirinya dengan kebutuhan pasar  kerja. Peserta tidak hanya mendapatkan informasi langsung dari sumber bidang pekerjaan, tetapi juga mendapatkan fasilitas klinik konsultasi yang dalam implementasinya disesuaikan dengan peminatan dari seluruh peserta. Pelatihan yang berlangsung sejak pukul 07.00 – 15.45 ini berjalan lancar dan peserta sangat antusias selama mengikuti kegiatan. Mereka berharap agar kegiatan ini diadakan kembali di tahun yang akan datang. (Ksr) 

Tags, , , , ,

WR III, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed

UM Tuan Rumah POMDA Jatim Cabor Tenis Lapangan

Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah Jawa Timur (POMDA Jatim) menjadi ajang unjuk prestasi bagi atlet mahasiswa di Jawa Timur. Pada POMDA ke-XIV ini Universitas Negeri Malang (UM) menjadi tuan rumah pada cabang olah raga tenis lapangan. Pembukaan pertandingan digelar pada Selasa (8/9/2015) oleh Wakil Rektor III UM, Dr. Syamsul Hadi, M.Si., M.Pd. di lapangan tenis indoor Cakrawala UM.

WR III, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed

WR III UM, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed, membuka acara POMDA Jatim

Pada kesempatan tersebut WR III UM menyampaikan bahwa, “ajang ini adalah gambaran persaudaraan, semua boleh bercita-cita menjadi juara, tetapi keinginan untuk memenangkan tersebut jangan memudarkan persaudaraan diantara kita. Terpilihnya UM sebagai tuan rumah karena fasilitas yang  dimiliki UM sudah sangat memadai untuk digelarnya pertandingan ini. Peserta dari sembilan perguruan tinggi yang sudah hadir disini adalah pilihan, siapapun yang menang nantinya tidak hanya membawa nama universitas, tetapi juga akan membawa nama Jawa Timur”, ujarnya.

Cabang olah raga tenis diikuti oleh sembilan perguruan tinggi negeri dan swasta yaitu Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Jember (Unej), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Petra, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Universitas Narotama (Unnar).

Pertandingan Cabor Tenis akan digelar sampai tanggal 10/9/2015 dengan empat jenis pertandingan yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra dan ganda putri. Total peserta berjumlah 39 orang yang terdiri dari 24 orang putra dan 15 orang putri.  POMDA Jatim ini merupakan wadah untuk seleksi atlet daerah Jawa Timur yang akan dikirim mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) yang akan digelar di Aceh. (Nik/Ksr)

Tags, ,

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial